Saya Anak STIS dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan – Terminal Mojok

Saya Anak STIS dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan

Artikel

Avatar

Di kalangan akademisi baik jenjang Sekolah Menengah Tingkat Atas khususnya siswa-siswi kelas 12, dan tentunya mahasiswa-mahasiswi yang telah merasakan susahnya menembus perguruan tinggi tentunya tidak asing lagi ketika mendengar istilah PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan). PTK adalah perguruan tinggi yang dikelola oleh kementerian, lembaga, atau badan secara mandiri di luar Kemristekdikti (sekarang di bawah Kemdikbud) namun tetap terintegrasi dan di bawah pengawasan Kemristekdikti.

Secara umum, PTK dibagi menjadi PTK Ikatan Dinas (PTK Ikadin) dan PTK non Ikatan Dinas. Yang menjadi pembeda antara keduanya biasanya berupa biaya pendidikan, tes masuk, dan tentu pekerjaan setelah masa pendidikan. Dalam tulisan saya ini akan dibahas 10 jawaban umum yang mungkin dirasakan setiap “anak kedinasan” dari pertanyaan “kenapa sih kalian harus masuk sekolah kedinasan?” atau pertanyaan “kenapa sih pengen banget masuk sekolah kedinasan?”

Gratis Biaya Pendidikan sampai Lulus

Kuliah mahal? Kalau ada yang gratis mengapa tidak? Begitulah konsep pemikiran siswa-siswi yang masih semangat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi meski terhalang oleh biaya yang tinggi. Perlu kita ketahui bersama, kuliah memang mahal dan memang tidaklah murah.

Berdasarkan survei mandiri yang saya lakukan terhadap beberapa perguruan tinggi negeri, biaya kuliah per semesternya rata-rata adalah 5 sampai dengan 10 juta rupiah untuk jalur reguler dan non-kedokteran. Sedangkan untuk jalur mandiri, bisa sangat lebih mahal dari itu karena dituntut membayar “sumbangan” atau bahasa lazimnya “uang gedung”.

Walaupun terbilang masih banyak terbuka peluang beasiswa, seperti saja yang paling terkenal adalah Bidikmisi (atau KIP Kuliah sekarang), namun kuliah di PTK memiliki daya tarik tersendiri karena sudah dijamin gratis (atau setidaknya lebih murah dari biaya standar PTN) dari awal masuk untuk seluruh mahasiswa/taruna/praja (tidak perlu urus sana sini untuk mendapatkan beasiswa).

Dapat Tunjangan dan Fasilitas Gratis Lainnya

Mungkin sebagian dari pembaca telah mengenal program bidikmisi sebelumnya. Ya, program tersebut selain memberikan gratis mahasiswa untuk kuliah, juga memberikan setidaknya 600 ribu sampai dengan 700 ribu rupiah per bulan looh. Iya, hitung-hitung buat bayar kost-kostan.

Nggak jauh beda sih sama kedinasan, beberapa PTK juga memberikan uang saku sampai dengan 1 juta rupiah per bulan ditambah dengan fasilitas lain seperti asrama, makan tiga kali sehari, seragam, tas, dan tentu fasilitas kampus yang mendukung kegiatan pembelajaran seperti sarana olahraga yang dapat dinikmati cuma-cuma.

Baca Juga:  Guru Honorer: Gaji Tak Seberapa, Pekerjaan Berlipat Ganda

Setelah Lulus Langsung Bekerja di Bidang yang Sesuai, Sebagian Besar Jadi CPNS

Coba kita lihat, berapa banyak mahasiswa Indonesia yang bekerja tidak sesuai bidang yang ditekuninya selama kuliah. Contohnya sama mahasiswa jurusan biologi yang akhirnya bekerja di bank. Di sekolah kedinasan setidaknya sudah dapat gambaran lebih dulu sejak kuliah, nanti kita kerjanya ngapain aja sih?

PTK lebih sering digambarkan sebagai SMK-nya kuliah. Jurusan-jurusannya diwarnai dengan program diploma. Gelar yang diperoleh setelah lulus tentu Ahli atau Sarjana Terapan. Selain itu, kuliah di PTK (khususnya yang ikatan dinas) adalah langsung menjadi CPNS (untuk akhirnya diangkat menjadi PNS). Wahh, bisa dibayangkan bukan lulus langsung magang dan akhirnya jadi PNS. Ngga perlu susah-susah cari kerjaan dan tentunya mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Gaji dan Tunjangan ASN Besar dan Naik Setiap Tahunnya

Pernah kebayang ngga sih di benak kita bahwa nanti setelah lulus kuliah langsung dapet kerjaan, dan dapet gaji yang langsung gede. Wow, pasti impian setiap insan yaa.

Untuk program studi Diploma-I setelah lulus akan diangkat menjadi PNS golongan IIa, Diploma-III akan diangkat menjadi PNS golongan IIc, sedangkan Diploma-IV akan diangkat menjadi PNS golongan IIIa. Untuk gaji pokok PNS pada umumnya sekitar 2 juta sampai dengan 3 jutaan, dan terus naik sesuai dengan masa kerjanya. Beruntungnya lagi gaji pokok tersebut akan ditambah lagi dengan tunjangan kinerja yang besarannya tentu berbanding lurus dengan kinerja yang kita lakukan dan instansi yang menaungi kita.

Jaminan di Masa Pensiun, Dapat Gaji Meski Sudah Tak Bekerja

Salah satu keuntungan yang dimiliki PNS dan selalu menjadi alasan kenapa orang-orang ingin menjadi PNS yaitu tunjangan pensiun. Walaupun sudah tidak bekerja lagi, PNS yang sudah memasuki masa pensiun dan pensiun masih mendapat gaji. Yaa, walaupun tak seberapa sekiranya cukup lah untuk hidup sendiri dan tidak melulu bergantung pada anak.

Pekerjaan yang Tahan Lama, Jarang Terjadi PHK

Menjadi ASN/PNS merupakan impian banyak orang. Maka, tak jarang siswa yang visioner sudah memikirkan masa depannya. Jikalau menjadi ASN, walaupun terkadang sering pindah-pindah tugasnya, namun jika sudah menjadi PNS maka biasanya akan berlangsung lama dan jarang mendapat PHK (pemecatan), kecuali jika dengan alasan tertentu seseorang tersebut yang bersangkutan mengundurkan diri atau melakukan pelanggaran yang amat fatal.

Bertemu Teman Seluruh Nusantara, Memperbanyak Relasi dan Kenalan

Pernah nggak bermimpi suatu saat nanti kita bisa punya temen dari papua misalnya. Nah, di sekolah kedinasan ini tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan teman se-nusantara dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Kendalanya mungkin terjadi pada perbahasaan, bagaimana cara bercakap sopan dan sebagainya.

Baca Juga:  Bandos: Makanan Jalanan yang Tak Lekang oleh Zaman

Namun, jauh lebih banyak dari itu, keuntungannya jika kita pergi ke manapun di nusantara ini, pasti ada kenalan kan untuk ditemui? Tak hanya itu, kantor cabang kementerian dan lembaga yang menaungi PTK juga sudah ada sampai level kabupaten/kota looh, jadi bisa tanya-tanya dulu sebelum “dibuang” (baca: ditempatkan)

Melatih Mental, Fisik, dan Kedisiplinan

Sebagian besar sekolah kedinasan (PTK) menerapkan sistem pendidikan semi-militer dan militer. Hal yang menjadi ciri utamanya adalah adanya aturan kedisiplinan seragam dan waktu. Walaupun tidak menerapkan sistem ketarunaan/semi-militer, minimal adalah seragamisasi, aturan kedisiplinan seragam, waktu dan penampilan (rambut, braso, semir sepatu, dsb). Jadi, kuliah di PTK sangat mirip dengan SMA. Hayoo yang masih pengen menikmati masa-masa SMA, bisa melanjutkan di Sekolah Kedinasan..

Menjadi Calon Istri/Suami dan Menantu Idaman

Salah satu alasan klasik ingin kuliah di PTK atau ingin menjadi PNS adalah masalah perjodohan. Tidak sedikit memang manusia yang menganggap ada nilai plus jika dirimu berseragam PNS. Waaah, perlu diujicobakan yaa sepertinya.

Tuntutan dan Kemauan Orangtua untuk Anaknya

Alasan tuntutan orang tua seakan menjadi alasan wajib yang harus dimiliki setiap insan yang ingin kuliah di sekolah kedinasan. Hal ini tentu erat kaitannya dengan pemikiran orangtua era 70-an di mana pekerjaan selain PNS dianggap pekerjaan level bawah, dengan kata lain PNS lah dianggap pekerjaan yang paling berkelas pada era pak Harto itu.

Karena alasan-alasan tersebut akhirnya banyak nih kelas 12 atau alumni yang mengambil les/bimbel/privat, kabarnya sampai puluhan juta loh. Jadi, kalau mau merasakan enaknya sekolah di kedinasan apa masih mau males-malesan sementara pesaingmu berjuang mati-matian merelakan tenaga, waktu, bahkan biaya untuk bisa dapat kursi di sana yang lebih baik?

BACA JUGA Bagi Kami di Sulawesi Barat, Menjadi PNS dan Polisi adalah Cita-Cita Kami. Kalau Gagal? Balik Lagi Jadi Petani dan Nelayan atau tulisan Rezky Yayang Yakhamid lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
37


Komentar

Comments are closed.