Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saya Anak STIS dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan

Rezky Yayang Yakhamid oleh Rezky Yayang Yakhamid
18 Maret 2020
A A
sekolah kedinasan

Saya Anak STIS dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan

Share on FacebookShare on Twitter

Di kalangan akademisi baik jenjang Sekolah Menengah Tingkat Atas khususnya siswa-siswi kelas 12, dan tentunya mahasiswa-mahasiswi yang telah merasakan susahnya menembus perguruan tinggi tentunya tidak asing lagi ketika mendengar istilah PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan). PTK adalah perguruan tinggi yang dikelola oleh kementerian, lembaga, atau badan secara mandiri di luar Kemristekdikti (sekarang di bawah Kemdikbud) namun tetap terintegrasi dan di bawah pengawasan Kemristekdikti.

Secara umum, PTK dibagi menjadi PTK Ikatan Dinas (PTK Ikadin) dan PTK non Ikatan Dinas. Yang menjadi pembeda antara keduanya biasanya berupa biaya pendidikan, tes masuk, dan tentu pekerjaan setelah masa pendidikan. Dalam tulisan saya ini akan dibahas 10 jawaban umum yang mungkin dirasakan setiap “anak kedinasan” dari pertanyaan “kenapa sih kalian harus masuk sekolah kedinasan?” atau pertanyaan “kenapa sih pengen banget masuk sekolah kedinasan?”

Gratis Biaya Pendidikan sampai Lulus

Kuliah mahal? Kalau ada yang gratis mengapa tidak? Begitulah konsep pemikiran siswa-siswi yang masih semangat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi meski terhalang oleh biaya yang tinggi. Perlu kita ketahui bersama, kuliah memang mahal dan memang tidaklah murah.

Berdasarkan survei mandiri yang saya lakukan terhadap beberapa perguruan tinggi negeri, biaya kuliah per semesternya rata-rata adalah 5 sampai dengan 10 juta rupiah untuk jalur reguler dan non-kedokteran. Sedangkan untuk jalur mandiri, bisa sangat lebih mahal dari itu karena dituntut membayar “sumbangan” atau bahasa lazimnya “uang gedung”.

Walaupun terbilang masih banyak terbuka peluang beasiswa, seperti saja yang paling terkenal adalah Bidikmisi (atau KIP Kuliah sekarang), namun kuliah di PTK memiliki daya tarik tersendiri karena sudah dijamin gratis (atau setidaknya lebih murah dari biaya standar PTN) dari awal masuk untuk seluruh mahasiswa/taruna/praja (tidak perlu urus sana sini untuk mendapatkan beasiswa).

Dapat Tunjangan dan Fasilitas Gratis Lainnya

Mungkin sebagian dari pembaca telah mengenal program bidikmisi sebelumnya. Ya, program tersebut selain memberikan gratis mahasiswa untuk kuliah, juga memberikan setidaknya 600 ribu sampai dengan 700 ribu rupiah per bulan looh. Iya, hitung-hitung buat bayar kost-kostan.

Nggak jauh beda sih sama kedinasan, beberapa PTK juga memberikan uang saku sampai dengan 1 juta rupiah per bulan ditambah dengan fasilitas lain seperti asrama, makan tiga kali sehari, seragam, tas, dan tentu fasilitas kampus yang mendukung kegiatan pembelajaran seperti sarana olahraga yang dapat dinikmati cuma-cuma.

Setelah Lulus Langsung Bekerja di Bidang yang Sesuai, Sebagian Besar Jadi CPNS

Coba kita lihat, berapa banyak mahasiswa Indonesia yang bekerja tidak sesuai bidang yang ditekuninya selama kuliah. Contohnya sama mahasiswa jurusan biologi yang akhirnya bekerja di bank. Di sekolah kedinasan setidaknya sudah dapat gambaran lebih dulu sejak kuliah, nanti kita kerjanya ngapain aja sih?

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

PTK lebih sering digambarkan sebagai SMK-nya kuliah. Jurusan-jurusannya diwarnai dengan program diploma. Gelar yang diperoleh setelah lulus tentu Ahli atau Sarjana Terapan. Selain itu, kuliah di PTK (khususnya yang ikatan dinas) adalah langsung menjadi CPNS (untuk akhirnya diangkat menjadi PNS). Wahh, bisa dibayangkan bukan lulus langsung magang dan akhirnya jadi PNS. Ngga perlu susah-susah cari kerjaan dan tentunya mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Gaji dan Tunjangan ASN Besar dan Naik Setiap Tahunnya

Pernah kebayang ngga sih di benak kita bahwa nanti setelah lulus kuliah langsung dapet kerjaan, dan dapet gaji yang langsung gede. Wow, pasti impian setiap insan yaa.

Untuk program studi Diploma-I setelah lulus akan diangkat menjadi PNS golongan IIa, Diploma-III akan diangkat menjadi PNS golongan IIc, sedangkan Diploma-IV akan diangkat menjadi PNS golongan IIIa. Untuk gaji pokok PNS pada umumnya sekitar 2 juta sampai dengan 3 jutaan, dan terus naik sesuai dengan masa kerjanya. Beruntungnya lagi gaji pokok tersebut akan ditambah lagi dengan tunjangan kinerja yang besarannya tentu berbanding lurus dengan kinerja yang kita lakukan dan instansi yang menaungi kita.

Jaminan di Masa Pensiun, Dapat Gaji Meski Sudah Tak Bekerja

Salah satu keuntungan yang dimiliki PNS dan selalu menjadi alasan kenapa orang-orang ingin menjadi PNS yaitu tunjangan pensiun. Walaupun sudah tidak bekerja lagi, PNS yang sudah memasuki masa pensiun dan pensiun masih mendapat gaji. Yaa, walaupun tak seberapa sekiranya cukup lah untuk hidup sendiri dan tidak melulu bergantung pada anak.

Pekerjaan yang Tahan Lama, Jarang Terjadi PHK

Menjadi ASN/PNS merupakan impian banyak orang. Maka, tak jarang siswa yang visioner sudah memikirkan masa depannya. Jikalau menjadi ASN, walaupun terkadang sering pindah-pindah tugasnya, namun jika sudah menjadi PNS maka biasanya akan berlangsung lama dan jarang mendapat PHK (pemecatan), kecuali jika dengan alasan tertentu seseorang tersebut yang bersangkutan mengundurkan diri atau melakukan pelanggaran yang amat fatal.

Bertemu Teman Seluruh Nusantara, Memperbanyak Relasi dan Kenalan

Pernah nggak bermimpi suatu saat nanti kita bisa punya temen dari papua misalnya. Nah, di sekolah kedinasan ini tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan teman se-nusantara dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Kendalanya mungkin terjadi pada perbahasaan, bagaimana cara bercakap sopan dan sebagainya.

Namun, jauh lebih banyak dari itu, keuntungannya jika kita pergi ke manapun di nusantara ini, pasti ada kenalan kan untuk ditemui? Tak hanya itu, kantor cabang kementerian dan lembaga yang menaungi PTK juga sudah ada sampai level kabupaten/kota looh, jadi bisa tanya-tanya dulu sebelum “dibuang” (baca: ditempatkan)

Melatih Mental, Fisik, dan Kedisiplinan

Sebagian besar sekolah kedinasan (PTK) menerapkan sistem pendidikan semi-militer dan militer. Hal yang menjadi ciri utamanya adalah adanya aturan kedisiplinan seragam dan waktu. Walaupun tidak menerapkan sistem ketarunaan/semi-militer, minimal adalah seragamisasi, aturan kedisiplinan seragam, waktu dan penampilan (rambut, braso, semir sepatu, dsb). Jadi, kuliah di PTK sangat mirip dengan SMA. Hayoo yang masih pengen menikmati masa-masa SMA, bisa melanjutkan di Sekolah Kedinasan..

Menjadi Calon Istri/Suami dan Menantu Idaman

Salah satu alasan klasik ingin kuliah di PTK atau ingin menjadi PNS adalah masalah perjodohan. Tidak sedikit memang manusia yang menganggap ada nilai plus jika dirimu berseragam PNS. Waaah, perlu diujicobakan yaa sepertinya.

Tuntutan dan Kemauan Orangtua untuk Anaknya

Alasan tuntutan orang tua seakan menjadi alasan wajib yang harus dimiliki setiap insan yang ingin kuliah di sekolah kedinasan. Hal ini tentu erat kaitannya dengan pemikiran orangtua era 70-an di mana pekerjaan selain PNS dianggap pekerjaan level bawah, dengan kata lain PNS lah dianggap pekerjaan yang paling berkelas pada era pak Harto itu.

Karena alasan-alasan tersebut akhirnya banyak nih kelas 12 atau alumni yang mengambil les/bimbel/privat, kabarnya sampai puluhan juta loh. Jadi, kalau mau merasakan enaknya sekolah di kedinasan apa masih mau males-malesan sementara pesaingmu berjuang mati-matian merelakan tenaga, waktu, bahkan biaya untuk bisa dapat kursi di sana yang lebih baik?

BACA JUGA Bagi Kami di Sulawesi Barat, Menjadi PNS dan Polisi adalah Cita-Cita Kami. Kalau Gagal? Balik Lagi Jadi Petani dan Nelayan atau tulisan Rezky Yayang Yakhamid lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2020 oleh

Tags: asnMahasiswapnssekolah kedinasan
Rezky Yayang Yakhamid

Rezky Yayang Yakhamid

Tukang ngolah data, juga suka bermatematika.

ArtikelTerkait

CV

Lucu Sekali Ketika Tak Dapat Kerja Gara-Gara Tak Cakap Membuat CV

4 Agustus 2019
UNJ Kampus yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil Mojok.co

UNJ Kampus Negeri yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil

13 Februari 2024
Orang Indonesia Nggak Cocok Dikasih Tayangan kayak Clash of Champions Ruangguru: Ilmunya Dikit, Dramanya Selangit!

Orang Indonesia Nggak Cocok Dikasih Tayangan kayak Clash of Champions Ruangguru. Ilmunya Dikit, Dramanya Selangit

17 Juli 2024
Dosen Munafik Berhenti Belajar, Tapi Sok Paling Tahu (Unsplash)

Dosen Munafik Maksa Mahasiswa Baca Jurnal Biar Skripsi Makin Canggih, tapi Dia Sendiri Nggak Pernah Baca Jurnal Lagi Sejak Lulus S2

18 Oktober 2025
Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus Mojok.co

Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus

14 Mei 2024
4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

3 Hal tentang Kebiasaan Makan Siang PNS yang Cukup Unik

14 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.