Sawojajar Malang dan Pogung Jogja itu mirip.
Mereka yang pernah tinggal di Jogja pasti sudah tidak asing dengan daerah Pogung. Kawasan padat pemukiman ini berbatasan langsung dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Itu mengapa banyak mahasiswa ngekos dan tersesat di kawasan ini.
Salah satu tulisan di Mojok sempat membahasnya dengan apik dengan judul Pogung, Labirin yang Membuat Bingung dan Teori Belok Kanan. Jalan yang terbagi jadi Pogung Lor, Pogung Kidul, dan Pogung Baru itu memang terkenal membingungkan. Terlebih kalau malam hari, di mana portal-portal gang banyak yang sudah tutup, keluar dari kawasan Pogung semakin rumit.
Ternyata tidak hanya Jogja yang punya kawasan membingungkan dan bikin tersesat seperti Pogung. Di Malang ada daerah namanya Sawojajar yang tidak kalah bikin pusing karena mirip labirin ruwet. Ini beberapa alasan Sawojajar Malang tidak kalah membingungkan daripada Pogung Jogja.
Mengenal Sawojajar Malang dan mengapa daerah ini membingungkan?
Jalan Sawojajar yang berada di Kecamatan Kedungkandang, Malang, memang sudah terkenal membingungkan sejak dahulu. Kawasan ini didominasi dengan perumahan. Saat awal dulu awal berdiri, perumahan di daerah ini punya bentuk dan warna yang sama, sehingga semakin terasa membingungkannya.
Ternyata, kebingungan itu masih terbawa hingga saat ini. Itu mengapa, bimbingan dari Google Maps sangat berguna di kawasan ini. Tanpanya, niscaya semakin banyak orang-orang yang tersesat. Atau, jalan yang paling mudah ya tanya warga sekitar daripada semakin lama tersesat. Walaupun, sudah tanya orang belum tentu bisa cepat keluar dari kawasan ini.
Jadwal portal yang tidak pasti bikin bingung
Sawojajar padat penduduk dan didominasi dengan perumahan. Itu mengapa, daerah ini banyak sekali portal demi keamanan warga setempat. Udah gitu yang bikin jengkel karena jam buka tutup portalnya yang nggak pasti.
Lebih parah kalau pas lebaran, banyak sekali portal jalan yang ditutup. Dari banyaknya portal yang ditutup inilah, julukan labirin tambah melekat dengan Jalanan Sawojajar. Soalnya pengendara yang lewat harus mencari jalan keluar lainnya yang jalannya nggak diportal.
Saking banyaknya portal yang ditutup orang yang lewat Sawojajar harus memikirkan jalan keluarnya. Apalagi untuk pengendara yang baru pertama kali ke sini. Pasti bingung banget. Nggak heran kalau sering terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Ranugrati. Ini karena jalanan di Sawojajar nggak ada bundaran dan persimpangan dinamis, sehingga sering terjadi penumpukan kendaraan.
Tanpa sadar jalan di sini adalah sistem
Dilihat dari Google Maps, jalanan di Malang ini terlihat sangat rapi. Menggunakan jalan buntu melingkar dan tata jalan tak beraturan (grid irregular). Adanya desain jalan melengkung dan buntu ini ada tujuannya, yaitu untuk meningkatkan keamanan serta ketenangan warga dari kendaraan luar.
Bentuk jalan dengan pola seperti ini akan menyulitkan untuk keluar karena jalanannya tidak tembus dan seringkali tidak memiliki arah yang konsisten. Jadi kalau ada penjahat di sini, yang ada pusing sendiri.
Jalan ini jadi kebanggaan warga Malang, pendatang Malang yang belum kesasar di Sawojajar belum dianggap orang Malang. Kalau melewati jalan ini wajib pakai Google Maps, biar nggak kesasar. Pastikan juga nggak malu bertanya dengan warlok, daripada muter-muter nggak jelas kan?
Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
