Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Alasan Saya Memilih UGM sebagai Tempat Kuliah S1 meski di Awal Sempat Ingin Merantau

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
29 September 2025
A A
Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri Mojok.co

Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Dari TK sampai SMA sudah di Jogja, kenapa kuliahnya di UGM juga?”

Saya pernah mendengar pertanyaan tersebut ketika seseorang bertanya asal domisili dan tempat saya berkuliah. Sebelum mulai kuliah S1, saya memang menghabiskan seluruh hidup saya di Jogja. Dengan kata lain saya belum pernah tinggal dalam waktu yang lama di kota lain.

Lalu, kenapa saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM)? Saya memiliki beberapa alasan sebelum akhirnya mengikuti seleksi agar bisa menjadi mahasiswa yang mengenakan jaket almamater karung goni di sana. Berikut ini alasannya.

#1 Nggak diizinkan merantau

Setelah naik ke kelas 12 SMA, saya berbincang dengan bapak saya mengenai keinginan saya kuliah di luar kota. Tapi, sebagai anak terakhir, keinginan saya nggak dikabulkan dengan mudah. Orang tua saya nggak mengizinkan saya kuliah di luar Jogja.

Pertimbangan bapak saya pada waktu itu adalah ada banyak kampus bagus di Jogja. Kedua kakak saya juga sebelumnya kuliah di Jogja. Oleh karena itu beliau merasa saya nggak perlu merantau untuk lanjut kuliah. Toh tinggal di rumah sendiri pun akan jauh lebih nyaman dan aman.

Selain menyetujui pendapat bapak saya, pada waktu itu pun keinginan merantau saya juga nggak kuat. Ada alasan kocak lain yaitu saya ingin sekolah, termasuk kampus saya berada di sebelah timur semua. Kebetulan SD sampai SMA saya ada di sisi timur rumah saya. Ketika bercerita ke keluarga atau teman-teman, saya jadi bisa menyebutkan bahwa tiap berangkat dan pulang wajah saya selalu terpapar sinar matahari.

#2 Akreditasi dan citra UGM

Saya nggak munafik bahwa saya pun memilih UGM berkat citranya. Saya berani bilang bahwa di Indonesia siapa sih yang nggak tahu UGM?

UGM selalu berada di top 3 peringkat kampus terbaik se-Indonesia. Masyarakat selalu melihat UGM sebagai kampus terpandang. Mahasiswa yang berkuliah di UGM lebih disayangi dan disegani, seenggaknya di lingkungan masyarakat sekitar rumah saya. Kualitas pendidikannya pun saya rasa sangat baik setelah saya cari tahu. Akreditasi UGM pun menjadi pertimbangan saya.

Baca Juga:

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

Kampus top dan kebetulan berada di kota yang sama di tempat saya tinggal. Akhirnya saya tetapkan pilihan saya kepada UGM.

#3 Memanfaatkan kesempatan jalur undangan UGM

Kebetulan sekali saat SMA prestasi saya lumayan memuaskan di bidang akademik. Ranking paralel saya bagus, begitu juga dengan nilai rapor saya. Alhasil saya mendapatkan kesempatan untuk ikut seleksi kampus lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan.

Pada waktu itu saya tinggal mengisi biodata, lengkap dengan jurusan yang saya inginkan di kantor Bimbingan dan Konseling. Mengingat seleksi SNMPTN memang ketat, saya memasang strategi yang sekiranya berpeluang besar bisa membuat saya lolos. Selain itu, dulu santer kabar bahwa UGM lebih banyak menerima mahasiswa jalur undangan dari sekolah-sekolah yang ada di Jogja dan sekitarnya.

Saya manfaatkan betul peluang ini. Kan enak nggak usah belajar dan bayar tes SBMPTN, hehe.

#4 Ingin berkuliah di FISIPOL

Dulu di kalangan teman-teman saya, sempat ada “kepercayaan” bahwa jika kita suka main ke kampus tertentu, nanti kita akan menjadi mahasiswa di situ. Mulai kelas 11 SMA, saya suka main ke kampus-kampus yang ada di Jogja. Bukan karena saya mau mewujudkan kepercayaan itu, sih. Dulu saya suka saja ikut seminar dan workshop di kampus.

Saya juga sering main ke kampus-kampus lain, tapi entah kenapa saya selalu merasa ingin kembali lagi ke FISIPOL UGM. Beberapa kali saya ikut seminar di FISIPOL dan selalu menanti-nanti untuk ikut acara berikutnya.

Gara-gara sering menyambangi FISIPOL, saya jadi pengin kuliah di sana. Pada waktu itu, saya berpikir bahwa Kampus Impian punya gedung yang bagus dan lingkungannya rindang. Ditambah lagi FISIPOL strategis karena dekat pula dari GSP, perpustakaan, dan gedung pusat.

Dan saya nggak menyesal memilih FISIPOL. Saya merasa nyaman banget kuliah di situ. Walaupun begitu saya jajannya tetap di Bonbin atau kantin FTP, hehe.

Seperti itulah alasan mengapa saya memilih UGM sebagai tempat belajar saya selama S1. Saya nggak menyesali keputusan saya kuliah di UGM dan menghabiskan 3,5 tahun di sana.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Gagal Kuliah di UGM, dan setelah 13 Tahun, Penyesalan Tersebut Tetap Ada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2025 oleh

Tags: Fisipol UGMjalur undangan UGMranking UGMseleksi masuk UGMUGM
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri Mojok.co

Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri

3 April 2025
Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah Mojok.co

Klebengan Sleman Surganya Kos-kosan Mewah dengan Harga Murah

1 Juli 2024
Perjuangan Saya dari Kaum Rebahan Sampai Kuliah di UGM

Perjuanganku dari Kaum Rebahan Sampai Kuliah di UGM

24 Desember 2019
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

Saya Gagal Kuliah di UGM, dan setelah 13 Tahun, Penyesalan Tersebut Tetap Ada

14 Maret 2024
Pusing Mikir Tesis, Guru Besar UGM Malah Bahas Masuk Angin (Unsplash)

Saya Nggak Pernah Kepikiran Masuk Angin Bisa Dibahas Serius di Pidato Guru Besar UGM, Padahal Saya Udah Pusing Setengah Mati Nyari Topik Tesis yang Dianggap Ilmiah

14 Juni 2025
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri UGM Fakultas Filsafat MOJOK.CO

UGM Punya Fakultas Filsafat, IAIN Kediri Punya Fakultas Ushuluddin dan Dakwah yang Lulusannya Sukses di Segala Bidang

23 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

29 Juli 2026
Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.