Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Saran untuk Pembimbing Skripsi yang Mahasiswanya Ngebet Wisuda

Syaiful Bahri oleh Syaiful Bahri
28 Desember 2019
A A
Saran untuk Pembimbing Skripsi yang Mahasiswanya Ngebet Wisuda
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya yang berprofesi sebagai dosen, membimbing skripsi mahasiswa itu perbuatan mulia. Selain menjadi tugas wajib, membimbing skripsi adalah bentuk amal saleh. Dalilnya sederhana, ‘isy bimbingan aw mut syahidan (hiduplah untuk membimbing atau mati syahid).

Ibarat perjalanan hidup, membimbing skripsi mahasiswa juga penuh lika-liku. Tantangannya berat. Jika tidak kuat, bisa-bisa skripsi mahasiswa dicampakkan seperti perlakuan jahat para mantan. Kuat tidaknya membimbing skripsi, tergantung pada kesiapan, keuletan, dan kesabaran dosen yang bersangkutan.

Mengoreksi lembar tiap lembar skripsi mahasiswa memerlukan keuletan dan kesabaran yang luar biasa. Bahkan, saat menghadapi lembaran skripsi yang tidak jelas struktur kalimatnya, kesabaran seorang pembimbing perlu ditingkatkan. Tetap koreksi sepenuh hati, meski terkadang ya juga menguras emosi.

Membimbing skripsi bukan hanya mengoreksi tulisan dan substansi permasalahan. Lebih dari itu, yang paling berat adalah menghadapi tuntutan mahasiswa yang bersangkutan. Pesan WhatsApp yang setiap hari datang, tak ubahnya seperti WhatsApp marketing perusahaan yang menawarkan kredit motor dan perumahan. Pertanyaan mereka sama, “Pak, apakah skipsi saya sudah dikoreksi?”

Terkadang, banyak mahasiswa yang tidak paham bahwa tugas dosen bukan hanya mengoreksi skripsi. Dosen punya tugas lain yang juga perlu dikerjakan. Tapi, tentu saja, banyak kerjaan bukan alasan untuk mengesampingkan skripsi mahasiswanya. Oleh sebab itu, membagi waktu adalah sebuah keniscayaan.

Sebenarnya, sih, tidak masalah. Mau tiap hari mereka mengirim pesan, saya yakin tujuan mereka adalah untuk mengingatkan. Karena dosen juga manusia biasa, terkadang mereka lupa jika di mejanya tergeletak tumpukan skripsi mahasiswa yang harus dibaca. Bagi saya, pertanyaan mahasiswa ibarat alarm pengingat bahwa di luar sana ada mahasiswa yang menunggu dengan penuh semangat.

Kolega sesama dosen pernah curhat pada saya bahwa yang terberat baginya adalah membimbing skripsi mahasiswa yang ngebet wisuda. Katanya, tuntutan mahasiswa jenis ini terkadang melebihi permintaan kekasih kesayangan. Apa-apa harus segera diselesaikan. Bayangkan, baru menyetorkan naskah skripsinya di pagi hari, esok paginya sudah minta di-ACC.

Membimbing skripsi mahasiswa yang ngebet wisuda memang memerlukan kesabaran ekstra. Wisuda bagi mahasiswa adalah momentum yang ditunggu-tunggu. Selain untuk membahagiakan keluarga, wisuda adalah momentum foto bersama yang kemudian dibagi di story Instagram dan WhatsApp.

Baca Juga:

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Bagi sesama dosen yang kebetulan membimbing skripsi mahasiswa yang ngebet wisuda, saya akan memberikan dua saran yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan. Jika Anda membimbing skripsi mahasiswa yang ngebet minta di-ACC dengan alasan wisuda sebentar lagi, saya merekomendasikan dua saran berikut ini:

Pertama, pilihlah sikap memaklumi. Kita tahu bahwa mahasiswa yang biasanya menuntut skripsinya segera di-ACC adalah mereka yang diburu waktu. Masa studi yang sudah sakaratul maut, ditambah pertanyaan keluarga kapan akan wisuda adalah faktor utama mengapa mereka pengin segera diwisuda.

Bagi mahasiswa yang masa studinya sudah di ujung kerongkongan, kualitas skripsi bukan hal inti. Bagi mereka, yang penting studinya selesai. Urusan saat ujian skripsinya dibantai, itu bukan persoalan. Kebahagiaan tertinggi bagi mahasiswa jenis ini adalah saat diumumkan bahwa studinya telah berhasil diselesaikan.

Kedua, mudahkan urusan mereka. Islam mengajarkan bahwa mempermudah urusan seseorang, akan berdampak pada kemudahan urusan yang bersangkutan. Mahasiswa yang masa studinya sudah di fase sakaratul maut, perlu mendapat ‘syafa’at’ agar beban hidupnya bisa berkurang.

Memudahkan berarti memutus jalan mereka agar tidak putus asa. Ingatlah, sikap putus asa sangat dilarang dalam agama. Jadi, jika dosen mempermudah bimbingan skripsi mahasiswa yang ngebet wisuda, mereka telah berkontribusi dalam meminimalisir lahirnya sikap putus asa di dunia. Hehehe.

Pembimbing skripsi yang baik adalah mereka yang mampu mengantarkan bimbingannya merengkuh gelar sarjana. Oleh sebab itu, yang terpenting dalam proses bimbingan adalah suasana yang mengasyikkan. Jangan sampai proses bimbingan yang seharusnya mengasyikkan, justru menjadi momen menakutkan.

Menghasilkan skripsi yang berkualitas adalah impian semua mahasiswa dan pembimbing. Namun demikian, dalam situasi dan kondisi tertentu, terkadang kita harus berkompromi dengan cara mempermudah dan memaklumi. Ketahuilah bahwa dengan memaklumi dan mempermudah urusan skripsi mahasiswa yang ngebet wisuda, kita telah turut berkontribusi menyelematkan nasib beberapa manusia.

BACA JUGA Alternatif Tugas Akhir Pilihan Pengganti Skripsi bagi Sobat Ambyar atau tulisan Syaiful Bahri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: Dosenpembimbing skripsiSkripsi
Syaiful Bahri

Syaiful Bahri

Pencinta kopi yang kebetulan ngajar di kampus dan ditakdirkan mencintai Juventus.

ArtikelTerkait

mengerjakan skripsi kuliah sidang skripsi Kiat Merampungkan Skripsi dari Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya MOJOK.CO

Skripsi Nggak Kunjung Selesai? Mari Contoh Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya

12 Agustus 2020
skripsi ratusan halaman data skripsi kutipan dalam karya tulis skripsi dibuang mojok

Kutipan dalam Karya Tulis Banyak, tapi Argumen Pribadinya Nol

24 Februari 2021
Alih-alih Mengharuskan PPG, Bukankah Lebih Baik Meningkatkan Kualitas Mahasiswa yang Jadi Calon Guru Sejak Mereka Kuliah S1?

Derita Mahasiswa PPG: Tugas Kebanyakan, Wajib Publikasi Jurnal, Dosen Cuma Nitip Nama

18 Juli 2024
Konten TikTok Buiramira: Jalan Ninja Mahasiswa yang Bingung Skripsi dan Malas Bimbingan mahasiswa akhir

Mahasiswa Akhir kok Alergi Ditanya tentang Skripsi, Pola Pikirnya Itu Lho, Remuk!

20 Oktober 2023
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

9 Desember 2023
5 Dosa Kampus Medioker terhadap Alumni yang Lanjut S2 di Kampus Top

5 Dosa Kampus Medioker terhadap Alumni yang Lanjut S2 di Kampus Top

3 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.