Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

RUU PKS vs Hantu Voyeurisme, Kepuasan Seksual dengan Mengintip Orang Tanpa Busana

Anis Fuadah Z oleh Anis Fuadah Z
22 Juli 2020
A A
RUU PKS DPR MOJOK.CO

RUU PKS DPR MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Segera sahkan RUU PKS!

Katanya, “Hantu tak pernah lebih menakutkan daripada lelaki”. Kalimat Mbah Haji (panggilanku untuk nenek) 20 tahun lalu itu ada benarnya, pikirku.

ADVERTISEMENT

Tubuhku tegap menyimak pemberitaan Narasi TV mengenai kasus mengintip konsumen di Starbucks, yang pelakunya adalah karyawan dan tentu saja memiliki akses untuk mengatahui detail sistem di warung kopi tersebut, aku mengingat kembali kalimat Mbah Haji.

Aku masih bisa bersyukur, bahwa pelaku ditangkap polisi dan diberhentikan dari PT Sari Coffe Indonesia, yang memberinya pekerjaan. Lebih dari itu, sebaiknya memang semua media menyuarakan, agar penjahat-penjahat lain yang berotak serupa tak punya inisiatif lagi berbuat yang sama. Minimal cap pelaku asusila dari masyarakat menjadi hukuman yang lebih keji dari bui.

Namun hampir sama dengan berbagai kasus pelecehan di negeri ini, tumpah ruah kesalahan malah tertuju pada korban yang seharusnya dilindungi dan mendapat simpati. Sebagian netizen yang hobi julid itu sama sekali tak memberikan komentar terhadap kejahatan pelaku, tapi berlagak seperti ustaz yang sebetulnya tak pernah mondok dan ngaji, yang mohon maaf, mulutnya hanya bisa digunakan untuk menghujat.

Ya, mereka menyalahkan cara berpakaian perempuan yang menjadi korban. Sungguh tragis pikiran itu berkembang hingga kini. Selepas tayangan tadi, otakku meraba-raba ingatan masa kecilku.

Awal 2000an, masih banyak orang Blitar yang punya kamar mandi di luar rumah. Suatu hari menjelang maghrib, seorang anak perempuan berusia 9 tahun tengah mandi.

Dia menyalakan lilin yang diletakkan di sudut ruangan yang tak luas. Maghrib kala itu sudah cukup gelap, ditambah penerangan di luar sedang mati. Betapa kagetnya, ketika mengambil handuk dan hendak mengeringkan diri, sepasang mata muncul di balik kamar mandi. Sialnya, mata dan pemiliknya lari tunggang langgang sebelum sempat diguyur air sang gadis.

Baca Juga:

Kebingungan Orang Kampung Pertama Kali Jajan Starbucks, Kebanyakan Penawaran dan Istilah Aneh

5 Makanan Starbucks yang Rasanya Gagal

Kejadian itu membuatnya malu bercampur takut. Dia bermaksud berlari dan menceritakan pengalaman kelabu itu pada ibunya, berharap ditindaklanjuti. Eh, bukannya mendapat pelukan hangat sambil dibesarkan hatinya, tapi malah kena semprot Ibu yang melahirkannya.

“Makanya kalau mandi jangan kesorean, pakai bawa lilin segala, wong liwat marai pengin nginceng ngono kui, ngerti!”

ADVERTISEMENT

Kisah itu kudengar dari teman kecilku satu sore, sembari menunggu ustaz mengajar mengaji di TPQ.

Sebetulnya, gangguan psikologis bernama voyeurisme ini sudah lama ada. Si pelaku tak hanya menggunakan CCTV atau kamera ponsel yang sengaja dipasang untuk melihat bagian tubuh yang dianggap mampu membangkitkan syahwat. Bentuk penyimpangan seksual tersebut bahkan bisa dilakukan dengan modal dua bola mata sendiri, tanpa alat.

Viralnya video oknum pegawai Starbucks kawasan Sunter di media sosial menjadi pembuktian baru. Kasus pelecehan terhadap perempuan tak (akan) pernah surut. Ironisnya, pelaku hanya bisa diganjar dengan Undang-Undang ITE, karena penyebaran video.

Polisi terbukti tak bisa menerapkan pasal lain, jika korban tak merasa dirugikan dan tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Prasangka hukum runcing untuk korban dan tumpul ke pelaku pelecehan bukan fitnah, kok. Kejadian itu nyata. Seperti yang baru-baru menjadi trending dalam pemberitaan, yaitu pencabutan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Mohon maaf, apanya yang terlalu sulit, sih, Marwan (Ketua Panja RUU PKS), jika tujuanmu menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat adalah mewakili suaranya, menjamin keamanan dan kenyamanan mereka?

Mengutip wawancara Siti Aminah pada laman Tirto, Komisioner Komnas Perempuan, pada RUU PKS terdapat sembilan kekerasan seksual, yakni pelecehan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan aborsi, perkosaan, pemaksaan perkawinan, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual, dan penyiksaan seksual. Di dalamnya juga terdapat aturan hukum acara terhadap kasus kekerasan seksual, yang dalam KUHAP dan UU LPSK hanya mengandung dua hal, yakni perkosaan dan pencabulan.

Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriani, memaparkan (Tempo, 2020), hanya terdapat 22 persen kasus perkosaan antara tahun 2016-2019 yang diputus oleh pengadilan. Sehingga bisa masyarakat lihat bahwa tak semua laporan atas kekerasan seksual yang dilaporkan akan sampai pada putusan yang setimpal dari perilaku kejahatannya.

ADVERTISEMENT

Sebetulnya, lanjut Andi, jika RUU PKS disahkan, tidak hanya memberikan ruang keberpihakan pada korban, namun juga sebagai pendorong upaya pencegahan dan pemulihan, sosialisasi, edukasi dan advokasi. Pengesahan RUU PKS seakan dipersulit dengan alasan yang sebetulnya basi.

Entah, apakah anggota dewan yang menyebut dirinya terhormat kurang teredukasi terhadap tindak kekerasan yang semakin hari menjadi-jadi? Atau mereka berpikir, pelecehan itu tidak terjadi pada keluarga mereka sendiri?

Namun semoga, keberpihakan hukum akan menjadi pasti, melalui sebagian lain anggota dewan yang memiliki nurani. Tercatat PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Nasdem masih akan mengawal kasus ini. Bahkan menurut Rieke Diah Pitaloka, anggota komisi VIII DPR fraksi PDI-Perjuangan, RUU PKS akan masuk kembali pada Prolegnas tahun 2021 yang akan dibahas oleh Badan Legislatif. Rieke yakin RUU PKS akan diloloskan.

Meskipun terkesan berkepanjangan, terhitung 4 tahun sejak penyerahan naskah akademik RUU PKS oleh Komnas Perempuan, semoga tahun kelima pada 2021 menjadi tahun keberpihakan pada kaum rentan, sehingga siapa pun tak pernah lagi dirundung ketakutan terhadap hantu voyeurisme, yang mungkin masih bergentayangan di balik CCTV.

BACA JUGA Mixtape untuk Anggota DPR Berencana Menarik RUU PKS dari Prolegnas atau tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2020 oleh

Tags: cctvKekerasan Seksualkelainan seksualmengintipRUU PKSStarbucksvoyeurisme
Anis Fuadah Z

Anis Fuadah Z

Penulis, Pengajar di UIN Jakarta, dan Pendiri Yayasan AB Jaya Initiative-Filantropi Pendidikan.

ArtikelTerkait

Rasa Minuman Tomoro Coffee Sama dengan Starbucks? Ya Enakan Starbucks ke Mana-mana, lah, Situ Halu?

Rasa Minuman Tomoro Coffee Sama dengan Starbucks? Ya Enakan Starbucks ke Mana-mana, lah, Situ Halu?

9 Desember 2023
Demi Nama Baik Kampus: Film Pendek tentang Kekerasan Seksual terminal mojok.co

Demi Nama Baik Kampus: Film Pendek tentang Kekerasan Seksual

31 Desember 2021
Coffee Shop Lokal seperti Fore Sangat Bisa Menyaingi Starbucks (Unsplash)

Bisakah Coffee Shop Lokal Seperti Fore Menyaingi Bahkan Mengalahkan Starbucks dalam Segala Hal?

9 Desember 2023
Mantan Saya dan DPR Nggak Ada Bedanya, Sama-sama Bikin Kecewa MOJOK.CO

Mantan Saya dan DPR Nggak Ada Bedanya, Sama-sama Bikin Kecewa

23 Juli 2020
Kasta Tumbler Starbucks Terminal Mojok

Kasta Tumbler Starbucks

13 Desember 2022
Kekerasan di Pondok Pesantren Ditutupi Lagi, Sudah Saatnya Feodalisme di Pesantren Dibasmi, Sudah Saatnya Santri Kritis! penganiayaan di pondok pesantrenPondok Pesantren Tahfidz Al-Hanifiyah

Kekerasan di Pondok Pesantren Ditutupi Lagi, Sudah Saatnya Feodalisme di Pesantren Dibasmi, Sudah Saatnya Santri Kritis!

29 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.