Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mixtape untuk Anggota DPR Berencana Menarik RUU PKS dari Prolegnas

Iqbal AR oleh Iqbal AR
1 Juli 2020
A A
mixtape untuk anggota dpr agar sahkan ruu pks Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung RUU Omnibus Law

mixtape untuk anggota dpr agar sahkan ruu pks Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung RUU Omnibus Law

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah kabar buruk tiba-tiba datang di tengah kondisi negara dan masyarakat yang belum juga membaik, atau bahkan dipaksa membaik. Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) rencananya akan dicabut dari prolegnas prioritas saat ini. Setelah bertahun-tahun mangkrak dan sempat didemo masyarakat agar segera disahkan, DPR terus saja menunda pengesahan RUU ini.

Alibinya DPR sih RUU ini pembahasannya agak sulit. Ya sebenarnya bilang saja kalau RUU ini minim cuan, atau bilang saja kalau Bapak/Ibu anggota DPR ini tidak mampu, jadi bisa mundur saja biar orang lain yang menggantikan jabatannya.

Kabar ini langsung mendapat perhatian banyak masyarakat, termasuk warganet di media sosial. Tagar #SahkanRUUPKS bahkan sempat bertengger di tiga besar trending topic di Twitter. Semuanya mempertanyakan, menolak, bahkan marah-marah dengan rencana DPR terhadap RUU PKS ini. Orang pada nggak habis pikir, gimana bisa kasus terbaru mengenai pemerkosaan anak 13 tahun nggak juga menggugah anggota DPR.

Beberapa diskursus mengenai urgensi pengesahan RUU muncul dan tidak sedikit yang mengatakan pembahasan RUU ini mandek di masalah judul. Yaelah, masa urusan judul saja sampai RUU-nya mau diturunkan, malu sama mahasiswa yang lagi skripsi, lah.

Tulisan ini sebenarnya tidak akan membahas secara mendalam tentang RUU ini karena penulisnya, saya, merasa belum mampu membahas secara mendalam. Tapi karena saya tetap ingin bantu perjuangan untuk mengesahkan RUU ini, saya akan coba bantu sebisa saya. Salah satu yang saya bisa, ya dengan menyusun mixtape.

Musik memang susah mengubah keputusan atau kondisi sosial, tetapi musik mampu menjadi simbol perlawanan yang indah. Nah, pada mixtape edisi kali ini saya persembahkan untuk para anggota DPR yang dengan seenaknya sendiri mau menunda pembahasan RUU PKS yang harusnya jadi prioritas. Yuk dimonggoin.

#1 Seringai – “Omong Kosong”

Tanpa basa-basi, mixtape ini dimulai dengan lagu dari band cadas papan atas negeri ini. Lagu “Omong Kosong” bisa dimaknai sebagai cerminan mulut para anggota DPR yang banyak berbual memakai alasan sana-sini. Lagu yang terdapat dalam album Seperti Api (2019) ini cukup singkat durasinya. Hanya berisi beberapa vokal latar tentang beberapa “omong kosong” orang-orang yang tidak relevan, salah satunya mereka yang selalu beranggapan bahwa ketika ada pelecehan terhadap wanita, wanitanya yang bersalah karena pakaiannya dsb. Lalu omong kosong tersebut dihajar dengan entakan drum, bas, gitar, dan vokal cepat dengan lirik, “Omong kosong, omong kosong.”

#2 Slank – “Hey, Bung!”

Sebenarnya, secara keseluruhan lagu ini agak kurang sesuai dengan konteks saat ini. Tapi kalau mau dicari benang merahnya, lagu yang ada di album Generasi Biru (1994) ini cocok karena sama-sama menyuarakan kritik terhadap pemerintah, khususnya para anggota DPR. Bedanya di contoh kasus saja.

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

“Hey, Bung, yang di atas sana, coba turun ke jalan. Lihat-lihat situasi, apa yang terjadi.” Penggalan lirik tadi mungkin bisa menjadi perwakilan bagaimana selama ini DPR masih buta terhadap kasus kekerasan seksual. Bahkan kasus pemerkosaan dan eksploitasi seksual kepada perempuan dan anak tak bisa menggugah DPR untuk segera mengesahkan RUU ini. Makanya, lagu “Hey, Bung!” dari Slank ini seperti sebuah ajakan kepada para anggota DPR untuk turun ke jalan, lihat-lihat situasi, yang maksudnya adalah lihat kejadian di lapangan. Jangan cuma anteng di balik meja.

#3 FSTVLST – “Rupa”

Entakan rock ngebut mungkin bisa jadi salah satu anthem perjuangan yang paripurna. “Rupa”, lagu kedua dari album baru FSTVLST, yaitu “FSTVLST II” bisa jadi salah satunya. Kemarahan terhadap negara dan masyarakat secara umum dalam lagu ini, mungkin bisa dikerucutkan menjadi kemarahan terhadap para anggota DPR.

Penggalan lirik, “Benar salah milik yang bisa membayarnya”, atau “Mengubah rupa, mengarang cerita. Bersilat kata, memalsukan citra. Mahir berdalih, seolah selalu sahih. Khianati nalar, mencurangi rasa” adalah bagaimana wujud kemarahan atau setidaknya cerminan dari bapak/ibu anggota dewan yang katanya terhormat itu terhadap akan dikeluarkannya RUU PKS dari prolegnas.

#4 Olga Syahputra – “Hancur Hatiku”

Mixtape ini mungkin akan lebih paripurna jika ditutup oleh sebuah reaksi dari masyarakat ketika mengetahui RUU PKS ini akan dikeluarkan dari prolegnas. Lagu “Hancur Hatiku” milik Almarhum Olga Syahputra mungkin bisa jadi pilihan yang tepat. Repetisi lirik “Hancur, hancur hatiku” mulai awal hingga akhir menggambarkan bagaimana perasaan hancurnya hati yang teramat dalam. Ini sama dengan masyarakat ketika mendengar kabar bahwa RUU PKS ini akan dikeluarkan dari prolegnas, ya hancur hatinya semua.

Empat lagu mungkin belum cukup untuk mengisi mixtape ini, terlebih lagi kalau ditujukan untuk kelakuan para anggota DPR yang katanya terhormat itu. Tapi mungkin cukup untuk kali ini, kalau anggota DPR nanti berulah lagi, mungkin akan ada mixtape lainnya. Doa terakhir, semoga RUU PKS tidak jadi dikeluarkan dan segera disahkan.

BACA JUGA Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung Omnibus Law dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2020 oleh

Tags: dprmixtapeRUU PKS
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

26 November 2024
RKUHP RUU KUHP

Bacaan bagi Penentang RUU KUHP: Seberapa Detail Kamu Membaca Draf RUU KUHP?

20 September 2019
RUU PKS DPR MOJOK.CO

RUU PKS vs Hantu Voyeurisme, Kepuasan Seksual dengan Mengintip Orang Tanpa Busana

22 Juli 2020
puan maharani dpr Pak RT mojok

3 Alasan Pak RT Saya Lebih Layak Jadi Ketua DPR RI

10 Oktober 2020
RUU PKS

RUU PKS Adalah RUU yang Islami

1 Oktober 2019
ruu kpk

RUU KPK Adalah Bukti Betapa Progresifnya DPR dan Presiden Kita

17 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

12 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026
Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan Mojok.co

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

14 Juli 2026
Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.