Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

5 Film Indonesia tentang Kekerasan Seksual

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
10 Desember 2021
A A
5 Film Indonesia tentang Kekerasan Seksual terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan, kabar tentang peristiwa kekerasan seksual, datang silih berganti. Belum lagi hilang rasa sedih dan marah setelah mencuatnya satu kasus, sudah muncul lagi kabar lain yang juga tentu saja membuat kita lagi-lagi merasa miris bukan main.

Sayangnya, peristiwa-peristiwa yang muncul di ruang digital masih belum seberapa dibanding jumlah peristiwa serupa yang terjadi di kehidupan nyata. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, sepanjang 2020 saja, ada 955 kasus kekerasan seksual yang terjadi baik itu di ranah personal maupun ranah publik.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana yang kita tahu, tidak semua (jika tidak bisa dibilang kebanyakan) kasus kekerasan seksual yang dilaporkan ke otoritas terkait, lantas mendapat perhatian. Sebagian, ada yang viral dulu baru dapat respons.

Oleh beberapa sineas, potret menyedihkan peristiwa kekerasan seksual pun diangkat ke film. Ada yang menampilkannya menjadi tema utama, ada juga yang “sekadar” menyentil, tetapi tetap menjadi poin penting. Berikut beberapa film tersebut.

#1 Pasir Berbisik

AADC dan Dian Sastrowardoyo adalah dua hal yang tidak mungkin terpisahkan. Namun, sebelum menjadi ketua Geng Cinta, Dian sudah lebih dulu memerankan tokoh Daya dalam film Pasir Berbisik.

Dalam film Pasir Berbisik, diceritakan bahwa Daya hanya tinggal berdua bersama ibunya, Berlian (Christine Hakim) di sebuah gubuk di dekat pantai. Agus, ayahnya Daya (Slamet Rahardjo) pergi meninggalkan mereka sejak Daya masih kecil.

Kondisi kampung yang saat itu sedang memanas, membuat mereka terpaksa pergi. Siapa sangka, di tempat baru itulah mereka akhirnya bertemu dengan Agus. Alih-alih memperbaiki keadaan, Agus justru membawa masalah baru dalam kehidupan Daya. Daya menjadi korban pelecehan seksual karena keterlibatan ayahnya sendiri.

Miris memang, tetapi faktanya, dalam kehidupan nyata pun hal seperti ini entah sudah berapa kali muncul dalam berita. Tentang orang tua yang menjadi pelaku (baik secara langsung maupun tidak langsung) pelecehan seksual terhadap anaknya sendiri.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

#2 27 Step of May

May (Raihaanun) menjadi korban kekerasan seksual saat masih duduk di bangku SMP. Kejadian itu jelas meninggalkan trauma yang mendalam. Selama 8 tahun, May hidup dengan menarik diri dari kehidupan sosial. Bahkan hubungan dengan ayahnya pun menjadi sedemikian berjarak.

Film ini memang minim dialog dari May. Namun, dari tingkah laku May, kita akan melihat kegetiran seorang korban kekerasan seksual. Tidak mudah bagi May untuk dealing with personal trauma. Butuh waktu dan proses. Ketika May teringat pada kejadian buruk yang dia alami, menyakiti diri sendiri adalah cara yang sering dia pilih.

Di sisi lain ada ayahnya May yang sama terlukanya. Perasaan bersalah―karena gagal menjadi ayah yang melindungi anaknya―dia bawa ke ring tinju. Ayahnya May bertinju bukan lagi untuk bekerja, tetapi untuk melampiaskan rasa marah dan kecewa dalam dirinya.

Dalam film ini, kita bukan hanya akan diajak untuk melihat luka mereka, tetapi juga untuk memikirkan, bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh korban, terutama dari pihak keluarga.

#3 Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Film ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Marlina (Marsha Timothy) yang menjadi korban perampokan dan pemerkosaan.

Sebagai bentuk perlawanan, Marlina berhasil menebas leher Markus (Egi Fedly)―si ketua perampok dan pelaku pemerkosa―dan membunuh dengan cara berbeda anak buah Markus lainnya yang ada di rumah Marlina. Sambil menenteng kepala Markus, Marlina berniat ke kantor polisi untuk melaporkan peristiwa yang dia alami. Dalam perjalanan menuju kantor polisi, Marlina bertemu dengan Novi, perempuan yang sedang hamil tua dan korban dari mitos yang berlaku di daerah mereka.

Selain tentang perlawanan seorang Marlina dan bagaimana lambannya proses hukum berjalan, kita juga diajak untuk melihat bagaimana women support women itu bekerja dalam hubungan pertemanan yang terjalin antara Marlina dan Novi. Pasalnya, dalam kehidupan nyata, masih ada orang-orang (termasuk perempuan) yang saat peristiwa kekerasan seksual terjadi, malah menyalahkan korban daripada berpihak kepada korban.

Seperti judulnya, film ini memang terdiri dari empat babak (bagian), setiap babak ada judul dan menggambarkan bagaimana Marlina berjuang untuk mendapatkan keadilan.

#4 Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Dalam film yang diangkat dari novel karya Eka Kurniawan ini, ada Ajo Kawir (Marthino Lio) dan Iteung (Ladya Cheril) yang sama-sama menjadi korban kekerasan seksual saat masih di bawah umur.

Melalui kisah tersebut, kita menemukan fakta bahwa siapa pun bisa menjadi korban. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga. Bukan hanya perempuan, laki-laki juga.

#5 Please Be Quiet

Berbeda dengan empat judul di atas yang merupakan film panjang, Please Be Quiet adalah film pendek. Film garapan William Adiguna ini menampilkan kisah tentang pelecehan seksual yang terjadi dalam lingkungan kerja.

Putri (Canti Tachril) adalah korban pelecehan seksual dari atasan di tempatnya bekerja. Saat peristiwa itu terjadi, ada Sarah (Sheryl Sheinafia) yang menjadi saksi.

Meski ada saksi, nyatanya bukan hal mudah untuk mengungkap apa yang terjadi. Tentu saja karena pelakunya punya power yang lebih daripada korban dan saksi. “Hilangnya” mulut Putri dan Sarah pada akhir cerita menjadi gambaran bahwa menyuarakan kasus pelecehan seksual memang tidak semudah itu, bahkan bisa menjadi boomerang. Oleh karena itu, mereka memilih diam/tutup mulut.

Itulah lima film yang mengangkat tema seputar kekerasan seksual. Dari film-film tersebut kita bisa tahu bahwa kekerasan seksual adalah suatu hal yang nyata dan dapat terjadi di sekitar kita. Selain daftar di atas, tentu saja masih ada film-film lainnya. Jika punya rekomendasi, feel free untuk dibagikan, ya!

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2021 oleh

Tags: Film IndonesiaKekerasan SeksualPerempuan
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Film Indonesia tentang Selingkuh yang Lebih Baik dari Film Selesai terminal mojok.co

Rekomendasi Film Indonesia tentang Selingkuh yang Lebih Baik dari Film Selesai

23 Agustus 2021
Meluruskan Salah Paham Femme Fatale: Perempuan Bukan Sumber Bencana terminal mojok.co

Meluruskan Salah Paham Femme Fatale: Perempuan Bukan Sumber Bencana

17 Desember 2020
Realitas Film Indonesia

Realitas Film Indonesia

2 Mei 2019
Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan oleh Ester Lianawati: Mari Menjadi Perempuan "Liar"

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan oleh Ester Lianawati: Mari Menjadi Perempuan “Liar”

27 Agustus 2023
Stop Bilang Tapi kepada Penyintas Kasus Pelecehan dan Kekerasan Seksual, Biarkan Mereka Bersuara! MOJOK.CO

Coba Kalau Dibalik Pala Kau, Fokus pada Kasus Kekerasan Seksual, Bukan yang Lain!

10 Februari 2023
4 Alasan Kamu Perlu Nonton KKN di Desa Penari: Biar Nggak Ketinggalan, Bos! Terminal Mojok.co

4 Alasan Kamu Perlu Nonton KKN di Desa Penari: Biar Nggak Ketinggalan, Bos!

18 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.