Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Apa yang Harus Dilakukan jika Kita Termasuk Generasi Sandwich

Maria Kristi oleh Maria Kristi
22 Juli 2020
A A
generasi sandwich cara mengatasi cara menghadapi mojok.co

generasi sandwich cara mengatasi cara menghadapi mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini akun Twitter Revina mencuitkan keluhan tentang anak-anak (dari keluarga miskin) yang harus membiayai sekolah adik-adiknya, membayar utang orang tua, dan sebagainya. Cuitan ini memperoleh 5.600-an retweet dan komentar serta 7.100-an likes. Banyak di antara komentar balasan yang menganggap si embak ini over open minded dan nggak ada akhlak. Tapi banyak pula yang merasa nasibnya diwakili oleh cuitan ini, mereka adalah orang-orang yang termasuk dalam generasi sandwich.

Apakah generasi sandwich itu? Generasi sandwich adalah mereka yang “terimpit” dalam membiayai kehidupan generasi sebelumnya, yakni orang tua, anggota keluarga lain, dan generasi masa depan, yaitu anak-anaknya. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh profesor dari Universitas Kentucky Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller pada 1981.

ADVERTISEMENT

Apa yang harus dilakukan jika kebetulan kita termasuk salah satu dari generasi ini? Berikut beberapa saran dari saya.

#1 Bersyukur

Membaca tips pertama ini, mungkin ada yang berpikir, “Yang bener aja lu? Gue harus biayain orang tua, adik-adik, dan anak-anak gue dan harus bersyukur?”

Saya serius. Bisa dikatakan bersyukur adalah koentji. Dengan bersyukur, langkah-langkah selanjutnya tidak akan terasa terlalu berat lagi.

Bersyukur untuk apa? Yah, bersyukur karena orang tua kita tidak memutuskan untuk membuang kita waktu kecil, bersyukur bahwa kita tetap bisa tumbuh dewasa bahkan memiliki penghasilan sendiri, bersyukur karena masih diberi kesehatan. Pokoknya bersyukur dulu deh.

#2 Rundingkan dengan orang tua

Langkah ini cukup berat, apalagi jika kita memiliki orang tua yang otoriter. Sudah minta dibiayai, otoriter pula (eh!) Tapi tetap saja perlu dilakukan.

Rundingkan pada orang tua, berapa kesanggupan kita membiayai orang tua. Jangan sampai kita sendiri kesulitan untuk hidup. Yang perlu dibiayai adalah kebutuhan orang tua, bukan keinginan. Jadi kalau orang tua minta gonta-ganti mobil, beli tanah (lagi), renovasi rumah untuk yang kesekian kalinya, jangan ragu untuk menolaknya.

Baca Juga:

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

Demikian pula jika kita harus membiayai sekolah adik-adik. Rundingkan dengan mereka berapa banyak kemampuan kita membiayai mereka, jangan sampai mereka sudah lulus S-1, eh malah lanjut S-2 tanpa bekerja terlebih dahulu dan masih minta kita biayai. Intinya penuhi kebutuhan keluarga, bukan keinginan mereka. Karena kita semua tahu bahwa untuk usia berapa pun, memenuhi keinginan (alih-alih kebutuhan) itu bukan tindakan yang bijaksana.

#3 Kerja sama dengan saudara

Jangan gengsi untuk minta bantuan adik atau kakak kita, terlebih jika kita merasa kewalahan untuk menanggung hidup orang tua. Jangan karena kita anak laki-laki satu-satunya lalu merasa wajib menanggung seluruh kebutuhan hidup orang tua (padahal tidak mampu). Kasihan orang tua kita, kasihan pula anak-anak kita.

Memang ada ajaran agama yang mengatakan bahwa seluruh harta anak laki-laki adalah milik orang tuanya, itu berarti orang tua berhak untuk meminta 100 persen penghasilan kita. Tapi kita juga memiliki kewajiban untuk membiayai anak-anak kita bukan? Jangan gengsi. Orang tua yang baik pasti akan memikirkan nasib anak dan cucunya.

#4 Jaga kesehatan

Jangan karena harus menanggung hidup orang tua dan menyekolahkan adik-adik, kita jadi jahat pada diri sendiri: lembur terus-menerus, begadang demi menyelesaikan proyek, makan makanan instan demi menghemat uang, dan sebagainya. Kesehatan kita perlu dijaga. Kita tidak bisa menghasilkan uang jika kita sakit, bukan?

Semakin banyak yang bergantung pada kita, semakin kita harus menjaga kesehatan kita. Nantinya tubuh yang sehat menjadi modal agar kita tidak perlu membebani anak-anak kita untuk merawat orang tua yang sakit-sakitan.

#5 Atur keuangan kita

Meskipun berat, usahakan untuk selalu mengatur keuangan kita. Sisihkan sebagian penghasilan sebagai dana cadangan. Besar dana cadangan yang harus dikumpulkan kurang-lebih 6 bulan pengeluaran bulanan jika kita belum menikah dan 1 tahun pengeluaran bulanan jika kita sudah berkeluarga. Jika dana cadangan ini sudah terkumpul, kita dapat mulai menyisihkan uang untuk investasi dan dana pensiun. Jangan sampai di kemudian hari kita membebani anak-anak kita karena tidak mempersiapkan masa pensiun.

#6 Pelajari hal-hal baru

Meskipun kesannya tips terakhir ini jauh panggang dari api, namun dengan mempelajari keterampilan baru kita meningkatkan kemungkinan memperoleh promosi di tempat kerja, atau kemungkinan memperoleh pekerjaan baru dengan penghasilan yang lebih baik. Keterampilan yang kita pelajari ini pun bisa saja menjadi sumber pendapatan nantinya di masa pensiun sehingga tidak perlu membebani anak-anak kita.

Keterampilan apa yang perlu kita pelajari? Terserah Anda, apa pun yang menarik minat dan bermanfaat dapat dilakukan. Bahkan ilmu sesederhana bertanam sayur-mayur pun dapat berguna di masa depan.

Nah, itu tadi beberapa tips yang dapat dilakukan jika kebetulan kita termasuk dalam generasi sandwich. Satu hal yang tidak saya sarankan: nyampah di Twitter, kecuali sudah siap dengan segala reaksi warganet.

BACA JUGA Repotnya Jadi Generasi Sandwich, Nggak Ngutangi Salah, Nagih Utang Juga Salah! dan tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2020 oleh

Tags: Anakgenerasi sandwichOrang TuaRumah Tangga
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

menjadi bapak

Menjadi Bapak

21 Mei 2019
Tidak Semua Orang Tua Ideal, Banyak yang Justru Menuntut Pamrih dari Anak terminal mojok.co

Quarter Life Crisis Datang saat Sudah Jadi Orang Tua

17 Agustus 2020
rumah tangga

Perkara Rumah Tangga, Sebaiknya Jangan Curhat di Media Sosial

18 Mei 2019
4 Pesan Drakor Juvenile Justice yang Penting untuk Parenting Terminal Mojok.co

4 Pesan Drakor Juvenile Justice yang Penting untuk Parenting

1 Maret 2022
panti jompo orang tua mojok

Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo Bukan Berarti Durhaka

24 Juni 2021
plastik berbayar

Mencintai dan Membenci Kebijakan Plastik Berbayar

23 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.