Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang

Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang Terminal Mojok

Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang (Unsplash.com)

Apa yang terlintas di kepala kalian jika mendengar “rumah kaca”? Perubahan iklim? Wahana permainan di tempat wisata? Atau malah grup musik indie-rock kenamaan asal Jakarta? Semuanya benar, dan nggak salah kalau kalian kepikiran hal-hal itu ketika mendengar frasa “rumah kaca”. Lain halnya jika frasa “rumah kaca” diucapkan oleh sebagian besar orang di Malang, frasa tersebut merujuk pada sebuah hotel yang kerap dikaitkan dengan tempat prostitusi.

Sebagian besar orang Malang, terutama orang Malang asli, sebenarnya sudah tahu perihal rumah kaca ini sejak lama. Namun, kabar ini naik lagi ke permukaan gara-gara tangkapan layar sebuah konten TikTok yang diupload oleh akun @ngalamfess di Twitter. Gara-gara twit itu banyak orang jadi bertanya-tanya “rumah kaca” yang dimaksud dalam konten TikTok tersebut. Ada juga sih beberapa orang yang sudah tahu dan memberi petunjuk. Namun saya yakin, orang Malang asli pasti tahu lah apa maksud “rumah kaca” tersebut.

Jadi, “rumah kaca” yang dibicarakan banyak orang itu adalah sebuah hotel kelas melati dengan tarif sekitar 100 ribuan per malam (bisa juga sewa per 12 jam) yang berlokasi di daerah Blimbing, Kota Malang. Hotel ini berada di bagian utara Kota Malang dekat dengan jalur utama Surabaya-Malang.

Lantaran lokasinya yang dilalui banyak kendaraan dari luar kota, hotel ini kerap dijadikan tempat peristirahatan sementara (transit) kebanyakan orang. Oleh karena itu pula hotel ini bisa disewa dalam jangka pendek atau istilahnya short time.

Kalau gitu, kenapa disebut “rumah kaca”? Jadi gini, beberapa ornamen di dalam hotel tersebut—terutama di kamar—terbuat dari kaca. Apalagi di bagian langit-langit kamar yang entah kenapa harus diberi kaca. Mirip seperti hotel berbintang atau vila yang ada di Bali lah. Bedanya, ini hotel kelas melati dan lokasinya berada di dekat perbatasan kota. Gara-gara banyak ornamen kaca itulah hotel ini mendapat julukan “rumah kaca”.

Hotel ini sebenarnya termasuk hotel yang legendaris. Kita bisa melihatnya dari bangunannya yang bergaya klasik tapi nggak klasik-klasik amat. Dari fotonya saja kita sudah bisa merasakan vibe hotel yang lawas banget. Nggak cuma soal bentuk fisik bangunan, cerita-cerita yang tersemat pada hotel ini juga sudah melegenda, terutama bagi orang Malang.

Rumah Kaca dan Prostitusi

Mari masuk ke bagian penting tulisan ini, yaitu tentang cerita dan track record Rumah Kaca. Orang Malang mengenal hotel ini bukan hanya sebagai hotel transit dan hotel murah, namun juga sebagai hotel yang kerap jadi tempat prostitusi. Kalau menyebut “rumah kaca” di kalangan orang Malang, pasti sudah tahu arahnya ke mana. Praktik prostitusi yang terjadi di sini juga sudah ada sejak lama alias kaet biyen, Sam!

Jangan bayangkan praktik prostitusi yang terjadi di sini seperti yang terjadi di lokalisasi. Praktik prostitusi di sini terjadi secara individual dan Rumah Kaca kebetulan jadi salah satu tempat praktik tersebut berjalan. Saya yakin, keterkaitan antara Rumah Kaca dengan prostitusi juga bukan sesuatu yang dikehendaki pihak hotel.

Namun istilah mestakung memang benar adanya. Bayangkan, lokasi Rumah Kaca ini jauh dari pusat kota. Lalu di sekitaran hotel dulu banyak sekali tempat hiburan mahal. Selain itu, harga sewa kamar yang ditawarkan juga sangat murah, bahkan kamar bisa disewa dalam jangka pendek atau short time. Seperti yang kita tahu, istilah short time dalam dunia penginapan erat kaitannya dengan hal-hal berbau prostitusi.

Maka nggak heran jika banyak pasangan muda-mudi—atau bahkan yang sudah nggak muda-mudi lagi—memilih Rumah Kaca sebagai tempat untuk memuaskan hasrat seksual mereka. Nggak cuma itu, para pekerja seks komersial atau pelaku open BO di wilayah Malang dan sekitarnya pun memilih hotel ini sebagai tempat mereka beroperasi. Lokasinya yang jauh dari pusat kota dan harganya yang murah tentu jadi pertimbangan utama. Paling harus was-was aja sih lantaran sudah beberapa kali ada razia yang menyasar hotel-hotel kelas melati seperti ini.

Itulah sedikit cerita mengenai Rumah Kaca di Malang yang erat kaitannya dengan prostitusi. Meski kalau bicara soal prostitusi di Malang, hotel ini masih kalah pamor dengan lokalisasi Suko, Kalibiru, atau Songgoriti yang memang sudah melegenda dan bahkan diketahui orang-orang dari luar Malang. Rumah Kaca ini skalanya kecil, dalam lingkup orang Malang saja. Yah, buat yang tahu-tahu aja, sih.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Rekomendasi Hotel Murah Dekat Alun-alun Malang di Bawah 500 Ribuan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version