Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

Iqbal AR oleh Iqbal AR
20 April 2026
A A
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kesan pertama yang terlintas di kepala soal rumah dekat kuburan adalah kesan horor atau hal-hal mistis lainnya. Berkat film-film horor, kuburan seakan-akan jadi tempat yang penuh setan. Dan, tinggal dekat kuburan berarti tinggal di dekat gudangnya setan. Itu mengapa, banyak orang menghindari punya rumah di dekat kuburan. 

Selain alasan-alasan berkaitan dengan setan, banyak orang ogah punya hunian dekat pemakaman karena memang kondisinya nggak enak. Salah satu saudara saya yang tinggal dekat kuburan menceritakan sisi enaknya. Kekurangan yang membuat tinggal dekat pemakaman jadi “horor”.

Rumah dekat kuburan”horor” bagi orang-orang yang gemar bersosialisasi

Ketika saya tanya tentang nggak enaknya tinggal di dekat kuburan, jawaban pertama dia adalah terlalu sepi. Ini memang sudah jadi konsekuensi, kalau tinggalnya di dekat kuburan, ya pasti bakal sepi. Orang yang introvert pasti suka, tapi bagi orang yang ekstrovert seperti saudara saya, sepi jelas menyiksa.

Di sekitar rumahnya, jam 7 malam sudah tak ada tanda-tanda kehidupan. Itu mengapa dia tidak betah di rumah. “Misal kalau pulang kerja sore, paling aku langsung mandi makan, terus jam 6 atau setengah 7 sudah keluar lagi. Biasanya ya main ke rumah temanku di gang sebelah, rame di sana,” curhatnya.

Lingkungan gang rumahnya memang sepi banget. Di gang tersebut, hanya ada 6 rumah, 1 vila pribadi, 1 gudang milik petani, lalu kebun buah dan sayur, baru kuburan. Nggak heran ketika orang yang ekstrovert macam saudara saya merasa “horor” tinggal di sana. Dia tidak bisa ngobrol, tidak bisa bersosialisasi. Lha wong sepi kok. 

Agak kurang nyaman kalau mau bikin acara besar di rumah

Selain perkara lingkungan yang terlalu sepi, nggak enaknya punya rumah dekat kuburan itu suka kurang nyaman kalau mau bikin acara di rumah. Apalagi acaranya yang agak rame, pasti ada perasaan sungkan. Sungkannya bukan ke tetangga, tapi ke kuburannya. Memang terdengar agak aneh, tapi itu yang terjadi.

Sepekan setelah Lebaran kemarin, kakaknya menikah. Keluarga bikin acara resepsi di rumah. Selayaknya resepsi pada umumnya, semua tetangga, teman, dan kerabat tentu diundang. Ada organ tunggal pula. Acara berlangsung lancar dan aman banget, nggak ada protes dari siapapun. Tapi nggak tahu mengapa, dia merasa  nggak nyaman aja.

“Kayak ada perasaan nggak nyaman aja, Mas,” ujarnya. “Bayangin, di situ ada kuburan, lalu di sini ada nikahan. Ada dangdutnya pula. Ramai banget. Sementara kalau kita ke kuburan atau ada di dekat kuburan kan harus tenang, nggak boleh berisik, nggak boleh macam-macam. Lha kemarin waktu resepsi), dangdutan sampe malam, ada yang minum-minum pula. Aneh, kan?” lanjutnya.

Baca Juga:

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

Saya bisa mengerti perasaan saudara saya ini. Dia merasa khawatir bahwa apa yang dia dan keluarganya lakukan (menggelar acara besar) seakan nggak menghormati ahli kubur. Bahkan, dia juga punya ketakutan bahwa para tamu merasa nggak nyaman datang ke acara yang ada di dekat kuburan.

Harga jualnya nggak bagus, dan cenderung susah laku

Kalau ini, kayaknya sudah jadi rahasia umum. Rumah atau properti yang lokasinya ada di dekat kuburan atau pemakaman memang secara nilai agak kurang. Harga jualnya kurang bagus, dan cenderung susah laku. Bahkan di beberapa kasus, rumah yang lokasinya dekat dengan kuburan ini nggak bisa diajukan sebagai KPR dan nggak bisa jadi agunan pinjaman bank.

Sebagai orang yang rumahnya ada di dekat kuburan, saudara saya nggak punya pengalaman itu. Tapi, dia punya cerita soal tetangganya yang dulu kesusahan menjual rumahnya. Rumah tetangganya ini yang  lokasinya paling dekat dengan pemakaman.

Menurut ceritanya, tetangganya dulu menjual rumah tersebut karena ingin ikut tinggal bersama anaknya di Kalimantan. Sialnya, mereka butuh waktu hampir 5 tahun untuk menjual rumah itu. Beberapa calon pembeli merasa keberatan dengan lokasi rumahnya yang terlalu dekat dengan kuburan. Padahal, secara harga sudah berkali-kali diturunkan. Harga cocok, tapi lokasi nggak cocok. Bukankah itu terdengar lebih “horor” dibanding hantu? Apalagi kalau sedang sedang BU alias butuh uang.

Akhirnya, kata saudara saya, rumah tersebut laku juga. Pembelinya adalah orang Surabaya, dan rumah itu lalu direnovasi, dijadikan vila pribadi yang hanya ditempati dua minggu sekali. Soal mengapa orang Surabaya ini akhirnya mau beli rumah yang dekat dengan kuburan, saudara saya ini nggak tahu, dan nggak pernah tanya juga, sih. Lha wong nggak akrab dan jarang ketemu juga.

Itulah 3 alasan tentang nggak enaknya punya rumah di dekat kuburan. Perkara tinggal dekat pemakaman ini nggak selalu soal horor atau mistis, kok. Ada hal-hal lain yang lebih rasional, yang lebih krusial, untuk diperhatikan.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh

Tags: hantuHororkuburanRumahrumah dekat kuburanrumah horor
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

tempat kkn

Tips Mencari Tempat KKN yang Konten-able

4 September 2019
Derita Punya Rumah Pinggir Sungai di Desa, Angan-angan Hidup Damai Rusak karena Banjir dan Reptil Mojok.co

Derita Punya Rumah Pinggir Sungai, Angan-angan Hidup Damai Rusak karena Banjir dan Reptil

17 Juni 2025
3 Tempat Horor di Tegal Warisan Kolonial Belanda

3 Tempat Horor di Tegal Warisan Kolonial Belanda

13 Agustus 2022
memborong rumah perumahan banguntapan mojok

Memborong Rumah untuk Investasi: Cuan bagi Pengusaha, Bencana bagi Rakyat Jelata

9 Oktober 2021
Punya Rumah Dekat SMP Negeri Banyak Masalah, Bikin Nggak Betah

Punya Rumah Dekat SMP Negeri Banyak Masalah, Bikin Nggak Betah

8 Februari 2024
asrama mahasiswa

Sosok Penghuni Asrama Mahasiswa yang Sebenarnya

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.