Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Romantisme Mas Pur dan Mbak Rinjani Ketika Jakarta Memberlakukan PSBB

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
20 April 2020
A A
Romantisme Mas Pur dan Mbak Rinjani Ketika Jakarta Memberlakukan PSBB

Romantisme Mas Pur dan Mbak Rinjani Ketika Jakarta Memberlakukan PSBB

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak saya menulis surat terbuka untuk Mas Pur, sinetron favorit nenek saya ini masih ngeyel syuting-nya dan sama sekali nggak kasih edukasi tentang pandemi corona. Padahal, dalam tulisan saya tersebut, saya yakin bahwa penikmat sinetron ini kebanyakan berangkat dari golongan menengah-kebawah. Memang, risiko pemilik pekerjaan yang nggak memiliki privilese untuk berdiam diri di rumah. Apa lagi Mas Pur itu tukang ojek dan baru saja menikah. Tapi, yang buat saya geleng-geleng adalah pesta pernikahan Bang Udin yang dirayakan secara besar-besaran seakan bahaya pandemi itu tidak ada. Ini Rawa Bebek berada di Bumi atau Planet Namex, sih?

Romantisme sinetron ini pun akhirnya berakhir dan menyerah ketika Pemerintah Jakarta menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus rantai pandemi. Tayangan Tukang Ojek Pengkolan pun kini hanya sebatas wisata masa lalu yang memutar tayangan-tayangan terbaiknya di masa lalu. Sekaligus, saya bisa bernapas lega lantaran kembang desa Rawa Bebek, Mbak Anissa, bisa beristirahat di rumah dan saya nggak perlu repot-repot mengingatkan Mbaknya untuk makan tiga waktu dan bobok yang cukup.

Nggak adanya episode terbaru sinetron ini, saya pun kangen sama celetukan-celetukan romantis khas Mas Pur. Saya pun membayangkan, apa saja ya yang dilakukan oleh Mas Pur dan Mbak Rinjani selama swakarantina guna mendukung kebijakan PSBB untuk memutus mata rantai pandemi corona? Pastinya, nggak bakal ada adegan Mas Pur eyel-eyelan sama Mas Jhon, nggak ada pula adegan Mas Pur mangkal di pangkalan ojek karena beginilah (((kemungkinan))) yang akan terjadi pada kisah kasih Mas Pur dan Mbak Rinjani.

Pastinya, adegan romantis dan percakapan yang bikin gemes bakal Mas Pur sajikan untuk istrinya tersayang. Jika saja ada kamera, Dilan dan Milea bakal salim sama pasangan ini. Cinta dan Rangga bakalan merasa kisah cinta mereka selama ini b aja. Siapa lagi? Adit dan Tita? Ah, mereka semua nggak ada apa-apanya jika dibandingkan sama Mas Pur dan Mbak Rinjani.

Pagi hari ketika mata masih kriyip-kriyip, Mas Pur yang baru aja bangun melihat istrinya yang sudah bangun dan sedang ngonceki bawang. Mas Pur pun langsung memiliki ide untuk memuji istrinya ini secara tersirat. Dengan belaga masih ngantuk, Mas Pur pun pura-pura bangun dengan terkejut. “Astaghfirullah…” kata Mas Pur nyebut.

“Eh, apa, Mas?” Mbak Rinjani yang sedang ngonceki bawang pun kaget dan melihat suaminya.

“Wah, jebul aku mimpi…,” kata Mas Pur ketika bangun tidur. Wajahnya nggak bisa menutupi, senyum-senyum lah Mas Pur, kumis tipisnya ngewel (gemeteran).

Mbak Rinjani paham bahwa suaminya ini lagi mau gombal. Ia menangkap maksud terselubung suaminya. “Mimpi apa, sih, Mas?” Mbak Rinjani mesem-mesem ngampet kemekelen.

Baca Juga:

Rahasia Tukang Ojek Pengkolan Mengalahkan Ojek Online

5+1 Alasan Menulis Skenario Sinetron Layak Jadi Pilihan Karier

“Eh,” Mas Pur kembali kaget-kaget manja setelah melihat wajah istrinya. Memegang tangannya dan mencubit-cubit kecil. “Jebul mas sedang ndak mimpi to.”

“Emang mimpi apa sih, Mas?”

“Tadi itu mimpi ketemu bidadari. Eh, jebul pas bangun bidadarinya masih ada,” Mbak Rinjani pun nyumpel mulut Mas Pur pakai bawang lantaran saking gemesnya.

Adegan pun berubah ketika mereka sarapan. Mbak Rinjani masak nasi goreng untuk menu pagi itu. Mas Pur pun memakannya dengan lahap. Mulut Mas Pur membuka maksimal, seperti vacum cleaner yang sedang nyedoti ini dan itu, mulut Mas Pur melahap apa saja yang ada di depannya.

“Mbok ya o pelan-pelan to, Mas, maemnya,” kata Mbak Rinjani yang nggak selera setelah melihat suaminya makan seperti jaran.

“Harus cepat-cepat, Dek.”

“Loh, kenapa kok cepet-cepet?”

“Takut ini semua cuma mimpi.”

“Kenapa kok mimpi?”

“Takut dimasakin sama bidadari seperti ini ternyata mimpi, makanya harus dinikmati cepat-cepat makannya,” Mbak Rinjani pun nyumpeli mulut Mas Pur pakai cobek lantaran saking gemesnya.

Adegan malam pun lebih seru. Kini Mbak Rinjani sambat karena kebutuhan sehari-hari mereka telah habis. Mulai dari bahan pokok, rupiah yang biasa mereka dapatkan dengan cara bekerja di luar sampai sumpeknya mereka karena harus tinggal di kos-kosan sempit. Pasangan baru menikah ini pun tidur bersama, saling menatap eternit yang mulai jebol dan banyak rembesan air karena bocor.

Mbak Rinjani pun sambat, “Enak ya, Mas, jadi Keluarga Pak Sofyan. Bisa tidur di rumah megah, main bola di halaman rumah juga bisa. Lagi PSBB begini adek malah sadar satu hal, bahwa kesenjangan di depan mata.”

“Iya, di depan mata,” kata Mas Pur nimpali. Senyum-senyum tipis dan kumisnya seakan hendak mencolot.

“Emang dengerin apa yang adek omongin? Kok tiba-tiba bilang di depan mata. Apa coba yang di depan mata?”

Mas Pur pun ngadep samping, ngampet ngguyu sambil lihat mata istrinya, “kebahagiaan mas yang ada di depan mata.”

Mbak Rinjani pun nyumpeli mulut Mas Pur pakai bantal karena saking gemesnya.

BACA JUGA Kami Bersama Mas Pur: Slogan Para Pria Dengan Perjuangan Cintanya atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2020 oleh

Tags: mas purtukang ojek pengkolan
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

ferdi amira tukang ojek pengkolan keluarga ideal mojok.co

5 Alasan Keluarga Mbak Amira Tukang Ojek Pengkolan Adalah Keluarga Sinetron Idaman

2 Juli 2020
Menghitung Denda Pelanggaran PSBB yang Dilakukan Warga Rawa Bebek terminal mojok.co

Menghitung Denda Pelanggaran PSBB yang Dilakukan Warga Rawa Bebek

1 Oktober 2020
5+1 Alasan Menulis Skenario Sinetron Layak Jadi Pilihan Karier (Pixabay)

5+1 Alasan Menulis Skenario Sinetron Layak Jadi Pilihan Karier

19 Oktober 2022
Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

Surat untuk Mas Pur, Tukang Ojek yang Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Corona

31 Maret 2020
bang ojak tukang ojek pengkolan penghasilan tukang ojek mojok.co

Menghitung Penghasilan Bang Ojak Tukang Ojek Pengkolan Selama Pandemi Corona

31 Juli 2020
tukang ojek pengkolan pak sofyan penghasilan kekayaan mojok.co

Tukang Ojek Pengkolan Sebaiknya Menghilangkan Tokoh-tokoh Tidak Penting Ini

4 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.