Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
18 Juli 2026
A A
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Review Mie Gacoan Bangkalan, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian produk mi pedas di Bangkalan Madura, agaknya Mie Gacoan sudah jadi primadona di hati warganya. Buktinya, gedungnya paling besar, konsumennya paling ramai, bahkan mungkin banyak yang langganan ke sana saat makan siang. Saya pun tiap makan di restoran mi pedas ini pasti bertemu teman yang kebetulan juga mampir ke Gacoan.

Entah karena tidak ada pesaingnya, atau memang jadi favorit masyarakat, intinya Mie Gacoan saat ini sedang hits di Bangkalan Madura.

Namun, tidakkah kalian merasa bahwa Mie Gacoan di Bangkalan Madura ini punya perbedaan yang mencolok dengan Mie Gacoan di kabupaten lain. Perbedaan yang saya maksud ini tak salah juga rasanya jika disebut sebagai anomali, sebab tak pernah sepertinya saya temukan di cabang Mie Gacoan lain. Bagi kalian yang belum merasakannya, berikut saya jelaskan!

#1 Stok tisu di Mie Gacoan lebih sering kosong

Yang namanya restoran dengan menu utama pedas, tentu saja saat mengonsumsinya para pelanggan akan dibuat berkeringat. Tak ragu pula, ingus yang ngalir dari lubang hidung akan sulit dibendung. Nah, maka dari itu, ketersediaan tisu seharusnya jadi persyaratan mutlak di Mie Gacoan. Tapi, untuk kasus di Bangkalan, saya heran kok tidak demikian.

Sudah beberapa kali saya ke Mie Gacoan Bangkalan, tisunya selalu kosong. Ketika saya tanya teman saya, dia bilang di sana memang tidak menyediakan. Entah, saya kurang tahu benar tidaknya. Tapi ternyata, keluhan saya ini juga saya temukan di review pelanggan di Google Maps. Berarti memang bukan saya saja yang merasa demikian.

Saya sendiri belum bisa menyimpulkan, apa betul tisunya memang selalu kosong atau memang tidak menyediakan?

#2 Pelanggan Mie Gacoan cewek dan cowok punya jadwal sendiri 

Mungkin ini nggak bisa dibilang kekurangan. Cuma, kayaknya tetep harus saya tulis karena ini bikin saya heran.

Anomali berikutnya yang cukup kentara yakni adanya aturan tidak tertulis mengenai jam pelayanan cowok dan cewek. Ini sesuai pembacaan saya ya. Jadi, kalau kalian berkunjung ke Mie Gacoan Bangkalan di siang hari, maka meja di sana akan didominasi oleh konsumen perempuan. Mungkin ada yang laki-laki, tapi jauh lebih ramai perempuan. Iya

Baca Juga:

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

Nah, itu berbeda jika kalian ke sananya pas malam-malam. Di Mie Gacoan Bangkalan, semakin malam, pelanggannya akan semakin didominasi laki-laki. Mereka pun datangnya secara bergerombol, dan tentunya sarungan. Saya yakin itu adalah fenomena yang nggak kalian temukan di Mie Gacoan lain selain di Bangkalan Madura.

Ya, sebagai orang Madura, saya tak heran sih dengan hal ini. Mungkin karena di sini perempuan disarankan jangan keluar malam-malam, makanya makin larut malam, laki-laki makin mendominasi Mie Gacoan.

#3 Aturan dilarang merokok hilang

Akibat anomali kedua yang telah saya jelaskan itu, muncul anomali lain yang bagi saya cukup kelewat batas. Anomali tersebut yakni hilangnya aturan dilarang merokok di Mie Gacoan saat malam. Maksud saya bukan benar-benar dihapus ya, tetapi akhirnya tidak ada yang memedulikan aturan tersebut. Konsumennya seperti bebas merokok di mana saja.

Ya, tentu saja ini adalah hal yang tidak baik. Sebab, sebetulnya Mie Gacoan sudah menyediakan ruang terbuka bagi yang ingin merokok. Mungkin hal ini dianggap tidak apa-apa karena pas malam pengunjung perempuan lebih sedikit daripada saat siang hari. Tapi, bagi saya tetap saja itu tidak bijak jika kita membiarkannya.

Gini loh maksudku, bukankah korupsi itu tetap perbuatan dosa meski mayoritas pejabat kita melakukannya. Begitu pun merokok, itu tetap dilarang meskipun mayoritasnya merokok.

Lalu, Gaes, yang tidak kalah membuat saya heran dan geram, kadang ada pula perokok yang makin bertindak seenaknya. Misal kemarin, tiba-tiba ada yang membuang puntung rokoknya ke lantai sambil berjalan di samping saya. Pertama, ini bukan rastoran nenek moyangnya. Kedua, tempat sampahnya sangat jelas ada di depan mata. Haduh, parah!

#4 Meja berminyak meski sudah dilap

Anomali berikutnya yang cukup mengganggu kenyamanan saya sebagai pelanggan yakni terkait kebersihan. Beberapa kali saya kesana, saya sulit sekali mendapat meja yang bersih. Kadang ada meja yang masih menyisakan bekas makanan pelanggan sebelumnya atau mejanya masih terasa berminyak. Padahal sudah dibersihkan.

Ya, karena sudah tidak ada lagi akhirnya saya sering pula terpaksa mengambil meja seadanya. 

Tapi anehnya, masalah seperti ini bukan di siang hari saja. Kalau malam pun, pas antrian lagi sepi-sepinya, mejanya juga terasa berminyak. Saya sampai heran, apa iya ada pembersih yang memang bikin meja terasa berminyak. Entah lah, saya bingung.

Demikian sejauh pengalaman saya berkunjung ke Mie Gacoan Bangkalan. Ya, saya akui sih, untuk sekarang belum ada merek mi pedas yang mampu menyaingi Mie Gacoan di kabupaten ini. Makanya, anomali-anomali ini tidak jadi masalah.

Tapi, jika anomali yang saya jelaskan di atas terus menerus dibiarkan, jangan kaget ya kalau suatu saat banyak pelanggan yang pindah tempat.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2026 oleh

Tags: bangkalan maduramie gacoanmie gacoan cabang bangkalan
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi Mojok.co

Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi

10 November 2025
Banyak Tugu di Bangkalan Madura Jadi Tak Bermakna karena Pemerintahnya Tak Bisa Kerja Mojok.co

Bangkalan Madura, Gambaran Nyata Kawasan Metropolitan Paling Gagal, Bukannya Berkembang Malah Makin Timpang

18 Mei 2025
Bangkalan Madura, Kabupaten Amburadul Butuh Kerja Nyata (Unsplash)

Bagi Saya Warga Bangkalan Madura, Pemerintah Jawa Timur Hanyalah Pendosa yang Bikin Kabupaten Ini Terus Sengsara

19 Maret 2025
Warga Ibu Kota, Nggak Perlu Nyinyir kalau Orang Daerah Antre Mie Gacoan Terminal Mojok.co kudus

Jastip Mie Gacoan, Peluang Bisnis yang Menguntungkan. Jelas Cuan, Jelas Menambah Kesabaran!

22 Agustus 2023
Mie Gacoan di Kediri Itu Overrated Mie atau Pabrik Minyak, sih? (Unsplash)

Mie Gacoan di Kediri Itu Overrated, Teksturnya Kering dan kalau Dingin Langsung Jadi Pabrik Minyak

3 April 2024
Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan terminal mojok.co

Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan

14 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.