Review Septictank, Cerita Pandji Pragiwaksono Menyelami Dunia Politik – Terminal Mojok

Review Septictank, Cerita Pandji Pragiwaksono Menyelami Dunia Politik

Artikel

Lebih dari dua bulan berdiam diri di rumah membuat saya bingung harus melakukan apalagi selain rebahan, makan, main hape. Setelah menemukan buku karya Pandji Pragiwaksono ini, saya memutuskan untuk menyebarluaskan review buku ini untuk pertama kalinya ke khalayak ramai agar tidak hanya dosen saya yang membacanya (itupun kalau beliau sudi untuk membacanya).

Septictank, buku terbitan PT. Bentang Pustaka ini adalah salah satu karya kepenulisan dari 8 buku yang sudah dibuat oleh Pandji Pragiwaksono. Pengalaman Pandji nyemplung ke dunia politik yang dia anggap seperti nyemplung ke kolam (maaf) tahi membuat dia menulis buku ini. Buku ini resmi dirilis pada 30 Maret 2019 lalu dalam sebuah acara Stand Up Comedy Special Show yang berjudul sama dengan buku. Buku ini dipagari dengan harga senilai Rp 79,000.

Politik adalah sesuatu yang rumit, penuh kejutan seperti cerita misteri yang tak berujung. Politik tidak pernah sesederhana seperti yang terlihat. Keterikatan Pandji dengan dunia politik berawal dari banyak hal yang membuatnya gelisah. Ketika akhirnya Pandji terseret lebih dalam dan terlibat sebagai tim kampanye, ada banyak hal mengejutkan yang ia tidak duga sebelumnya.

Di dalam pusaran politik

Empat bab awal buku ini menjelaskan seberapa dekat kehidupan Pandji Pragiwaksono dengan politik. Misalnya, uang yang ia hasilkan sendiri didapat dari Ardi Bakrie yang faktanya adalah anak dari politikus dan pengusaha Aburizal Bakrie.

Baca Juga:  Dilema Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Pandji menuliskan bagaimana politik menyelamatkan perekonomiannya yang sedang kurang baik pada 2007. Pandji berhasil membuat sebuah program TV bertemakan politik yang ditayangkan oleh Metro TV yang berawal dari sebuah tawaran dari kenalannya untuk membuat sebuah program TV. Lalu, pengalaman pertamanya menjadi tim kampanye Faisal Basri pada 2012 yang maju menjadi calon gubernur jalur perseorangan.

Pertemuan dengan Anies Baswedan

Pada bagian ini Pandji menuturkan bagaimana dia bertemu dengan sosok Anies Baswedan. Pertemuan bermula dari ajakan seorang teman untuk bertemu dengan Anies yang meminta saran dan dukungan karena dia ditawari oleh Partai Demokrat untuk mengikuti konvensi pemilihan calon presiden. Anies adalah orang yang membuat Pandji bergabung menjadi tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014.

Kemudian, pada 2016 Anies meminta bantuannya untuk menjadi juru bicara karena Anies dicalonkan menjadi calon gubernur. Awalnya dia ragu untuk membantu karena pengusungnya adalah PKS dan Gerindra. Partai tersebut adalah partai yang mereka berdua lawan ketika sama-sama menjadi tim kampanye Jokowi pada pilpres 2014.

Tapi karena sosok Anies dan tidak sejalan dengan Ahok yang pada saat itu melakukan banyak penggusuran yang melanggar HAM, Pandji akhirnya menyetujui tawaran tersebut.

Patah hati

Pada bagian inilah Pandji menceritakan patah hati yang ia alami. Pandji mengetahui secara langsung seberapa bising dan liarnya proses berpolitik di Indonesia. Pandji juga menjelaskan sikapnya terhadap orang-orang yang memilih untuk golput pada suatu pemilihan umum dan memberi empat kategori orang-orang yang memilih untuk golput.

Baca Juga:  Hikayat Kucing dan Kecoa

Pasca menceburkan diri ke kolam politik

Setelah mengalami patah hati, Pandji Pragiwaksono mendapat pelajaran bahwa politik itu tidak bisa berjalan pada satu pilihan yang sama dan memandang pilihan politik yang lain salah. Pada bagian akhir buku ini Pandji memberikan beberapa starter pack yaitu starter pack berdemokrasi dan starter pack berpolitik.

Hal ini ia tujukan untuk pemuda Indonesia dalam berpandangan dan mengambil sikap politik, karena sesungguhnya politik sangat berdampak pada sendi-sendi kehidupan. Semua kebijakan yang dihasilkan Pemerintah Indonesia dihasilkan dari proses berpolitik. Pandji Pragiwaksono mengajak dan mengimbau kepada anak-anak muda Indonesia bahwa anak muda boleh untuk tidak terjun ke dunia politik tapi jangan sampai kita tidak peduli dengan politik.

BACA JUGA Dark Joke Pandji Pragiwaksono dan Kebingungan atas Humor Kita.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.