Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus

Virgilia Puput K. oleh Virgilia Puput K.
22 September 2023
A A
Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus

Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya berasal dari suku Jawa, sementara suami saya orang Flores. Saya mengajarkan anak saya kalau dia adalah anak dari keluarga JAFLO alias Jawa Flores.

Beberapa hari lalu, saya dan seorang kawan makan di sebuah kedai. Ketika sedang menunggu pesanan kami datang, seorang bapak yang berada di meja yang sama bertanya kami orang mana.

“Saya orang Jawa, Pak,” jawab saya.

“Saya malah bingung kalau bapak nanya begitu, soalnya bapak saya orang Padang, ibu saya orang Sunda. Sementara saya numpang lahir di Bukittinggi dan besar di Tangerang,” jawab teman saya.

Mendengar jawaban teman saya, saya jadi membayangkan seandainya pertanyaan si bapak ditanyakan pada anak saya, kira-kira apa jawabannya ya? Apakah akan sepanjang jawaban kawan saya ini?

Saya orang Jawa yang menikah dengan orang Flores

Jadi begini, saya keturunan Jawa dan suami saya keturunan Flores. Kami berdua lahir dan besar di Jakarta, tapi lahir dari keluarga dengan suku yang sama bukan campuran. Sejak anak saya lahir, banyak orang yang bisa langsung menebak kalau suami saya orang Flores hanya dengan melihat anak saya, kebetulan waktu itu saya pergi sendiri. Sebaliknya, kalau anak saya sedang bersama bapaknya, nggak ada yang menebak dia memiliki darah Jawa. Anak saya memang cuma numpang lahir di saya, tapi blas nggak ada mirip-miripnya sama saya secara fisik.

Merujuk data BPS-Institute of Sout East Asian Studies tahun 2010, suku Flores ada di urutan 52 suku terbesar di Indonesia atau hanya sebesar 0,11%. Sementara suku Jawa memang masih belum tergantikan di posisi pertama.

BPS sendiri menyampaikan bahwa sulit mendefinisikan suku dan berharap pada identifikasi diri pengisi data sensus penduduk. Jika seseorang mendefinisikan suku berdasar pada kebiasaan hidup dan bahasa, maka anak suku campuran yang lahir di tanah rantau akan banyak memilih tanah kelahirannya sebagai suku. Akan tetapi kalau merujuk pada keturunan dan hubungan kekerabatan, anak suku campuran akan memilih salah satu dari suku orang tuanya.

Baca Juga:

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

Mendoktrin anak bahwa dia berdarah suku campuran

Sedikit banyak saya mendoktrin anak saya bahwa dia anak JAFLO, Jawa Flores. Saya dan suami banyak mendekatkan anak kami pada budaya dan bahasa Flores, Maumere lebih tepatnya, supaya dia tahu dan mengerti asal usul keluarganya.

Kenapa? Ya karena budaya Jawa dia bisa dapatkan dari kehidupannya sehari-hari, sementara budaya dari pulau yang jauh nggak bisa dia ketahui kalau sedang nggak ada momen khusus. Setidaknya kosakata sederhana yang digunakan sehari-hari oleh omanya bisa dia pahami. Di Hari Kartini, ketika diminta memakai pakaian adat, kami memakaikan pakaian adat Flores karena memang kami punya di rumah dan nggak perlu bayar sewa. Hahaha.

Pengetahuan budaya Flores di rumah kami bahkan sudah dimulai sejak saya dan suami memutuskan menikah. Bapak saya dulu memiliki keinginan jika anaknya menikah dengan orang yang bukan berasal dari suku Jawa, dipersilakan membuat acara sesuai adat pasangannya. Saya kurang tahu alasan bapak saya, tapi hal itu sangat diapresiasi oleh keluarga besan karena kebebasan seperti ini jarang terjadi.

Ketika saya bertanya pada anak saya seandainya ada yang bertanya dia orang mana, dia menjawab, “Aku anak Flores. Namaku aja ada Floresnya.” Ya nggak salah juga, sih, karena saya dan suami memang menyematkan kata Flores pada namanya dan lebih banyak memperkenalkan budaya Flores dalam kehidupan sehari-hari ketimbang budaya Jawa.

Pengenalan bahasa Jawa kami sebatas jawaban ketika dipanggil orang tua menggunakan kata “dalem” daripada “iya”. Atau sebatas lagu Jawa koplo yang sedang viral dan banyak dinyanyikan orang di sekitarnya.

Membayangkan betapa pusingnya petugas sensus seandainya ada banyak penyebutan untuk mendefinisikan kesukuan anak dari keluarga suku campur

Akan tetapi hal ini masih mengganjal di hati saya. Bagaimana nantinya anak saya akan mendefinisikan kesukuannya? Kenapa ini penting untuk saya? Karena saya ingin dia memiliki kebanggaan kedua suku yang dibawanya.

Apakah memungkinkan untuk menjadikan JAFLO atau PEJABAT (peranakan Jawa Batak) sebagai definisi kesukuan untuk anak suku campur? Bayangkan, ada berapa banyak penyebutan yang muncul dari ribuan suku di Indonesia. Petugas sensus penduduk pasti bakal keriting mencatatnya!

Di tengah kebingungan, saya bertanya pada suami, “Mau isi apa suku anak kita?”

“Nusantara,” begitu jawabnya.

Mendengar jawabannya, kok saya malah merasa seperti diskusi dengan Patih Gajah Mada, ya?

Penulis: Virgilia Puput K.
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nama yang Tak Identik dengan Suku, Bikin Bingung Masuk Komunitas Daerah Asal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 September 2023 oleh

Tags: FloresJawaKeluargaSuku
Virgilia Puput K.

Virgilia Puput K.

Budak korporat multi talenan yang senang menulis dan bercanda

ArtikelTerkait

tukang masak

Pesta, Peran Penting Tukang Masak dan Kebaikan yang Kalian Peroleh

13 Juli 2019
wabah di indonesia hindia belanda jawa pada masa lalu tahun kemerdekaan sebelum merdeka dokter belanda sampar pes disentri kolera mojok.co

Menggali Kisah Wabah Misterius yang Ternyata Dulu Pernah Melanda Desa Saya

26 Mei 2020
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Lebaran Ketupat di Jawa: Momen Penghiburan untuk Arwah Anak-anak

Lebaran Ketupat di Jawa: Momen Penghiburan untuk Arwah Anak-anak

22 April 2023
nggak enakan

Sulitnya Menjadi Orang yang Nggak Enakan

30 Juni 2019
5 Kosakata Bahasa Jawa Orang Demak yang Bikin Orang Bojonegoro Gagal Paham Mojok.co

5 Kosakata Bahasa Jawa Orang Demak yang Bikin Orang Bojonegoro Gagal Paham

11 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.