Rekomendasi Album Musik Pemacu Adrenalin Penghilang Bosan selama WFH (Bagian 2) – Terminal Mojok

Rekomendasi Album Musik Pemacu Adrenalin Penghilang Bosan selama WFH (Bagian 2)

Artikel

Beberapa pekan lalu saya membuat daftar rekomendasi album untuk didengarkan sembari bekerja dari rumah. Saya memasukkan album dari Under The Big Bright Yellow Sun, unit post-rock asal Bandung. Ada juga Niskala, unit post-rock asal Jogja. Unit emo dari America, American Football juga masuk dalam daftar. Tentunya, dan ini favorit saya, album terbaru dari JKT48 tak luput saya masukkan ke dalam daftar.

Memang hanya empat album yang saya rekomendasikan saat itu karena saya berpikir WFH dan sekolah dari rumah ini tidak akan berlangsung lama. Tapi ternyata sebaliknya, kebijakan ini diprediksi masih akan panjang dan entah kapan akan selesai.

Mengingat empat album jelas tidak cukup untuk menemani WFH kalian, saya akan coba rekomendasikan beberapa album lagi yang mungkin lebih variatif. Silakan disimak.

Rekomendasi album musik selama WFH #1 Zeke and The Popo – Space In The Headlines

Satu kata untuk album ini, legendaris. Mungkin masih banyak yang asing dengan nama Zeke and The Popo, selain karena band ini sempat vakum, musiknya juga agak aneh ketika didengarkan. Tapi coba saja dengarkan album yang dirilis tahun 2007 ini, dan resapi tiap musik, progrsi akordnya, dan tentu lirik-liriknya. Lagu andalan dari album ini adalah “Mighty Love”, “11 Trillion Woodcutters”, “Menu”, dan tentunya “C Song”.

Beberapa lagu dalam album ini juga masuk dalam kompilasi legendaris, JKT:SKRG, yang juga mengangkat band-band independen pada awal tahun 2000-an

Baca Juga:  6 Rekomendasi Pemain Unggulan Liga FPL Mojok

Rekomendasi album musik selama WFH #2 Pure Saturday – Pure Saturday (Self Titled)

Ini adalah album yang tidak kalah legendaris dan bisa dibilang menggebrak industri musik independen. Kalau ditanya siapa pionir band independen di Indonesia, salah satunya adalah Pure Saturday. Bayangkan saja, dengan memanfaatkan sisa shift studio dari Pas Band, Pure Saturday (bersama Puppen saat itu) berhasil menyelesaikan album ini dan menjualnya sebanyak 5.000 copy pada tahun 1996. Bagi musisi independen, ini jelas gebrakan baru dan sebuah motivasi tentunya untuk membuat album dan menjualnya tanpa bergantung pada label besar.

Album ini juga dianggap tonggak skena indie-rock di Indonesia. Lagu andalan di album ini ada “Kosong”, “Coklat”, dan tentunya “Desire”.

Rekomendasi album musik selama WFH #3 Slank – Tujuh

Formasi baru, warna musik baru, itulah kesan pertama dalam album ini. Album ini juga menjadi tonggak formasi baru Slank, setelah ditinggal Bongky, Indra Q, dan Pay. Masuknya Ridho, Abdee, dan Ivan membuat warna baru dalam musik Slank, segar dan renyah, meskipun terkadang kita masih rindu sayatan gitar Pay. Tapi itu terobati dengan permainan gitar Abdee yang bluesy. Album ini dirilis tahun 1997, dan ada 12 lagu di dalamnya. Ada lagu “Balikin” yang sangat tenar dan meraih beberapa penghargaan waktu itu.

Selain “Balikin”, lagu andalan di album ini adalah “Poppies Lane Memories”, “Kosong Sama Kosong”, “Terserah”, dan “Bimbim Jangan Menangis”.

Baca Juga:  Jurus Nyidat Menghindari Kemacetan Saat Lebaran

Rekomendasi album musik selama WFH #4 The Sigit – Visible Idea of Perfection

Kalau di tiga album sebelumnya masih kurang memicu adrenalin, album ini adalah salah satu jawabannya. Perpaduan antara lirik bahasa Inggris, sound rock jadul, dengan suara Rekti, sang vokalis, yang khas menjadikan album ini pantas masuk salah satu album terbaik Indonesia sepanjang masa. Tidak perlu menjelaskan banyak tentang album hebat ini. Dengarkan saja “All The Time”, “Clover Doper”, dan “Black Amplifier” untuk tahu lebih dalam. Ingat, selalu kencangkan volume ketika memutar lagu-lagu di album ini!

Rekomendasi album musik selama WFH #5 Burgerkill – Beyond Coma and Despair

Kalau masih kurang adrenalin, album ini pantas menjadi jawaban. Ini salah satu album terbaik, baik itu spesifik di ranah metal, maupun di industri musik secara umum. Album ini juga menjadi album terakhir Alm. Ivan Scumbag bersama Burgerkill. Beliau meninggal sesaat sebelum album ini dirilis. Sound khas metal yang berat dan kencang, serta aroma kematian jelas mendominasi lagu-lagu di album ini. Coba saja untuk mendengarkan “Darah Hitam Kebencian”, “Suffer to Death”, “Anjing Tanah”, lagu cover dari Puppen, “Atur Aku”. Saya bisa jamin, adrenalin kalian akan berada di puncak-puncaknya ketika mendengarkan album ini. Ingat juga, selalu kencangkan volume ke level yang paling kencang ketika mendengarkan album ini!

Baca Juga:  5 Rekomendasi Film Asia di HBO GO yang Menarik untuk Ditonton

BACA JUGA Rekomendasi Album untuk Menemani Kalian yang Sedang Work from Home dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.