Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ramalan Zodiak Dipercaya, tapi Agama Tidak. Padahal Konsepnya Mirip lho

Yoga A. Pratama oleh Yoga A. Pratama
4 Maret 2021
A A
Percaya Ramalan Zodiak, tapi Tidak Percaya Agama padahal Konsepnya Mirip terminal mojok.co

Percaya Ramalan Zodiak, tapi Tidak Percaya Agama padahal Konsepnya Mirip terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Di lini masa medsos saya sempat ramai soal agama vs zodiak. Semua ini bermula dari sebuah potongan video yang beredar. Dalam video tersebut, tiga orang influencers berbincang soal ramalan zodiak. Yang satu meminta kawannya menerawang kepribadiannya. Satu kawan lainnya menerawang perihal romantic relationship-nya. Diskusi berlangsung dengan bahasa Indonesia dan campuran aksen Jakselian English yang khas.

Kemudian netizen lain bereaksi dengan melempar ungkapan yang menggelitik, “Agama diragukan, zodiak dipercaya.” Saya pun ikut ngakak.

Siapa sangka ternyata respons dari netizen ini mengundang banyak netizen lainnya untuk mengungkapkan ide yang sama, kenapa ada orang yang skeptis terhadap agama, tapi di sisi lain memercayai ramalan zodiak?

“Loh, ya agama dan zodiak beda dong, Bos!” Anda mungkin akan berkata demikian. Akan tetapi, sebentar dulu, sadarkah kita kalau agama dan zodiak merupakan sama-sama sistem kepercayaan? Dua-duanya bersifat abstrak. Tiada bentuk nyatanya. Dua-duanya adalah bentuk belief, yang dipercaya oleh pengikutnya masing-masing.

Lalu, permasalahannya di mana? Usut punya usut, salah satu influencers dalam video tersebut merupakan influencer yang sempat skeptis atau mengkritisi agama-agama yang ada. Di akun medsos pribadinya, dia sempat menulis kurang lebih seperti berikut: “Tau nggak sih kalian kalau agama itu buatan manusia?”

Melihat seorang influencer yang mengkritisi agama institusional yang sudah terbangun selama berabad-abad, tapi di sisi lain mendiskusikan perihal ramalan zodiak dengan serius tentu adalah sebuah pemandangan yang lucu. Maka wajarlah saya ngakak. Situasi ini tampaknya pantas dideskripsikan oleh peribahasa “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”. Dari sini pulalah celetukan “agama diragukan, zodiak dipercaya” dari netizen berasal.

Lha, keduanya sama-sama bentuk kepercayaan, kok. Sebuah sistem kepercayaan hampir selalu melibatkan eksistensi entitas yang lebih tinggi dan powerful dari manusianya sendiri. Entitas ini memiliki konsep dan nilai-nilai tertentu yang dipercayai oleh pengikut-pengikutnya. Dalam agama, figur Tuhan adalah entitas itu. Dalam horoskop, entitasnya berupa bintang-bintang.

Dalam agama Islam, misalnya, dikenal konsep lauhul mahfudz, sebuah kitab abstrak yang di dalamnya tercatat segala peristiwa mengenai alam semesta beserta isinya, termasuk ketetapan takdir individu manusia. Lha, ya zodiak juga sama saja. Ahli-ahli astrologi percaya kalau posisi benda-benda langit bisa memperkirakan takdir masa depan dan memengaruhi kepribadian serta kehidupan seseorang.

Baca Juga:

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Curhatan Santri: Kami Juga Manusia, Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian

Tapi, ya sudahlah. Manusia pada dasarnya memang begitu, akan selalu butuh entitas di luar dirinya yang lebih powerful karena kita semua tahu dari lubuk hati terdalam kalau kita ini adalah makhluk yang lemah dan terbatas. Kita tidak mampu dan tidak akan pernah mampu mengontrol segala hal.

Bedanya, yang religius menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Pencinta horoskop menyerahkan segalanya kepada ramalan zodiak. Kaum edgy Indonesia menyerahkan segalanya pada semesta dengan mengatakan “biarkan semesta bekerja”. Tapi, ya balik lagi, baik Tuhan atau zodiak atau semesta adalah entitas superior yang kita percaya bisa memberi pertolongan pada manusia yang tak berdaya ini.

Dari sini, kita belajar kalau manusia tidak akan pernah lepas dari belief, atau setidaknya faith. Kepercayaan abstrak ini sejatinya bukan hanya sekadar kebutuhan, akan tetapi juga keniscayaan. Maksudnya, terdapat sisi psikis yang senantiasa selalu ada dalam diri manusia di mana figur-figur abstrak semacam Tuhan bersemayam. Secara psikologi, manusia memang didesain demikian.

Bapak psikoanalisis modern Sigmund Freud mengemukakan kalau manusia mempunyai tiga tatanan psikis: alam bawah sadar, alam sadar, dan superego (nilai-nilai dari luar diri yang diserap oleh diri sehingga menjadi nilai-nilai yang dipegang teguh sebagai prinsip). Sederhananya, entitas superior macam Tuhan beserta nilai-nilainya berada pada tatanan superego ini karena berasal dari luar diri.

Namun, jangan salah, tatanan psikis dalam diri ini bukan tempat tinggal Tuhan, melainkan tempat tinggal “figur” Tuhan. Kenapa figur? Sebab figur ketuhanan dan nilai-nilainya yang bersifat abstrak bisa diganti oleh figur-figur abstrak lainnya.

Sebagai contoh, kalau nggak percaya eksistensi Tuhan, Anda bisa mengisi kekosongan ruang superego ini dengan figur-figur abstrak lainnya seperti ideologi, ilmu pengetahuan, nilai tukar uang, semesta, termasuk horoskop—atau apa pun yang menurut Anda bernilai abstrak, superior, dan mampu menolong ketidakberdayaan Anda sendiri.

Nilai-nilai entitas superego ini kemudian Anda serap ke dalam diri sehingga menjadi prinsip hidup yang dipegang kuat. Dengan demikian, Anda akan menjalani kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai superego yang Anda anut.

Kalau religius, misalnya, Anda akan memandang kehidupan berdasarkan agama yang Anda peluk. Nilai-nilai agama itu akan tampak dari cara Anda memilih makanan, berbicara, berpakaian, dan menilai baik-buruk suatu hal.

Contoh lain, kalau berhaluan ideologi feminisme, Anda akan melihat segala hal dari sudut pandang feminisme. Seorang feminis punya indikator nilai baik-buruknya sendiri. Bagi seorang pria feminis, misalnya, melakukan catcalling dan melempar guyonan misoginis adalah buruk nilainya dan tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur feminisme sehingga harus dihindari, seperti muslim taat yang harus menghindari maksiat seks bebas karena dalam agamanya itu bernilai buruk.

Termasuk ketika Anda “menuhankan” horoskop atau ramalan zodiak. Anda akan memandang segala aspek kehidupan berdasarkan zodiak. Anda akan menilai seseorang berdasarkan zodiaknya, Anda akan menilai sifat diri yang buruk karena zodiak Anda, peruntungan, keuangan, dan karier Anda digantungkan pada zodiak, begitu pula perihal hubungan asmara Anda. Begitu seterusnya.

Konsep Tuhan, ideologi, dan zodiak sama-sama bersifat abstrak. Anda boleh saja mengaku tak bertuhan dan tak beragama. Namun, bisa jadi di sisi lain Anda menjunjung tinggi nilai-nilai abstrak lain seperti zodiak atau ideologi tertentu. Ketika Anda berhaluan ideologi tertentu dan memercayai horoskop, bagi saya itulah “agama” Anda walau Anda tak memeluk suatu agama yang sudah terinstitusionalisasi atau, katakanlah, “resmi”.

Intinya, agama dan zodiak sebetulnya punya kesamaan konsep dan fungsi. Maka wajar kalau netizen, termasuk saya, ikut ngakak melihat influencer yang tampaknya nggak sadar akan kesamaan-kesamaan ini. Pada akhirnya, diskusi fancy dan edgy mengenai zodiak hanyalah Ilmu Nujum 4.0.

BACA JUGA Jangan Kaget, Artikel Ramalan Zodiak Emang Sering Ditulis sambil Ngarang Bebas kok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2021 oleh

Tags: agamaramalan zodiakZodiak
Yoga A. Pratama

Yoga A. Pratama

Penulis di waktu luang.

ArtikelTerkait

Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media terminal mojok.co

Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media

26 Desember 2020
Model Dakwah Ala Kultum Pemuda Tersesat Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah terminal mojok.co

Kultum Pemuda Tersesat: Akhirnya Ada Wadah untuk Pertanyaan Liar Seputar Agama

1 September 2020
Mengubah Redaksi Azan dengan Seruan Jihad Itu Randomnya Minta Ampun terminal mojok.co

Mengubah Redaksi Azan dengan Seruan Jihad Itu Randomnya Minta Ampun

4 Desember 2020
Klasemen Zodiak Paling Ndakik Berdasarkan Tanggal Lahir Tokoh Anime ramalan zodiak

Ketololan Gaya Baru: Benci Orang Berdasarkan Zodiak

16 April 2021
agama

Kontekstualisasi Agama atau Seragamisasi Agama?

5 Mei 2019
Kiamat Tidak Akan Terjadi karena Pegunungan Makkah Jadi Hijau dan Cristiano Ronaldo Kumpul Kebo

Kiamat dalam Berbagai Versi Agama, dari Majusi Sampai Buddha

6 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.