Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Purwokerto Tidak Pernah Biasa Saja: Setelah Paksel, Hadirlah Paksu alias Ngapak Sunda

Sayyid Muhamad oleh Sayyid Muhamad
7 September 2025
A A
Panduan Menjadi Pendatang yang Cepat Betah di Purwokerto (Unsplash) ngapak

Panduan Menjadi Pendatang yang Cepat Betah di Purwokerto (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah tulisan saya sebelumnya menyoal tentang fenomena Paksel (Ngapak Jaksel) yang tampaknya juga masih hype di Purwokerto, secara organik muncul lagi fenomena bahasa baru di Purwokerto bernama Paksu (Ngapak Sunda). Sudah jelas para pelogat ini berasal dari tanah Sunda.

Beda halnya dengan Paksel sebelumnya, di mana lebih mencampur adukkan bukan hanya logatnya tapi juga pilihan diksinya. Lah Paksu ini hanya logatnya saja yang sunda, untuk diksinya full Jawa. Bisa dibayangkan bukan seperti apa?

Dalam video unggahan yang di upload oleh akun Instagram @bontot_joe, tampak jelas bagaimana konsep Paksu ini diaplikasikan.

Sebenarnya, istilah “ngapak” sendiri kurang tepat untuk memberi label pada dialek ini. Secara teknis, yang lebih tepat adalah dialek Banyumasan atau dialek Panginyongan, sebagaimana dijelaskan beberapa budayawan yang saya temui.

Tapi mau gimana lagi, istilah “ngapak” sudah begitu mengakar di pemahaman orang-orang, sampai ke sumsum kebiasaan bicara mereka. Jadi, meski secara akademis kurang pas, masyarakat tetap nyaman menyebutnya dengan Ngapak.

Jika Ngapak adalah manusia, maka dia jadi primadona

Kenapa semua bahasa ingin di-ngapak-kan? Apakah logat Ngapak secandu itu? Jawabannya, ya jelas. Penyampaiannya yang tegas, ritmis, dan gampang diingat membuat ngapak punya aura tersendiri. Dikombinasikan dengan diksi dari bahasa lain—seperti Paksu yang logatnya Sunda tapi kata-katanya Jawa—hasilnya tetap nyambung dan enak didengar.

Ngapak juga bekerja seperti magnet. Bahasa apa pun yang ditempelin logat ini terasa hidup dan menarik perhatian. Dari Paksel sampai Paksu, efeknya sama, orang ingin ikut nimbrung dan meniru gaya bicaranya, hingga terbentuk “keluarga bahasa” baru di Purwokerto yang unik dan nggak ngebosenin.

Makanya, kalau Ngapak itu adalah manusia, dia jelas bakal jadi primadona. Semua orang pengin dekat, ngobrol, bahkan meniru gaya bicaranya. Ngapak berhasil mencuri perhatian, membangun gaya komunikasi sendiri, dan sekaligus mengikat berbagai dialek dalam satu “keluarga bahasa” yang unik di Purwokerto. 

Baca Juga:

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

Paksel vs Paksu

Kalau Paksel itu logat Ngapak ketemu gaya Jaksel, maka Paksu adalah logat Sunda yang dikawinkan dengan diksi Jawa. Bedanya jelas, Paksel nggak cuma logat yang campur, tapi juga pilihan kata yang ikut “nge-blend”. Lain halnya dengan Paksu, yang lebih sederhana yaitu logatnya saja yang Sunda, sementara kata-katanya murni Jawa.

Hasilnya, Paksu terdengar unik dan gampang diikuti, berbeda dengan Paksel yang kadang bikin telinga bingung karena campuran logat dan diksi yang sengaja nge-blend. Orang-orang yang mencoba menirukan Paksu bisa langsung nyambung, tanpa harus mikir terlalu banyak soal pilihan kata. Inilah yang membuat Paksu cepat diterima, terutama di kalangan muda Purwokerto, dan membuatnya punya daya tarik sendiri sebagai logat “easy listening” dalam keluarga bahasa lokal.

Dari sisi penyebaran, Paksel muncul lebih dulu dan bisa disebut sebagai “kakak kandung” Paksu. Popularitas Paksel membuat orang-orang mulai mengenal logat campuran. Sehingga ketika Paksu lahir, orang pun lebih mudah menangkap perbedaannya dan cepat menirunya.

Paksu dan kreativitas konten lokal

Salah satu bukti hidupnya fenomena Paksu terlihat di akun Instagram @bontot_joe. Kontennya unik karena setiap unggahan menandai “hari kesekian orang Sunda di Purwokerto”, seolah-logat ini dicatat dari hari ke hari. Sistem ini membuat pengikut merasa terlibat langsung dalam perkembangan Paksu, sambil bisa menonton bagaimana logat lokal itu dimainkan dalam berbagai situasi sehari-hari. Ciri khas Paksu di akun ini adalah lewat ucapan, “wis didomong-domong” (gunakan logat sunda), yang kurang lebih berarti “sudah dibilangin”. 

Saya bisa memprediksi akan muncul perkawinan dengan bahasa lain. Mengingat Purwokerto adalah kota yang cukup heterogen, dengan interaksi antarwarga dari berbagai latar belakang dan budaya. Jadi wajar jika Ngapak akan mulai dicampur dengan logat atau kosakata lain.

Tolong bahasa Ngapak jangan sampai hilang 

Jika ada peribahasa “wong Jawa aja ilang jawane”, maka kita pun harus berkata “wong Banyumas aja ilang Banyumase”. Bukan apa-apa, ini memang hal yang harus diperhatikan. Bagaimana jika anak cucu kita tidak mengenal bahasa daerahnya padahal lahir dan besar pun di Purwokerto?

Fenomena Paksel dan Paksu memang seru dan kreatif, tapi sekaligus menjadi pengingat, bahwa jangan sampai logat asli hilang ditelan tren atau logat luar. Menjaga Ngapak berarti menjaga akar budaya, sekaligus memberi anak-anak dan generasi berikutnya rasa memiliki terhadap bahasa dan daerahnya sendiri.

Jadi, setelah membaca semua ini, apakah besok kita masih bakal bisa ngobrol dengan logat Ngapak murni tanpa terselip kata-kata Jaksel atau Sunda? Atau jangan-jangan nanti Paksu malah jadi bintang utama, sementara Ngapak cuma jadi figuran di percakapan sehari-hari?

Kalau sudah begitu, jangan-jangan generasi mendatang bakal asing dengan bahasa aslinya. Dari cara pengucapan, diksi, hingga istilah sehari-hari, semua bisa berubah jadi versi “modern” yang jauh dari Ngapak asli. Lalu kita cuma bisa bertanya-tanya, apakah mereka masih bakal ngerti apa artinya “kencot” atau cuma menebak-nebak sambil ketawa?

Penulis: Sayyid Muhamad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Purwokerto Adalah Daerah Paling Aneh karena Bukan Kota, Kurang Pas Disebut Kabupaten, Apalagi Menjadi Kecamatan. Maunya Apa, sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2025 oleh

Tags: bahasa ngapakBahasa Sundangapak jakselngapak sundapurwokerto
Sayyid Muhamad

Sayyid Muhamad

Santri penuh waktu, mahasiswa separuh waktu, insyaallah warga negara Indonesia seumur hidup.

ArtikelTerkait

4 Salah Kaprah tentang Unsoed yang Paling Sering Saya Dengar

4 Salah Kaprah tentang Unsoed yang Paling Sering Saya Dengar

6 Juli 2023
3 Lampu Lalu Lintas di Purwokerto yang Bikin Darah Tinggi

3 Lampu Lalu Lintas di Purwokerto yang Bikin Darah Tinggi

11 Juni 2023
Panduan Penggunaan Kata Mah dalam Percakapan Bahasa Sunda terminal mojok

Panduan Penggunaan Kata Mah dalam Percakapan Bahasa Sunda

22 November 2021
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
5 Tempat Pacaran di Purwokerto kalau Sedang Bokek, Suasana Romantis dan Murah Meriah Mojok.co

Sisi Gelap Purwokerto yang Harus Kalian Pahami sebelum Memutuskan Hijrah dan Pensiun di Kota Satria

21 Januari 2025
7 Aturan Tak Tertulis Tinggal di Kebumen (Unsplash)

7 Aturan Tak Tertulis ketika Menetap di Kebumen yang Harus Kamu Tahu Biar Nggak Kaget

4 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

25 Juli 2026
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.