Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Preman Pensiun Episode 7, Musim 1: Kang Mus Ditawari Pensiun Jadi Preman

Mohammad Hidayatullah oleh Mohammad Hidayatullah
7 Juni 2020
A A
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19

Share on FacebookShare on Twitter

Preman Pensiun episode 7 dibuka dengan wajah keseharian di rumah Kang Bahar. Pagi itu Kinanti bersiap untuk berangkat magang, sedangkan di ruang tamu Kang Bahar merayu supaya istrinya yang sakit itu mau sarapan sebelum minum obat. Ketika Kinanti pamit untuk berangkat, Kang Bahar berpesan agar berangkat dan pulangnya dijemput Amin saja, tidak usah minta anter temennya. Sepertinya Kang Bahar risih dengan sosok Aditya yang selalu mengantar Kinanti pulang.

Di lain keluarga, Kang Mus mempermasalahkan menu sarapan nasi kuning pagi itu. “Akang kan punya anak buah banyak, kalo akang ngomong terus gigi akang keliatan kuning gimana, wibawa akang jadi berkurang,” katanya. Tentu saja itu hanya basa-basi, Kang Mus tetap mau memakannya, mungkin tidak ingin merepotkan istrinya.

Pagi itu Juned juga sarapan dengan nasi kuning, akan tetapi ada yang berbeda, dia enggan dipanggil bos oleh Saep. Juned berdalih dirinya bukan bos lagi, saat Saep bertanya siapa bosnya, terdengar suara dari belakang, “Saya.” Lalu muncul seorang wanita, namanya Dewi, sang bos copet yang baru.

Sehabis sarapan Kang Mus mendatangi rumah Kang Bahar, di dalam pertemuan itu mereka membahas perihal pekerjaan menjadi seorang preman. Keresahan antara ketua preman dan tangan kanannya itu sama, bagaimana cara menjawab pertanyaan anak tentang jati diri seorang bapaknya.

“Apa yang kita kerjakan memang tidak bisa kita sendiri banggakan, apalagi dibanggakan oleh anak istri kita,” ucap Kang Bahar. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Kang Bahar dan Kang Mus berbohong ihwal jati dirinya sebagai preman di depan anak-istri mereka, barangkali mereka takut melihat anaknya kecewa mendengar jawaban sesungguhnya.

Puncak dari obrolan tersebut, Kang Bahar memberi pilihan “alternatif” kepada Kang Mus untuk mencari pekerjaan lain.

“Akang mecat saya?
“Enggak, Akang cuma ngasi pilihan.”

Pilihan tersebut diberikan supaya Kang Mus tidak perlu lagi berbohong menjawab pertanyaan anaknya kelak.

Baca Juga:

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Mawar Preman Pensiun, Tukang Parkir Terbaik dan Teramah di Indonesia, Wajib Jadi Contoh!

Mendengar ucapan itu Kang Mus tertegun dan mendadak bingung. Jika berhenti menjadi pengikut Kang Bahar, lantas dia harus bekerja sebagai apa, ditambah putrinya saat itu juga minta dibelikan hape baru.

Sementara itu, Ujang sebagai penagih iuran keamanan menemui kendala di jalanan, banyak pedagang kaki lima tidak mau membayar iuran keamanan, alasan utama karena harga BBM naik. Mendengar cerita itu, Kang Mus tidak mau tahu. Dia tidak peduli, iuran harus tetap berjalan. Bahkan ia sempat mengancam jika Ujang tetap tidak bisa menagih iuran keamanan, nasib dia akan sama seperti Kang Komar yang dibebastugaskan.

Di sisi lain, Ubed terus menagih janji manis Amin terkait pekerjaan menjadi wakil manajer. Tampaknya Amin belum siap untuk berkata jujur jikalau dirinya hanya sopir di rumah Kang Bahar. Sedangkan Saep yang masih membutuhkan partner terus membujuk Ubed agar mau kembali ke dunia percopetan. Tapi sayang, tekad Ubed mungkin sudah bulat, dia tetap menolak ajakan itu.

Pergantian bos copet dari Juned ke Dewi membuat Juned harus terjun ke lapangan bersama Saep, mereka satu tim sekarang. Akan tetapi, formasi baru itu kurang apik, mereka selalu gagal dalam beroperasi dan akhirnya seharian itu tidak mendapatkan dompet sama sekali. Mereka pun berasumsi jika keapesan muncul semenjak Ubed keluar dari lingkaran percopetan.

Sementara itu Kang Mus masih dengan perasaan bimbangnya, memikirkan pekerjaan apa yang cocok untuk dirinya, selain preman. Safira mulai mendesak untuk dibelikan hape pintar, kata dia hapenya paling jadul di antara teman-temannya. Kang Mus mengiyakan permintaan putrinya itu, dengan syarat ia harus pintar juga.
Safira kembali memastikan omongan bapaknya, “Awas ya kalo bohong,” tegas Safira sambil menunjuk. Melihat itu Kang Mus refleks memegang telunjuk anak nya dan menasihati, “Anak bapak itu harus pintar dalam hal pelajaran, bukan pintar mengancam.”

Setelah memastikan dirinya mempunyai keputusan atas kebimbangannya, kemudian Kang Mus bertemu lagi dengan Kang Bahar, dia mengungkapkan bahwa dirinya ingin beralih profesi menjadi tukang cukur.

Pastinya keputusan Kang Mus sontak membuat Kang Bahar bertanya-tanya, karena Kang Mus sendiri tidak mempunyai bakat mencukur. Namun Kang Mus meyakinkan kalau dia ingin belajar mencukur dari temannya di Garut sana.

Akan tetapi masih ada suatu hal yang mengganjal hati Kang Mus, dia kepikiran jika berhenti nanti bagaimana kelanjutan bisnis Kang Bahar itu. Mengingat istri Kang Bahar yang masih sakit, pun Kang Bahar tidak mempunyai cukup waktu untuk mengontrol anak buahnya ke jalan. Apalagi anak buahnya belum ada yang pantas untuk ditarik ke atas menggantikan dirinya.

“Jadi?” tanya Kang Bahar.
“Saya batal menjadi tukang cukur, mantap kerja sama Akang aja sampai nggak diperluin lagi,” jawab Kang Mus.

Demikianlah Preman Pensiun episode 7 ditutup. Kang Bahar tidak menanggapi lalu berdiri masuk rumah, meninggalkan Kang Mus sendirian di teras rumah.

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2020 oleh

Tags: preman pensiunPreman Pensiun Musim 1review sinetron
Mohammad Hidayatullah

Mohammad Hidayatullah

Mahasiswa kupu-kupu yang menganut kebebasan bergerak.

ArtikelTerkait

si doel anak sekolahan episode 9 musim 3 sarah dan zaenab ngobrol bareng mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 9, Musim 3: Sarah dan Zaenab Bicara dari Hati ke Hati

13 Juli 2020
Lirik Lagu Jamrud 'Kau dan Ibumu’ Nyuruh Kita Jangan Nangis, tapi Saya Malah Mewek mojok.co/terminal

Si Doel Anak Sekolahan Episode 25, Musim 3: Roy Mempermalukan Doel

1 Agustus 2020
si doel anak sekolahan episode 27 musim 3 si doel anak sekolahan episode 13 zaenab bicara berdua dengan doel mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 27, Musim 3: Sekarang Kita Tahu Anggapan Doel ke Sarah dan Zaenab

4 Agustus 2020
Pledoi Luna Sebagai Pelakor Hubungan Farel dan Rachel dalam 'Heart Series' terminal mojok.co rachel farel adipati dolken yuki kato ranti aria michele zudith

Pleidoi Luna sebagai Pelakor Hubungan Farel dan Rachel dalam ‘Heart Series’

23 Desember 2020
si doel anak sekolahan episode 1 musim 3 babe sabeni meninggal karena kecelakaan benyamin s meninggal dunia mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 1, Musim 3: Babe Sabeni Meninggal Dunia

2 Juli 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 21, Musim 1: Iwan Hampir Dihabisi Murad dan Pipit

15 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.