Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Prediksi Akhir Drakor Twenty Five Twenty One: Sad Ending dan Major Character Death?

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
24 Februari 2022
A A
Prediksi Akhir Drakor Twenty Five Twenty One Sad Ending dan Major Character Death Terminal Mojok

Prediksi Akhir Drakor Twenty Five Twenty One Sad Ending dan Major Character Death (Instagram tvN)

Share on FacebookShare on Twitter

Pasca-berakhirnya penayangan Bulgasal: Immortal Souls, penonton drama Korea kedatangan drama baru yang sudah ditunggu-tunggu. Drama fresh berjudul Twenty Five Twenty One bakal menemani akhir pekan para penonton hingga bulan April nanti. Tapi siapa sangka, drama yang tampak ceria ini rupanya berpeluang menciptakan huru-hara di kalangan para pemirsanya.

Drama yang dibintangi oleh Kim Tae Ri dan Nam Joo Hyuk ini memang sudah memicu overthinking sejak kemunculan poster relationship chart-nya. Sebab, di poster yang menunjukkan relasi antartokoh tersebut tertulis bahwa nama anak Na Hee Do adalah Kim Min Chae. Iya, marganya Kim. Sementara Yi Jin bermarga Back. Gara-gara hal ini, penonton sudah mulai mempersiapkan hati untuk mengantisipasi kalau di akhir nanti Hee Do dan Yi Jin nggak endgame.

Bukan hanya itu, poster drama ini pun membuat hati berburuk sangka. FYI, Twenty Five Twenty One punya banyak poster, di antaranya character poster, main poster, dan special poster. Di character poster yang menampilkan Na Hee Do dengan pakaian jumpsuit dan Baek Yi Jin dengan jaket denim, tersimpan banyak teori yang mungkin menjadi pertanda bahwa drakor ini akan punya sad ending. Selain perkiraan bahwa Hee Do dan Yi Jin yang nggak endgame, ada pula teori yang tercetus bahwa salah satu tokoh utamanya bakal kembali ke Yang Maha Esa. Wah, kok bisa? Mari simak alasan-alasan berikut ini.

#1 Yi Jin dan Hee Do tidak bertatapan

Character poster Twenty Five Twenty One tampak gemas sekali dengan Baek Yi Jin yang menatap Na Hee Do di atas lembaran koran dan buku, seakan-akan mereka adalah manusia berukuran mini. Tetapi, keimutan poster ini nggak akan terlihat sama ketika poster ini disandingkan dengan dua drama pendahulu yang ending-nya menyakitkan banget, yaitu salah seorang tokoh utamanya meninggal dunia.

Character Poster Twenty Five Twenty One (Instagram tvN)

Mari kita menyandingkan Twenty Five Twenty One dengan drama Youth of May dan Snowdrop. Di dua drama itu, karakter yang ditatap sekaligus tidak menatap balik terbukti wafat di akhir kisah. Di poster Youth of May, Hwang Hee Tae memandangi Kim Myung Hee dengan penuh kasih, namun Kim Myung Hee justru tidak balik menatapnya. Sementara di poster Snowdrop, Lim Soo Ho tidak membalas tatapan Eun Young Ro. Mirip, kan, dengan poster Twenty Five Twenty One? Bedanya, ada kemungkinan bahwa Yi Jin lah yang akan menemui Tuhan terlebih dulu.

#2 Pasangan yang tepat di waktu yang salah

Di character poster Twenty Five Twenty One, terlihat Hee Do berdiri di atas koran yang menampilkan sebuah artikel. Artikel itu memberitakan bahwa Go Yu Rim adalah atlet anggar termuda yang paling nggak diekspektasikan untuk memenangkan kompetisi anggar internasional. Namun Yu Rim justru menjadi jawara di akhir. Di koran itu pula tercatat musim kompetisi tahun 1997-1998.

Dari poster, kita bisa tahu bahwa drama ini mengambil latar waktu ketika Korea Selatan dilanda krisis moneter tahun 1998. Krisis finansial yang melanda satu negara ini menyebabkan status sosial ekonomi banyak orang anjlok.

Krisis Moneter di Korea (Shutterstock.com)

Latar waktu tahun 1998 mungkin merupakan sebuah kode bahwa Hee Do dan Yi Jin pada akhirnya tidak dapat bersatu. Lagi-lagi merujuk pada Youth of May dan Snowdrop, keduanya sama-sama mengadaptasikan konflik nyata di Korea Selatan. Cerita Youth of May berlangsung ketika terjadi Pemberontakan Gwangju pada 1980. Sementara Snowdrop memilih tahun 1987 ketika Korea Selatan berada di bawah pemerintahan diktator yang kemudian memicu perlawanan dari gerakan pro-demokrasi. Waduh, apakah Hee Do dan Yi Jin bakal menyusul takdir yang sama seperti dua pasangan di drama sebelumnya? Semoga nggak, ya.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

#3 Dramanya tayang di tvN

Sebenarnya nggak ada yang salah dari stasiun televisi kabel yang satu ini. Hanya saja, para penulis yang karya dramanya ditayangkan di tvN selalu memiliki kebiasaan yang sama, yakni membunuh karakternya sendiri. Gara-gara hal itu, tvN mendapat julukan sebagai stasiun televisi penyiar drakor yang selalu memakan korban. Masih ingat dengan Nenek Gamri di Hometown Cha-cha-cha atau yang juga dikenal sebagai neneknya Oh Bong Yi di Mouse dan neneknya Seo Yi Gang di Jirisan? Beliau bahkan menjadi tumbal tvN sebanyak tiga kali dalam setahun!

TvN terkenal suka minta tumbal (Unsplash.com)

Di poster drama Twenty Five Twenty One, logo tvN ini terpampang nyata. Atas dasar pengalaman bahwa tvN selalu memakan korban itulah yang membuat kita perlu bersiap-siap menggeruduk gedung tvN merelakan perginya tokoh yang kita sayangi. Entah Yi Jin atau karakter lain, peluang major character death di Twenty Five Twenty One ini 50:50.

Walaupun prediksi ending Twenty Five Twenty One cukup pahit, mari kita tetap berharap yang terbaik untuk pasangan Hee Do dan Yi Jin. Kita masih punya kesempatan karena penulis naskah drama Twenty Five Twenty One ini pernah menulis skrip untuk Search: WWW yang mana memiliki akhir bahagia. Eh, tapi sutradaranya dulu pernah menggarap Mr. Sunshine yang semua karakter utamanya mati kecuali Ae Shin. Waduhhh.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2022 oleh

Tags: drama koreatvNTwenty Five Twenty One
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Badai Kritik karena Iklan yang Bikin Cringe di Drama The King: Eternal Monarch lee min ho

Lee Min Ho Come Back dan Makin Ganteng di Drama “The King: Eternal Monarch”

21 April 2020
4 Pesan Twenty Five Twenty One buat Anak Muda Zaman Sekarang

Na Hee Do dan Back Yi Jin Twenty Five Twenty One: Inspirasi Anak Muda Zaman Sekarang

8 Maret 2022
Menutup Hospital Playlist 2 dengan Momen Uwu

Menutup Hospital Playlist 2 dengan Momen-momen Uwu yang Bikin Penonton Pengin Teriak

17 September 2021
Rekomendasi Drama Korea Netflix Terbaik Bulan November 2023

20 Rekomendasi Drama Korea Netflix Terbaik Bulan November 2023

14 November 2023
5 Alasan Forecasting Love and Weather Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

5 Alasan Forecasting Love and Weather Sayang untuk Dilewatkan

17 Februari 2022
5 Drama Korea Bertema Pergulatan Idol K-Pop Terminal Mojok

5 Drama Korea Bertema Pergulatan Idol K-Pop

20 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.