Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Praktik Akad Nikah di Sekolah Nggak Berfaedah, yang Lebih Penting Masih Banyak!

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
9 November 2022
A A
Praktik Akad Nikah di Sekolah Nggak Berfaedah, yang Lebih Penting Masih Banyak!

Praktik Akad Nikah di Sekolah Nggak Berfaedah, yang Lebih Penting Masih Banyak! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa minggu yang lalu, saya melihat status WhatsApp guru SMA saya yang memperlihatkan praktik akad nikah. Nggak sekadar ijab kabul saja ternyata, lengkap sampai pakai kostum dan makeup segala. Malahan ada prasmanan kecil-kecilannya juga yang kemudian disantap beramai-ramai antara siswa-siswi beserta para guru. Tidak lupa, momen tersebut pun diabadikan dengan acara foto-foto layaknya acara pernikahan betulan.

Tentu, hal tersebut membuat saya mengernyitkan dahi. Pasalnya, saat saya SMA, tidak ada praktik akad nikah seperti itu. Sewaktu SMA, seingat saya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hanya diajarkan teori-teorinya saja oleh guru agama saya. Sekarang kok dipraktikkan lengkap dengan segala tetek bengeknya segala?

Bukannya apa-apa nih saya bilang begitu. Saya tidak melihat urgensi dari praktik akad nikah yang dilakukan anak-anak SMA yang belakangan ini sering kita lihat di media sosial. Yang ada, siswa dan siswi malah kurang paham akan esensi dari pernikahan itu sendiri. Mereka malah lebih memprioritaskan diri untuk menyiapkan riasan makeup dan acara prasmanannya. Saya nggak bisa membayangkan berapa biaya patungan yang harus dikeluarkan oleh siswa dan siswi untuk praktik akad nikah yang kurang berfaedah ini. Padahal dalam Islam sendiri disebutkan, rukun nikah adalah: 1) mempelai pria, 2) mempelai wanita, 3) wali, 4) dua saksi 5) ijab kabul. Riasan makeup pengantin dan acara prasmanan nggak termasuk ke dalam rukun nikah ya, Gaes! Yang penting tuh resmi secara agama dan negara, dah.

Katakanlah kalau memang butuh peraga, ya tinggal di kelas aja kan bisa. Atau lihat YouTube, kelar.

Menurut saya, jauh lebih berfaedah praktik ibadah yang jauh lebih urgent seperti praktik tayamum, pemotongan hewan kurban, hingga tata cara mengurus jenazah. Kenapa lebih urgent?

Untuk kasus tayamum, jujur saja, saya seringkali kebingungan ketika harus melakukan tayamum sampai-sampai harus Googling dan lihat tutorial di YouTube terlebih dahulu. Alasan saya bingung ya karena praktik tayamum jarang sekali dipraktikkan di sekolah. Guru-guru agama mungkin terlena karena kita hidup di zaman modern, bukan seperti pada zaman Nabi, di mana nggak semua tempat tersambung dengan pipa PDAM. Padahal banyak hal yang mengharuskan kita tetap tayamum seperti ketika sedang berada di atas bus atau pesawat.

Untuk kasus pemotongan hewan kurban, ketika dimintai panitia kurban untuk memotong hewan kurban, saya selalu menolaknya. Saya takut jika saya memegang pisau justru akan menyakiti hewan kurban yang akan disembelih. Pasalnya, praktik pemotongan hewan kurban tidak pernah diajarkan pada siswa dan siswi saat saya SMA. Pemotongan hewan kurban selalu dilakukan oleh guru sekolah saja. Siswa dan siswi cuma kebagian nyatenya saja, wqwqwq~

Untuk kasus mengurus jenazah, ketika ayah saya meninggal dunia, jujur saya saja sangat kebingungan ketika harus memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan. Selain karena pikiran saya lagi nggak fokus, praktik mengurus jenazah hampir nggak pernah diajarkan sama sekali. Sepanjang saya sekolah, dari SD sampai SMA, hanya 2-3 kali saja guru agama saya pernah mengajari siswa dan siswinya tentang tata cara memandikan, mensalatkan, dan menguburkan jenazah secara Islam. Itu pun dengan menggunakan manekin. Padahal memandikan, mensalatkan dan menguburkan jenazah itu termasuk dalam fardhu kifayah, yakni aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan, tetapi bila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur.

Baca Juga:

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Dibandingkan praktik akad nikah, ketiga hal yang saya sebutkan di atas jauh lebih urgent bukan?

“Kan bisa lihat YouTube!” Untuk tayamum, iya. Tapi mengurus jenazah, motong hewan kurban jelas nggak bisa segampang itu. Butuh praktik ini. Megang dan “bermain” pisau nggak segampang yang terlihat.

Ketiga hal yang saya sebutkan di atas pastinya akan kita alami lebih dari sekali sepanjang hidup kita. Untuk tayamum, pastinya kita pernah diharuskan tayamum sebelum salat saat berada di atas bus atau pesawat bukan? Untuk memotong hewan kurban nggak usah dijelaskan, wong tiap tahun kita rayakan. Untuk memandikan, mensalatkan dan menguburkan jenazah, pastinya suatu saat kita akan menyaksikan wafatnya kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, hingga teman-teman kita bukan? Makanya kita harus menyiapkan diri untuk tahu bagaimana tata cara untuk memandikan, menshalatkan dan menguburkan jenazah, supaya nggak bingung saat mereka semua meninggal dunia.

Sedangkan untuk ijab kabul, kasusnya sangatlah spesial. Sangat sakral. Pastinya kita hanya mau melakukan ijab kabul sekali dalam seumur hidup bukan? Kecuali ente pengin jadi Don Juan macam Vicky Prasetyo, beda cerita.

Sedikit tambahan, di luar konteks agama, kenapa nggak fokus mengajarkan siswa dan siswi materi mitigasi bencana? Biar siswa dan siswi sudah siap dan sigap ketika bencana datang seperti siswa dan siswi Jepang?

Seperti itulah unek-unek saya tentang praktik akad nikah. Mudah-mudahan tulisan saya ini dibaca oleh Menteri Agama Indonesia, Bapak Yaqut Cholil Qoumas serta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Bapak Nadiem Anwar Makarim supaya bisa dijadikan masukan bagi para jajaran di bawahnya. Saatnya mengucapkan mantra bismillah stafsus milenial Kementrian Agama atau Kemendikbud, mana aja bebas yang penting gajinya gede!

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Penghulu tapi Belum Menikah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2022 oleh

Tags: agamapraktik akad nikahSekolahtayamum
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Ironi Profesi Guru: Mengajar Anak Orang Sampai Pintar, tapi Anak Sendiri Nggak Diperhatikan Mojok.co

Ironi Profesi Guru: Mengajar Anak Orang Sampai Pintar, tapi Anak Sendiri Nggak Diperhatikan

17 Mei 2024
10 Perbedaan Kehidupan Anak SMA Korea dan Indonesia Terminal Mojok

10 Perbedaan Kehidupan Anak SMA Korea dan Indonesia

13 Maret 2022
Saya Akui, Saya Masuk Jurusan IPS demi Terlihat Edgy terminal mojok.co

Akademi Shinobi, SMA Karasuno, dan UA: Sekolah Mana yang Cocok buat Anak Anda?

23 November 2020
Negara Panem The Hunger Games Adalah Contoh Baik bagi Sistem Pendidikan Indonesia terminal mojok

Sistem Pendidikan Negara Panem ‘The Hunger Games’ Adalah Contoh Baik bagi Indonesia

5 Juli 2021
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam ‘Attack on Titan’

26 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.