Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Prabowo Merapat ke Koalisi: Awas Pendukungnya Jadi Joker!

Tazkia Royyan Hikmatiar oleh Tazkia Royyan Hikmatiar
23 Oktober 2019
A A
koalisi

koalisi

Share on FacebookShare on Twitter

Selain nama Fadli Zon yang dahulunya vokal sekali menentang kebijakan-kebijakan pemerintah, ternyata ketua partainya Prabowo Subianto setelah melakukan manuver politik yang ia sebut dengan ‘silaturahmi’ dengan para partai koalisi Jokowi yang justru dipanggil Jokowi lebih dahulu ke istananya.

Prabowo bahkan mengaku telah diminta untuk partainya mengisi kursi Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Apa kira-kira langkah selanjutnya yang akan ditempuh mantan jendral TNI ini? Menarik untuk dinantikan tentu saja, para pendukung setianya di pilpres 2014 dan 2019 barangkali  adalah orang yang paling gelisah dalam proses penantian ini.

Terlepas dari apa akhir dari keputusan Prabowo terhadap tawaran kursi menteri itu, yang jelas ia sepertinya perlu tahu pengalaman bagaimana sakitnya mencintai dengan setulus hati, sudah rela korban jasmani-rohani, habis materi dan sakit hati dihujat orang karena terlihat bucin, lalu cinta itu dibalas dengan kekecewaan  karena yang dicintai justru lebih memilih tidur di ranjang yang sama dengan musuh. Kebaikan cinta yang dibalas dengan pengkhianatan cinta, uh …

Seperti yang diketahui, para pendukung Prabowo—utamanya—pada pilpres 2019 kemarin, penuh dengan adegan drama-drama yang mengharukan. Mulai dari pasukan militan emak-emak, para pendukungnya yang secara sukarela korban materi untuk ikut mengampanyekan Prabowo-Sandi, mengawal ketat TPS ketika pemilihan, hingga ujungnya melakukan aksi atas ketidakpuasan hasil putusan Mahkamah Konstitusi atas laporan kecurangan koalisi adil makmur.

Barangkali memang sejak awal pendukung Prabowo ini sudah salah paham terhadapnya, wong sejak debat saja Prabowo dan Jokowi ini terlihat akrab, memiliki visi dan misi yang sama, saat publik justru ingin melihat mereka beradu argumen,

Para pendukung kedua calon presiden lalu barangkali memang telah keliru, karena sejak awal yang berbeda pandangan dalam visi-misi Indonesia ke depan itu hanya pendukungnya saja, Prabowo dan Jokowi sama sekali tidak. Itu barangkali yang akan memudahkan Prabowo untuk menerima ajakan Jokowi, toh, mereka punya visi yang sama untuk katanya Indonesia.

Namun begitu, jika Prabowo memang lebih mengedepankan suara rakyat, setidaknya saya bisa sarankan Prabowo untuk nonton film Joker gitu, biar tahu bagaimana bila para fansnya yang pilih dan bahkan ikut sukarela mengeluarkan harta untuk kampanyenya itu dikecewakan, akan berindikasi kejiwaannya berubah seperti Joker, kan bahaya.

Hidup Prabowo tidak akan tenang lagi kalau gitu, wong Wiranto yang dikawal cukup ketat di Banten kemarin saja bisa kena tikam. Itu mungkin baru beberapa orang saja yang ‘dikecewakan’ Wiranto.

Baca Juga:

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Lah, ini Prabowo, yang pemilih sekaligus fansnya ada jutaan, Bung! Kalau mereka semua kecewa dengan keputusan Prabowo karena merapat ke koalisi, bisa jadi Joker-Joker baru tumbuh pesat di Indonesia. Barangkali jika memang Prabowo benar-benar memutuskan untuk bergabung ke koalisi dan bahkan jadi menteri, langkah pertama yang perlu dilakukannya adalah membuat rumah kura-kura, sudah banyak bahaya!

Waduh, ini tulisan kok rasis gini. Bukan gitu juga, sih, itu pesan saya saja sebagai manusia yang sering disakiti, uh …. Saya sudah paham betul bagaimana rasanya dikecewakan dan apa yang dirasakan setelahnya, apalagi quotes hikmah dari film Joker sudah viral; “Dari Joker kita belajar bahwa orang jahat dulunya adalah orang baik yang tersakiti”, kan siapa tahu pendukung Prabowo malah jadi berpikir untuk jadi kayak Joker. Serem …

Namun begitu, saya dukung sekali kalau pendukung Prabowo jadi Joker, apalagi melihat check and balance yang terlihat redup saat Gerindra memutuskan untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Para Joker korban kekecewaan Prabowo itu bisa jadi poros besar yang menjadi check and balance tersebut. Meski tak ada oposisi di parlemen, biar barisan rakyat sakit hati yang menjadi oposisi, sudah sejatinya juga rakyat menjadi oposisi.

Lagian Batman tidak akan jadi pahlawan kalau tidak ada Joker sebagai penjahatnya. Maka, biarlah barisan rakyat sakit hati ini jadi Joker yang dipandang ‘jahat’, tetapi dengan cara yang lebih elegan.

Dengan bergabungnya Prabowo dan Gerindra ke koalisi Jokowi, semoga juga bisa menjadi penghapus cebong-kampret. Pendukung Jokowi juga seharusnya kecewa jika Jokowi akhirnya menerima Prabowo sebagai koalisinya, kan malu kemarin maki-maki Prabowo sekarang justru mesti menerima pilihan yang dimaki-maki sebagai menteri Jokowi.

Dengan begitu, sudah seharusnya cebong dan kampret insyaf dari fanatik pada orang politik dan segera memilih melepas diri untuk kemudian jadi oposisi! Hanya dengan itu Indonesia bisa baik-baik saja.

Walau pun begitu, saya percaya, mau seluruh partai politik jadi koalisi penguasa, oposisi selamanya akan ada, karena tidak ada putusan politik yang dapat memuaskan semua orang, tidak ada putusan politik yang stagnan, ia selalu dinamis, bahkan perubahannya bisa 180 derajat. Sudah biasa! (*)

BACA JUGA Ketika Mantan Aktivis Mencibir Gerakan Mahasiswa atau tulisan Tazkia Royyan Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2019 oleh

Tags: Cebongjokerkabinet kerjaKampretkoalisipendukung partaiPrabowo
Tazkia Royyan Hikmatiar

Tazkia Royyan Hikmatiar

Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara, alhamdulilah lahirnya di bidan bukan sama orang pintar daerah Bandung. Setelah tahu bahwa kata ternyata bisa membuat dia bahagia, akhirnya saya memutuskan untuk mendalami sastra di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Sempat mengikuti banyak komunitas kepenulisan, namun sekarang lebih fokus bekerja untuk keabadian di Pers Mahasiswa Poros UAD. Saya bisa dihubungi lewat WA di 088216427712

ArtikelTerkait

ole gunnar solskjaer Manchester United Layak Merayakan Kelolosan ke Liga Champions Seperti Memenangi Sebuah Piala MOJOK.CO

Seperti Arthur Fleck, Saya Tidak Tega Menertawai Manchester United

8 Oktober 2019
keburukan

Bukan Joker: Seribu Kebaikan Dilupakan Hanya Karena Satu Keburukan

8 Oktober 2019
joker

Joker dan Viktimisasi

8 Oktober 2019
Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi erick thohir prabowo shin tae-yong pssi

Jangan Salahkan Pak Prabowo Nonton Laga Timnas Pakai Link Bajakan, Salahkan Orang-orang Terdekatnya yang Nggak Sayang sama Beliau!

24 November 2024
mengkritik pemerintah, wabah corona covid-19 residu politik Seandainya Elite Politik Negeri Adalah Kenshin Himura, Betapa Indahnya Negeri Ini

Kritik Penanganan COVID-19 Telah Berubah Jadi Perulangan Perang Cebong-Kampret 

13 Mei 2020
orang lucu

Orang yang Lucu di Luar Biasanya Hancur di Dalam

28 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.