Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Merindukan Prabowo dan Jokowi Untuk Duduk Ngopi Bareng

Bonefasius Zanda oleh Bonefasius Zanda
6 Juli 2019
A A
Kalau Ada Orang Berpendapat Terus Dikatain Belum Ngopi Itu Maksudnya Apa sih?! terminal mojok.co

Kalau Ada Orang Berpendapat Terus Dikatain Belum Ngopi Itu Maksudnya Apa sih?! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Diawal goresan kerinduan ini, terlebih dahulunya saya mengucakan salam jumpa untuk Bapak Jokowi dan Pak Prabowo. Semoga Bapak berdua baik-baik saja. Merindukan pemimpin untuk segera berdamai adalah hak dari masyarakat kecil. Dan soal rasa ini, saya pun tak bisa berbohong.

Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakangi lahirnya rasa empati dan kerinduan itu. Pertama, seorang pemimpin sudah sepatutnya memberi teladan yang humanis bagi masyarakat kecil dalam segala hal. Bapak berdua harus memahami bahwa sebagai pemimpin tak boleh berlama-lama hidup dalam dendam. Kalah dalam lomba pacuan kuda aja, tak boleh dendam. Apalagi dalam kompetisi politik. Ohh, itu tak boleh ada dendam hingga kucing bertanduk. Kalau dendamnya kelamaan, maka sudah dipastikan politisi terkait tak layak disebut politisi. Layaknya, hanya jadi poli-tikus-tikus-tikus kantor, gitu.

Bapak berdua itu adalah pemimpin. Itu berarti segera ngopi bareng. Tunjukan bahwa kalian berdua adalah layak jadi pemimpin. Pemimpin yang siap menerima dan mengakui keunggulan orang lain. Dan pemimpin yang siap merangkul yang kalah. Jika Bapak berdua tidak segera ngopi bareng, yakini saja, masyarakat akan berjalan tak tahu arah. Seperti anak ayam yang tak bertuan. Sebab tuanya masih sibuk menyimpan dendam. Kapan berakhirnya. Yang tahu hanya Bapak Jokowi dan Prabowo.

Cobalah Bapak berdua maknai kerinduan saya dan masyarakat diberbagai pelosok nusantara ini. Sebab kerinduan selalu lahir dari rasa untuk kembali. Kembali kepada suasana yang pernah membahagiakan. Seperti dahulu Bapak berdua naik kuda laksana pengantin yang turun dari Surga itu. Itulah sebabnya, kerinduan selalu diidentikan dengan ketulusan. Lalu, ketulusan menarik Bapak berdua untuk pulang. Pulang adalah perihal agar Bapak berdua lupa diri dari mana Bapak berdua lahir. Bahwa Bapak berdua adalah dua insan pemimpin yang lahir dari kebahagiaan itu sendiri.

Pulang akan selalu mengingatkan Bapak berdua untuk berefleksi. Dalam refleksi Bapak berdua dapat memahami apa arti kegagalan dan juga keberhasilan. Berhasil tidak boleh melahirkan keangkuhan. Sebaliknya harus merangkul yang gagal. Begitupula kekalahan, jangan menyalahkan yang menang, mengutuk diri hingga dendam tak ada batasnya. Sebaiknya segera move on-lah. Supaya bisa main kuda-kuda lagi, toh. Lalu hangatkan hati untuk merindu segera pulang pada kafe kopi kedamaian itu.

Untuk itu, segeralah melepaskan keangkuhan masing-masing, ya Bapak-bapaku yang terhormat. Yang menurut Yamadipati Seno redaktur ganteng ala mojok itu bahwa Bapak Jokowi segera melepaskan aura kepresidenan, sementara Bapak Parabowo segera melepaskan “jaket” kemiliteran yang sangat teras itu. Semuanya ini menjadi lebih indah lagi jika duduk konsolidasinya di warung ngopi. Apalagi kalau ngopinya adalah ngopi arabika Bajawa Flores, itu lebih kental sekental cintaku pada Bapak berdua. Heheh.

Kedua, segera lupakan pemilu. Mengapa pemilu segera dilupakan? Ya, kalau sekadar merindukan untuk menjadi guru yang baik dalam berbenah diri, itu sah-sah saja. Apalagi menjadikan kerinduan itu, sebagai alasan untuk mengungkit kembali suasana pemilu-lalu mulai mencari cara untuk membalas dendam? Ohhh itu sungguh memalukan. Dan tak boleh terjadi.

Bapak-bapak mesti paham betul bahwa membangun bangsa ini butuh waktu yang amat panjang. Kalau waktu lima tahun itu, dikikis lagi hanya digunakan untuk saling dendam, kasihan kami rakyat-rakyat kalian ini. Kami yang memilih-kami pula yang menjadi tumbalnya. Inikan sangat tragis, bukan.

Baca Juga:

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Pengalaman Mencoba Coffee Gold Indomaret: Enak, Murah, tapi Bingung karena Kasir Indomaret Merangkap Baristanya

Bapak Jokowi mesti memiliki kepekaan. Bahwa Bapak dipilih oleh rakyat. Itu artinya segeralah gunakan waktu itu untuk melayani masyarakat. Bapak segera menghampiri langsung kediaman Pak Prabowo. Tunjukan bahwa Bapak itu pemimpin sejati dan rendah hati. Saya amat yakin Bapak Prabowo akan menerima kedatangan Bapak dengan senang hati. Lalu Bapak berdua akan sama-sama naik kuda sembari mencari kafe untuk ngopi bareng. Di kafe, kekentalan ngopi bareng akan mengocok hati Bapak berdua untuk segera memadu cinta, menyatukan rasa, cinta dan semangat untuk membangun bangsa ini.

Begitupula Bapak Prabowo, segeralah bebaskan hati dan perasaan Bapak. Jangan larut dalam kesedihan dan rasa dendam. Ingat lho, Bapak kan sakit. Lalu saat ini warganet sedang bincang bahwa tahun 2024 Bapak akan Naypres lagi. Itu artinya segeralah berdamai dengan hatimu. Dan biar hati damai, juga umur panjang hingga 2024, maka segeralah ngopi bareng sama Pak Jokowi, ya. Pulanglah untuk merakit cinta dan kedamaian, selagi masih ada napas dan masyarakat yangn merindukan.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: bapak jokowijoko widodoKopingopiPolitik IndonesiaPrabowo
Bonefasius Zanda

Bonefasius Zanda

Seorang Pendidik SMA di Flores-NTT. Mengajar Mata Pelajaran Sosiologi. Hobi mengupas isu dan masalah sosial

ArtikelTerkait

Oatside Coffee, Cara Baru Menikmati Kopi Kemasan dengan Rasa yang Berbeda

Oatside Coffee, Cara Baru Menikmati Kopi Kemasan dengan Rasa yang Berbeda

11 April 2023
4 Derita dan Kejadian Konyol Saat KKN (Unsplash)

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

14 September 2025
5 Kopi Kemasan yang Aman buat Penderita Asam Lambung Terminal Mojok

5 Kopi Kemasan Minimarket yang Aman buat Penderita Asam Lambung

12 Januari 2023
Mas Gibran, Please Ngomong dong, biar Nggak Dikira Kosong!

Mas Gibran, Please Ngomong dong, biar Nggak Dikira Kosong!

27 November 2023
Panduan Menjelajahi Gunung Tidar Magelang untuk Jajaran Menteri Prabowo agar Nggak Diganggu Monyet dan Naik Ratusan Tangga dengan Selamat

Panduan Menjelajahi Gunung Tidar Magelang untuk Jajaran Menteri Prabowo agar Nggak Diganggu Monyet dan Naik Ratusan Tangga dengan Selamat

23 Oktober 2024
ijtima ulama iv

Menanggapi Delapan Poin Hasil Ijtima Ulama IV yang Gitu-Gitu Aja

7 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.