Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

PMK Merebak, Peternak Terdesak

Nurfakhmi Ilham Firdaus oleh Nurfakhmi Ilham Firdaus
13 Juni 2022
A A
PMK Merebak, Peternak Terdesak

PMK Merebak, Peternak Terdesak (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Penyakit mulut dan kuku, atau biasa disebut PMK, sedang meneror hewan ternak di seluruh Indonesia. Konon katanya, pada 1980-an Indonesia sudah terbebas penyakit ini, namun nyatanya, di tahun ini, penyakit tersebut bikin peternak menangis karena kehilangan ternak mereka.

Banyak yang menuding kebijakan impor ugal-ugalan adalah penyebab bencana ini. Namun, menuding siapa yang salah tak akan memberi dampak yang berarti. Sebab, tak semua paham masalah yang peternak hadapi. Maka dari itu, saya akan memberi gambaran betapa ngerinya bencana ini, khususnya bagi peternak.

Saya orang Madura. Di tempat saya, kebanyakan orang memelihara sapi. Dan mereka pun kena efek dari PMK ini. Perlu diketahui, bagi orang Madura, sapi dianggap spesial, bahkan tak jarang dianggap dari keluarga sendiri. Bahkan ada istilah kekasih yang tak bicara gara-gara saking akrabnya.

Sapi, atau binatang ternak lain, dianggap investasi dan harta yang berharga bagi orang Madura. Cukup beli anakan, lalu dipelihara dan dirawat hingga dewasa, lalu dijual. Cara seperti itu sudah dilakoni dalam waktu yang lama dan nyatanya memang bisa bikin hidup mereka makmur.

Namun, PMK ini menghancurkan segalanya. Harta yang mereka jaga harus hilang karena penyakit yang harusnya tak ada di negara ini. Pupus harapan mereka meraih untung besar karena PMK.

Apalagi, dalam beberapa minggu ke depan, kita menyambut Iduladha. Bagi para peternak, momen ini adalah saat di mana mereka bisa meraih untung yang besar. Sayangnya, itu semua pupus, lagi-lagi, karena PMK.

Bayangkan, betapa hancurnya hati peternak. Momen yang hanya setahun sekali itu tak bisa dinikmati.

Dan efek dari PMK ini, tak hanya bikin rugi peternak yang hewannya terjangkit penyakit ini. Yang sehat pun kena getahnya.

Baca Juga:

4 Akal-akalan Penjual Sapi Menipu Pembeli demi Meraup Cuan Besar

Sapi “Misterius” Berkeliaran di Wiyung Surabaya, Bikin Repot dan Resah Warga

Para peternak yang sapinya belum terjangkit PMK khawatir apabila sapi yang mereka bawa ke pasar dan tak laku terjual malah terjangkit penyakit tersebut di pasar. Penyebab lain yang dikeluhkan para peternak yakni mereka tidak dapat menjual ternak dengan leluasa, soalnya terdapat penyekatan yang mana sapi hanya boleh dijual di pasar ternak kabupaten masing-masing.

Nggak dijual, rugi. Dijual, tetep rugi. Bayangkan betapa pedihnya nasib mereka.

Banyak dari para peternak yang sapinya terjangkit PMK memanggil tukang jagal dan menjual sapinya dengan kondisi apa adanya dengan harapan tak terlalu banyak kerugian yang ditanggung oleh para peternak. Namun harga yang diberikan pastinya sangat murah. Tapi, apakah mereka punya pilihan?

Bagi para peternak yang sapinya sembuh dari wabah PMK, mereka tidak sepenuhnya bisa bernafas lega. Mereka harus bikin sapi mereka gemuk kembali. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk proses penggemukan tidaklah sebentar. Selain itu, tidak ada jaminan bagi sapi yang pernah terserang wabah ini akan kebal akan wabah PMK ini. Sebab, fakta di lapangan  menunjukkan bahwa banyak sapi yang sembuh, kembali terkena wabah tersebut dalam waktu yang tak berselang lama.

Walaupun sapi yang terkena PMK ini dagingnya masih aman dikonsumsi, namun tetap saja orang-orang pada enggan. Tak bisa menyalahkan mereka juga, namanya juga menghindarkan diri dari potensi risiko.

Mau tak mau, pemerintah harus memutar otak untuk segera mengatasi wabah ini. Sebab, bagaimanapun juga, mereka tetap harus mendampingi rakyat dalam keadaan apa pun. Efek dari PMK ini nantinya tak hanya ke peternak, tapi juga ke warga. Liat saja nanti pas Iduladha dan setelahnya, harga daging bisa tak menentu.

Semoga para peternak segera bangkit. Semoga Indonesia tetap baik-baik saja.

Penulis: Nurfakhmi Ilham Firdaus

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Ciri Pengendara Mobil yang Sebenarnya Masih Pemula.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2022 oleh

Tags: iduladhaPenyakitPMKsapi
Nurfakhmi Ilham Firdaus

Nurfakhmi Ilham Firdaus

Seorang pemimpi yang ingin keliling Indonesia, tapi masih bingung duitnya dari mana.

ArtikelTerkait

motion sickness

8 Cara Mengatasi Motion Sickness, Nomor 5 Jangan Dicoba ya!

27 Juni 2019
pengalaman anak-anak dikejar sapi saat main ke wonogiri mojok.co

Pengalaman Dikejar Sapi saat Berkunjung ke Wonogiri

2 Juni 2020
5 Bagian Daging Sapi yang Enak Disantap Terminal Mojok

5 Bagian Daging Sapi yang Enak Disantap, Siapa Tau dalam Besek Daging Kurbanmu Nyempil Bagian Ini!

9 Juli 2022
membuang kucing di pasar

Membuang Kucing di Pasar, Cara Pecundang Lari dari Tanggung Jawab

11 November 2021
kambing-kambing

Jalur Pedestrian Kian Menyempit, Kambing-Kambing pun Ikut Mengekspansi

6 Agustus 2019
Honda Mega Pro, Motor yang yang Identik dengan Bapack-bapack motor honda megapro

Honda MegaPro, Produk Gagal dengan Beragam Penyakit Turunan yang Bikin Nyesek Pemiliknya

10 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

27 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.