Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pleidoi dari Orang yang Tetap Pakai Jas Hujan Motor walau Hujan Sudah Reda

Nazih Nauvan Lathif oleh Nazih Nauvan Lathif
8 Februari 2021
A A
Saya Berpengalaman soal Berkendara Saat Hujan dan Jas Hujan Kelelawar Paling Tidak Efektif terminal mojok.co

Saya Berpengalaman soal Berkendara Saat Hujan dan Jas Hujan Kelelawar Paling Tidak Efektif terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dua minggu belakangan, kota tempat saya tinggal, sedang rajin-rajinnya diguyur hujan. Hampir setiap hari pasti turun hujan. Kadang pagi, kadang siang, sore, atau malam. Pokoknya, hujan dulu, hujan lagi, hujan terooos. Melihat kondisi tersebut, sebagai orang yang mobilitas utamanya menggunakan kendaraan roda dua, otomatis jas hujan motor menjadi starter pack wajib yang harus saya bawa.

Bagi pengendara motor, jas hujan memang menjadi pilihan paling tepat untuk menjaga tubuh agar terhindar dari basah kuyup saat hujan turun mendadak ketika sedang berkendara.

Setelah hujan reda, kebanyakan pengendara motor akan mlipir dan berhenti di pinggir jalan untuk melepas jas hujan motor mereka. Namun, ada beberapa jenis pengendara, saya salah satunya, yang tetap mengenakan jas hujan walaupun hujan sudah reda. Bahkan, saat cuaca hujan sudah mulai berganti menjadi sedikit cerah, mereka akan tetap mengenakan jas hujan.

Tabiat ini memang cukup aneh bagi sebagian pengendara lain. Tak jarang, saat kedua jenis pengendara ini saling bersebelahan menunggu lampu merah menjadi hijau, si pengendara lain kerap melempar tatapan sinis kepada pengendara yang tetap mengenakan jas hujan motor yang sudah menolongnya dari guyuran air. Semacam timbul pertanyaan, “Sakjane wong iki kenopo to? Kan lak yo udane wis terang.”

FYI aja nih ya, sebetulnya perilaku tadi kami lakukan bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kami melakukan perilaku tersebut. Saya tulis sebagai bentuk pleidoi dari kami, pengendara motor yang tetap mengenakan jas hujan walaupun hujan sudah reda. Simak baik-baik ya, Mylov~

Pertama, kondisi pascahujan di jalanan, biasanya masih dipenuhi dengan genangan air. Mau semulus apa pun jalannya, saya haqqul yaqin pasti ada genangan air. Ya, walaupun cuaca sudah berubah jadi panas, kan ya nggak serta merta secara instan genangan air tadi menguap dan surut. Butuh waktu yang tidak sebentar.

Kondisi ini yang membuat kami tetap mengenakan jas hujan motor walaupun hujan sudah reda dan berpikir dua sampai tiga kali untuk langsung melepas jas hujan. Jelas, tujuannya agar saat berkendara nantinya, kami bisa merasa aman sentosa terhindar dari marabahaya kecipratan air genangan. Proteksi diri dari basah kuyup jadi lebih paripurna.

Sobat hujan pasti pernah ngalamin kan ya, saat kita sudah hati-hati dan sepelan mungkin saat berjalan melewati genangan air ini, eladalah ternyata masih saja ada jenis pengendara motor ngebut, racetho, dan tidak tahu diri yang tetap ugal-ugalan ketika lewat genangan. Akibatnya, pengendara yang ada di kanan kirinya kecipratan tuh air genangan yang kotor. Belum lagi kalau mobil, aduuuh alamat basah kuyup sih nanti. Nah, kemungkinan buruk seperti itulah yang sangat kami hindari. Ya tentu saja caranya dengan tetap mengenakan jas hujan.

Baca Juga:

4 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor yang Bikin Jas Hujan Cepat Rusak

4 Rekomendasi Jas Hujan Paling Awet dan Nggak Rembes

Kedua, kondisi cuaca di Indonesia itu sangat fluktuatif perubahannya. Hujannya sangat lokal kedaerahan. Embuh karena apa, semacam terjadi anomali cuaca. Bisa saja di daerah A terang benderang, daerah B yang letaknya bersebelahan langsung dengan daerah A, sedang turun hujan deras.

Pernah pada suatu hari, saya bersepeda motor dari arah Jakal (Jalan Kaliurang Jogja) atas, kondisi masih hujan kala itu. Kondisi saya sudah mengenakan jas hujan. Sesampainya di depan gardu PLN Banteng, eh lah kok ujug-ujug terang benderang je. Asli, jalanan Jakal sekitar km 7 kering. Tidak ada bekas beberapa waktu sebelumnya hujan.

Tapi, kondisi ini tidak membuat saya buru-buru melepas jas hujan motor. Dan benar saja, Jakal mendekati perempatan kentungan ternyata hujan cukup deras. Padahal kalo dihitung, jaraknya nggak sampai 5 km dari daerah yang tadi terang dan kering. Saat saya tengok ke belakang pun, rasanya daerah sekitar gardu PLN Banteng tetap terang.

Coba deh, saat itu saya langsung lepas jas hujan. Mesti basah kuyup karena panik nggak karuan sih saya. Panik seperti pengendara lain yang sejurusan dengan saya dari Jakal KM atas.

Ketiga, perilaku tetap mengenakan jas hujan walaupun hujan sudah reda ini juga bisa dijadikan sarana untuk mengeringkan jas hujan yang tadi dipakai. Cuaca yang sudah agak mendingan terang, bisa banget dimanfaatkan untuk meniriskan sisa-sisa air yang menempel di jas hujan.

Nggak mungkin juga to, jas hujan yang masih basah kuyup langsung dimasukkan kembali ke dalam bagasi jok motor atau plastik kresek gitu. Bisa-bisa malah jas hujannya bau apek dan bikin nggak nyaman saat mau dipakai lagi nantinya. Bahkan bisa bikin jas hujan jamuran kalau nggak ada transisi dari basah ke lembab panasnya bagasi jok motor. Iyuh.

Memang paling betul tetap dipakai dulu, nunggu lumayan kering. Baru deh dimasukkan ke dalam bagasi jok motor. Dengan demikian jadi lebih terawat tuh jas hujan kesayangan pengendara motor.

Ya memang harus diakui, tetap mengenakan jas hujan saat hujan sudah reda itu memang akan dipandang aneh dan sinis oleh sebagian orang. Tapi, dengan pledoi yang saya sampaikan tadi, rasanya tindakan kami nggak aneh-aneh amat deh. Dan nggak merugikan pengendara lain juga. Jadi, ya biarkan saja kami seperti ini. Nggak usah juga memandang kami pakai tatapan sinis.

Toh seperti kata sebuah quote kondyang, pencegahan lebih baik dari pengobatan mendadak kehujanan. Jadi, gimana, tertarik bergabung bersama kami?

BACA JUGA Membandingkan Jenis-jenis Jas Hujan: Mana yang Terbaik? dan tulisan Nauvan Lathif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2021 oleh

Tags: jas hujanotomojok
Nazih Nauvan Lathif

Nazih Nauvan Lathif

Mas-mas medioker.

ArtikelTerkait

Bisnis Lahan Parkir Tidak Pernah Sederhana, Bahkan Penuh Darah dan Mafia terminal mojok.co

8 Mobil Merek Terkenal, tapi Gulung Tikar karena Sepi Peminat

7 November 2020
honda astrea grand

Honda Astrea Grand Impressa ‘99: Kebersamaan Dua Dekade yang Takkan Pernah Saya Lepas

29 Mei 2020
pakai honda revo

Suka Duka Pakai Honda Revo: Sering Dikira Debt Collector

16 Mei 2020
Hanya Wanita Sabar dan Setia yang Mau Dibonceng Naik Vespa Tua terminal mojok.co

Hanya Wanita Sabar dan Setia yang Mau Dibonceng Naik Vespa Tua

15 Februari 2021
Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya terminal mojok.co

Merawat Motor Matic Itu Ribet, 5 Faktor Inilah Penyebabnya

27 September 2020
6 Alasan Seseorang Nggak Sedia Jas Hujan padahal Tahu Musim Hujan Sudah Tiba Terminal Mojok

6 Alasan Seseorang Nggak Sedia Jas Hujan padahal Tahu Musim Hujan Sudah Tiba

2 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.