Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pistol dan Orang Berotak Kecil yang Ingin Berkuasa

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
3 April 2021
A A
pistol dan kekuasaan mojok

pistol dan kekuasaan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh penduduk sipil yang menodongkan pistol kepada penduduk sipil lainnya?

Banyak manusia mengincar kekuasaan. Kekuasaan bisa dalam bentuk banyak, bisa dalam bentuk kekuasaan atas hak hidup orang lain, kekuasaan atas materi, teritorial, atau mengincar kekuasaan agar bisa ada di puncak kesuksesan.

Cara yang ditempuh untuk mencapai kekuasaan bisa dalam bentuk apa saja. Ada yang mengumpulkan pengikut atau orang yang percaya, atau meraihnya by force alias atau dengan cara paksa. Pistol, sering jadi salah satu contoh meraih kekuasaan dengan cara paksa.

Perang, atau mobilisasi massa yang bersenjata adalah salah satu momen di mana pistol jadi alat untuk merebut dan meraih kekuasaan. Baiklah, mungkin kita tidak melihat tentara atau organisasi paramiliter menggunakan pistol, seringnya assault rifle, tapi Anda tau maksud saya lah.

Cara itu mungkin lumayan umum di masa lalu. Di masa kini, mungkin masih ada, hanya saja tak terungkap oleh media atau terlalu jauh dari jangkauan kita. Yang sering kita liat di masa kini, kekuasaan diraih dengan cara yang lebih “elegan”, yaitu politik, doxing, atau bullying. Tapi, outputnya sama: menguasai sesuatu.

Sampai titik ini, penduduk sipil yang menodongkan pistol jadi terlihat masuk akal.

Tetapi, menurut saya ada hal-hal yang harusnya membuat peristiwa penodongan pistol itu tak perlu terjadi. Negara-negara di dunia, bahkan yang fiksi sekalipun, mengadopsi hukum dan kesetaraan dalam kehidupan bernegaranya. Meski terkadang kedua hal tersebut belum sempurna, namun setidaknya orang-orang sepakat bahwa di tempat umum, kau tak bisa seenaknya karena pada dasarnya semua orang setara, dan ada hukum yang membatasi orang agar tak bertingkah seenaknya.

Walau hukum terkesan membatasi, tapi memang itulah idealnya: kita tak bisa dan tak boleh seenaknya bertindak terhadap orang lain. Di tempat umum, semua setara. Ketika ada yang bertindak melanggar hukum ya harus ditindak dan mengaku bersalah karena pasti ada hak dan kewajiban yang dilanggar.

Baca Juga:

Hari Gini kok Masih Ada yang Debat Israel Benar atau Salah, Apakah Fetish-mu Adalah Terlihat Goblok?

Obituari Aaron Bushnell: Dia Tidak Gugur, tapi Menjadi Pengingat yang Akan Mengutuk Israel hingga Hancur!

Jadi, jujur saja, ketika ada orang—penduduk sipil—yang menodongkan pistol untuk memberi sinyal bahwa dia punya kuasa dan berkuasa atas orang lain, hal itu menandakan beberapa hal. Pertama, otak orang tersebut belum berkembang, atau mungkin hanya sebesar kecambah. Kedua, dia baru saja menunjukkan bahwa hak orang lain tidak punya arti baginya. Ketiga, hukum tak lagi punya arti baginya.

Melihat hal tersebut, bagi saya harusnya mudah untuk menghukum orang tersebut, apa pun privilese yang ia miliki. Sebab, membiarkan orang tersebut bebas tanpa diadili membuktikan bahwa hukum memang tak ada arti, atau penegak hukum yang punya wewenang untuk menindaknya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dan ketika orang sadar bahwa hukum tak berlaku untuknya, maka yang terjadi adalah kekacauan.

Kita tak sekali dua kali melihat atau membaca sejarah mengerikan yang diukir oleh orang yang tak tersentuh hukum. Penghilangan nyawa besar-besaran, kemiskinan yang parah, hilangnya hak-hak para orang yang dianggap punya hubungan dengan pihak tertentu, semuanya dilakukan oleh orang yang tak tersentuh hukum. Sejarah menuliskan itu dengan detil, dan kita bisa mengaksesnya kapan saja.

Lewat sejarah tersebut, saya pikir sudah seharusnya kita tidak membiarkan orang-orang yang kerap tak tersentuh hukum untuk berbuat seenaknya. Caranya? Saya kurang tahu, tapi dengan memberi dukungan dan tak membiarkan orang yang tertindas sendirian dalam menghadapi ketidakadilan untuk saat ini sangat perlu dilakukan. Dunia, meski tetap akan mengerikan, akan terlihat sedikit lebih baik ketika orang bahu membahu dalam kebaikan.

Dan untuk orang yang merasa gagah menodong pistol kepada kerumunan di jalan raya, saran saya adalah arahkan pistol itu ke kepalamu. Itu jauh lebih baik.

Beredar video, seorang Pria yang mengendari Toyota Fortuner hitam No. Pol B 1673 SJV memegang senpi di wilayah BKT Duren Sawit, Jaktim sekitar pukul 02.00 dini hari. Diduga pengendara mobil menabrak pengenda sepeda motor.@NTMCLantasPolri @TMCPoldaMetro @DivHumas_Polri pic.twitter.com/VYcYGdE6fg

— Radio Elshinta (@RadioElshinta) April 2, 2021

BACA JUGA Gara-gara Senjata Biologis VOC, Jakarta Pernah Dijuluki sebagai Kota Tahi dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 April 2021 oleh

Tags: perangpistolsenjata
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

3 Rekomendasi Film Perang Korea Selatan yang Greget Abis

3 Rekomendasi Film Perang Korea Selatan yang Greget Abis

27 Februari 2022
Mati Syahid itu Hanya Bonus, Kalau Jadi Tujuan Utama itu Namanya Bunuh Diri MOJOK.CO

Mati Syahid itu Hanya Bonus, Kalau Jadi Tujuan Utama itu Namanya Bunuh Diri

14 Agustus 2020
biden trump amerika mojok

Kita Sebenarnya Sedang Merayakan Menangnya Biden atau Merayakan Kalahnya Trump?

17 November 2020
Alasan Perang Tidak Pernah Betul-Betul Pergi dari Timur Tengah

Alasan Perang Tidak Pernah Betul-Betul Pergi dari Timur Tengah

18 Februari 2020
bambu runcing mojok

Mengenal Bambu Runcing, Pahlawan yang Dihargai Berlebihan

11 Agustus 2020
Jika PNS Ikut Berperang, Ini yang Bakal Terjadi Terminal Mojok.co

Jika PNS Ikut Berperang, Ini yang Bakal Terjadi

10 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

17 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang
  • Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.