Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Pindah ke Liga Arab Bukan Pilihan Bodoh, Liga Eropa Bukanlah Pusat Tata Surya

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
29 Juli 2023
A A
Pindah ke Liga Arab Bukan Pilihan Bodoh, Liga Eropa Bukanlah Pusat Tata Surya

Pindah ke Liga Arab Bukan Pilihan Bodoh, Liga Eropa Bukanlah Pusat Tata Surya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak fans bola yang menyayangkan eksodus pesepakbola dari liga Eropa ke Liga Arab. Tak terkecuali fans bola asal Indonesia. Bahkan, tak sedikit fans bola yang menilai keputusan pemain bola pindah ke Liga Arab merupakan keputusan yang bodoh. Sebab, itu sebuah langkah yang menyebabkan penurunan karier.

Memang banyak fakta yang menguatkan argumen tersebut. Salah satunya adalah Liga Arab hanya menduduki posisi ke-68 sebagai liga terbaik di dunia. Liga Arab masih di bawah J1 League  Jepang. Yang menempati peringkat ke-53 dunia.

Terus terang, bagi saya, keputusan pindah ke Liga Arab bukan sebuah pilihan bodoh. Melihat fenomena ini tak bisa dilihat dengan kacamata sepak bola Eropa, yang selama ini kita pakai dalam melihat industri.

Tak ada lagi yang dikejar

Hampir semua pemain top Eropa yang pindah ke Liga Arab sudah meraih gelar bergengsi yang bisa mereka dapat. Sebagai contoh, Benzema dan Ronaldo, apa yang belum mereka raih di level klub? Tak ada. Duo ini meneror Eropa selama satu dekade, dan sudah tak perlu lagi menunjukkan siapa mereka di Benua Biru.

Perpindahan mereka ke Arab, bisa dimengerti, meski bisa dibilang mereka bisa saja mengakhiri di puncak tertinggi. Tapi, usia sudah mengejar mereka, dan pemain muda pun sudah menggoyang hierarki. Jadi, pindah ke liga yang lebih nyantai sebenarnya ya nggak ada salahnya juga.

Meningkatkan kualitas Liga Arab

Kalian pasti pernah dengar ada orang yang mengejar makna hidup setelah mereka sudah sukses. Ya lumrah, mereka sudah tak perlu kesusahan memikirkan hari esok, maka prioritas hidup mereka sudah berubah.

Mungkin saja, pemain besar yang pindah ke Arab ini punya pikiran yang sama. Perpindahan pemain top ke liga kecil, tak bisa dimungkiri, bisa meningkatkan kualitas liga. Mulai dari infrastruktur, sponsor, hingga mengubah mental pemain lokal jadi lebih kompetitif.

Silakan baca artikel The Athletic tentang Messi ini. Kehadiran Messi, mengubah mindset pemain dalam waktu singkat. Memang, Messi tidak main di Arab, tapi bisa jadi efeknya sama di sana. Kedatangan Ronaldo, bisa saja mengubah mindset pemain Arab bagaimana seorang pro bekerja.

Baca Juga:

Cara Mudah Bikin Orang Portugal Marah

4 Striker yang Wajib Direkrut Real Madrid setelah Karim Benzema Pergi

Kata-kata Ronaldo tentang Liga Arab yang suatu saat nanti bisa jadi liga top, sebenarnya tak muluk-muluk. Selama Liga Eropa tetap stagnan dan berpegang pada kejayaan masa lalu serta digendong tim besar (uhuk, La Liga dan Serie A), ya tunggu waktu saja disalip liga lain.

Perpindahan pemain ke Liga Arab tak bisa dimungkiri, disumbang oleh iming-iming gaji besar. Tapi menurut saya, hal itu lumrah. Anggap saja itu usaha Arab bakar duit demi perkembangan liga.

Ketimbang fokus menghujat pemain yang pindah, mending bidik senapan kalian ke otoritas liga-liga di Eropa yang nggak berbuat apa-apa sama eksodus ini. Tapi ya berharap apa, sama FFP, aturan yang dibuat sendiri aja, tajam ke bawah tumpul ke Qatar kok~

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kiamat Tidak Akan Terjadi karena Pegunungan Makkah Jadi Hijau dan Cristiano Ronaldo Kumpul Kebo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2023 oleh

Tags: cristiano ronaldokarim benzemaLiga Arab
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Mencetak Gol Lewat Penalti Itu Tidak Mudah dan Sangat Layak untuk Dirayakan MOJOK.CO

Mencetak Gol Lewat Penalti Itu Tidak Mudah dan Sangat Layak untuk Dirayakan

4 Agustus 2020
zidane

Menanggapi Tulisan ‘Real Madrid itu Butuh Ronaldo, Bukan Zinedine Zidane’: Real Madrid Bukan Hanya Sekadar Kehilangan Cristiano

25 Juli 2019
saham coca-cola turun karena ronaldo mojok

Nggak Usah Lebay deh, Saham Coca-Cola Turun Bukan karena Ronaldo Geser Botol!

23 Juni 2021
ballon d'or cristiano ronaldo real madrid mojok

Real Madrid Tidak Butuh dan Tidak Perlu Cristiano Ronaldo Lagi

16 Maret 2021
Surat Kecil untuk Cristiano Ronaldo: Pergilah Kasih, Kejarlah Keinginanmu messi

Bagaimanapun Juga, Cristiano Ronaldo Hanyalah Manusia Biasa

14 November 2022

Semisal yang Digeser Cristiano Ronaldo Adalah Arak, Lapen, Ciu, dan Bekonang

18 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

28 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.