Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pesan yang Bisa Jokowi Petik dari Tangisan Kim Jong-un di Depan Publik

Muhammad Kamarullah oleh Muhammad Kamarullah
18 Oktober 2020
A A
Pesan yang Bisa Jokowi Petik dari Tangisan Kim Jong-un di Depan Publik kim jong un menangis korea utara DPRK mojok.co

Pesan yang Bisa Jokowi Petik dari Tangisan Kim Jong-un di Depan Publik kim jong un menangis korea utara DPRK mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kim Jong-un menangis karena rakyatnya. Tapi harus dipahami, air mata Kim adalah bukti cinta paling paripurna. Meskipun Kim Jong-un suka bikin ribut dunia internasional dengan ancaman-ancaman rudalnya, ternyata terhadap rakyatnya sendiri ia sangat peduli. 

Seorang Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara itu tak lagi sanggup menahan air mata, mendadak menangis karena merasa gagal menaikkan standar kehidupan sekaligus berterima kasih kepada rakyatnya atas pengorbanan mereka ditegah krisis.

Kita harus apresiasi momen tersebut sebagai sebuah bukti cinta yang tak lagi bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanya bisa dengan air mata.

Tangisan Kim secara tersirat menggambarkan tentang sosok pemimpin yang kalau rakyatnya sedang menjerit, ia pasti hadir. Meskipun bisa dikatakan Kim hadir terlambat karena rakyatnya telanjur merasakan krisis, tetapi paling penting ia mau hadir di tengah-tengah dan turut merasakan apa yang dirasakan rakyatnya. Kehadirannya sekaligus membangkitkan kembali gairah dan optimisme dengan narasi-narasi yang sehat.

Awalnya, berita tentang tangisan Kim Jong-un ini membuat saya heran. Kim biasanya selalu diframing media sebagai lelaki yang suwangarnya minta ampun, kalau marah ancamannya bukan main, langsung dipaketin rudal. Tapi, kali ini dia menangis di hadapan semua rakyatnya dan di hadapan dunia yang menyorot gerak-gerik Korea utara.

Kim Jong-un berhasil membuat saya geleng-geleng kepala. Lihat, betapa rendah hatinya seorang Kim. Kendati rakyat se-Korea Utara telah menaruh kepercayaan setinggi langit kepadanya, ia masih saja mengakui bahwa dirinya gagal. Sungguh rendah hati sekali.

Kita harus akui, air mata di pipi Kim Jong-un bukan mencerminkan bahwa ia adalah pemimpin yang cemen. Tapi, memang Kim adalah sosok pemimpin yang langka dan patut dicontoh oleh para pemimpin dunia. Pikirkan lagi, memangnya Trump pernah begini?

Gaya kepemimpinan Kim berbeda sekali dengan pemimpin-pemimpin di negara lain seperti Indonesia misalnya. Biasanya, pemimpin yang kalau hasil angka survei tentang kepercayaan atau kepuasan terhadap kinerjanya meningkat, ia tak lagi mau main bareng, turun, mendengar keluhan-keluhan rakyatnya.

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Apa yang dilakukan Kim baru-baru ini mengingatkan kita pada sosok Ki Hajar Dewantara dalam adagium pendidikan politiknya. Yakni, ing garsa sung tuladha (yang di depan sebagai pemberi contoh), ing madya mangun karsa (yang di tengah sebagai pemberi semangat), dan tut wuri handayani (yang di belakang sebagai pemberi dorongan).

Saya akhirnya termenung, membayangkan bagaimana nasib negara yang ketika rakyatnya sudah muak atas kebijakan-kebijakan dan memberikan mosi tidak percaya terhadap pemimpinnya, tapi pemimpinnya malah cuek? Bagaimana jika mereka merasa sengsara hidup di negerinya sendiri karena berbagai macam krisis yang dirasakan? Bawaannya pengen pindah negara saja.

Krisis yang dialami masyarakat membuat massa marah kepada pemimpinnya. Saya rasa ini hal yang wajar. Ironisnya, pemimpinnya malah enggan hadir dan memilih untuk bersembunyi.

Salah satu contoh, mungkin kalian masih ingat dengan kasus pembunuhan George Floyd yang memicu aksi unjuk rasa dengan menaikkan tagar #bankerboy itu? Lantas siapakah “boy” di balik tagar itu? Ternyata Tuan Besar Donald Trump yang dikabarkan “bersembunyi” ke bunker bawah tanah.

Bukannya hadir di tengah-tengah massa aksi dan menangis memberikan keterangan, eh malah bersembunyi. Parahnya lagi, ia malah mengerahkan militer untuk menghadang massa. Betapa cemennya seorang Trump yang menggunakan kekerasan, tapi takut dengan massa aksi.

Tangisan Kim Jong-un sebetulnya tamparan keras buat pemimpin-pemimpin dunia saat ini. Terutama bagi pemimpin yang masih berkutat pada angka pandemi, tapi cenderung abai. Menurut Direktur Divisi Korut Institut Unifikasi Nasional Korea, Hong Min, di balik pesan yang disampaikan Kim Jong-un, dapat dirasakan bahwa Supreme Leader itu merasakan tekanan yang berat dalam masa kepemimpinannya.

Tetapi, dari tangisan Kim, sepertinya terdapat pesan penting buat Pakde Jokowi, presiden andalan kita. Sebab, sudah sewajarnya apa yang dialami Kim juga dirasakan Pakde Jokowi.

Pertama, Kim Jong-un ingin berpesan bahwa Pakde Jokowi tidak perlu latah menirunya yang menangis karena lambat mengatasi krisis. Pakde harus komitmen, tegas, dan segera bertindak.

Kalau kemarin sudah menyepelekan Covid-19, setelah itu berulang kali mengingatkan soal sense of crisis, dan kini melanjutkan pilkada. Itu sama aja bohong.

Kim Jong-un sepertinya paham betul dengan kondisi Indonesia. Bagaimana penanganan Covid-19 yang amburadul, angka kasus yang semakin tidak bisa dikendalikan, praktik mafia alat kesehatan, belum lagi krisis kepercayaan. Ia mungkin merasakan hal yang tidak jauh beda.

Kedua, meskipun Pakde Jokowi tidak akan mau mengakui bahwa dirinya gagal, paling tidak Pakde Jokowi hadir di tengah masyarakat saat demo UU Ciptaker. Jokowi harusnya segera mengobati luka rakyat dan melayani rakyat dengan sepenuh hati dahulu, bukannya bepergian mengunjungi peternakan itik menunggu beberapa hari kemudian baru menyapa rakyat.

Jangan banyak-banyak, kemarahan rakyat beberapa semenjak 2019-2020 ini saja sebenarnya menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa kepemimpinan Jokowi sedang tidak baik-baik saja.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Menunggu Penjelasan Ariel Heryanto yang Suka Upload Bunga di Media Sosial dan tulisan Muhammad Kamarullah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2020 oleh

Tags: Jokowikim jong un
Muhammad Kamarullah

Muhammad Kamarullah

Anak desa dari Banemo, Halmahera.

ArtikelTerkait

Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung Terminal Mojok

Pengalaman KKN di Gunungkidul: Warung Tutup Jam 7 Malam dan Menyaksikan Kemenangan Jokowi di Desa Pro Prabowo

4 Agustus 2023
Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi terminal mojok

Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi

28 Juni 2021
alasan jokowi tunjuk prabowo jadi pemimpin proyek food estate pulang pisau kalimantan tengah mojok.co

Prabowo Ditunjuk Urusi Food Estate: Memahami Kebijakan Jokowi yang Kerap Tak Tertebak 

24 Juli 2020
puan maharani dpr Pak RT mojok

Puan Maharani, ketimbang Menambah Periode Jabatan Presiden, Mending Lakukan 3 Hal Ini

29 Desember 2020
Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri

Trotoar Lebar di Jakarta, Cita-cita Ahok yang Sekarang Malah Dinyinyirin Pendukungnya Sendiri

28 November 2019
kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

5 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.