Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Permenaker, Kenaikan Upah, dan Kebijakan yang Bikin Bingung

Arviyan Wisnu Wijanarko oleh Arviyan Wisnu Wijanarko
25 November 2022
A A
Kenaikan Upah Bukan Kiamat: 3 Kekeliruan tentang Kenaikan Upah yang Harus Diluruskan permenaker

Kenaikan Upah Bukan Kiamat: 3 Kekeliruan tentang Kenaikan Upah yang Harus Diluruskan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Permenaker memang seakan jadi angin segar untuk pekerja, tapi prosesnya ternyata “menyenggol” banyak pihak

Setelah menanti kabar yang tak kunjung datang, pada akhirnya menemui titik terang. Kabar yang dinanti-nanti itu adalah penetapan upah minimum provinsi. Setelah setahun penuh diisi dengan kabar kenaikan-kenaikan yang berkonotasi negatif seperti kenaikan BBM, minyak goreng naik, daging ayam naik dan lainnya, akhirnya ada berita baik. Berita tersebut adalah akan ada kenaikan upah

Kamis, 17 November 2022, Ida Fauziyah selaku Menteri Ketenagakerjaan mengumumkan kalau upah minimum provinsi akan naik maksimal 10 persen. Pengumuman ini berdasarkan sebuah peraturan yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

Tentu saja informasi kenaikan yang ini membuat hati para pemberi nafkah senang. Tapi, tunggu dulu.

Tujuan Permenaker ini sangat mulia. Kementerian melihat ada ketimpangan upah minimum yang sangat jauh sehingga menyebabkan daya beli masyarakat di daerah dengan upah minimum rendah pun ikut rendah dan ini harus diatasi yaitu dengan Permenaker ini.

Tetapi tentu saja ada yang janggal dari Permenaker tersebut yang kalau dilihat-lihat isinya sangat bertentangan dengan peraturan yang ada di atasnya dan berpotensi besar melanggar asas perundang-undangan.

Selain itu, ada pihak yang tidak suka dengan keputusan ini. Siapa lagi kalau bukan pengusaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tampaknya sangat geram dengan terbitnya Permenaker tersebut.

Kegeraman muncul karena kondisi Indonesia saat ini masih menghadapi ganasnya COVID-19 yang berdampak pada sektor ekonomi dan menyebabkan pengusaha harus banting-tulang mendapatkan profit, ditambah Permenaker No. 18 Tahun 2022 tersebut memberikan keleluasaan bagi daerah yang upah minimum tahun berjalan sudah melebihi batas maksimal tetap dapat mengajukan kenaikan upah minimum. Ini berakibat semakin timpangnya upah minimum antardaerah.

Baca Juga:

ASN Boleh Mengkritik Negara, karena Digaji oleh Rakyat dan Diminta Setia pada Negara

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

Kalau konsepnya seperti itu artinya tujuan dibuatnya peraturan tersebut sangat fana. Tentu saja akan makin membuat kesenjangan antardaerah semakin terlihat. Seperti biasa tujuan mulia itu hanyalah janji manis saja seperti pejabat-pejabat pada umumnya.

Cacatnya peraturan tersebut tidak berhenti di sana. Permenaker telah melanggar peraturan perundang-undangan yang ada di atasnya yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Di dalam Permenaker di Pasal 2 ayat (2) terdapat frasa “Pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan upah minimum tahun 2023 wajib berpedoman pada Peraturan Menteri ini”.

Frasa yang sama seperti di Pasal 4 ayat (3) PP Nomor 36 Tahun 2021 “Pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan pengupahan wajib berpedoman pada kebijakan Pemerintah Pusat”.

Pemerintah Daerah Provinsi pasti bingung mau ikut yang mana, satunya bilang wajib ikut ini yang lain bilang juga wajib ikut ini. Seperti biasa yang jadi korban adalah masyarakat yang menuntut kepastian hukum.

Ibarat kata, Peraturan Menteri ini sudah kurang ajar telah membantah Peraturan Pemerintah. Seperti seorang supervisor yang berani-beraninya memberi perintah ke staff untuk menentang perintah manajer.

Walaupun Permenaker tersebut terkesan kurang ajar terhadap Peraturan Pemerintah, di balik itu semua ada plot twist-nya. Ternyata Permenaker No. 18 Tahun 2022 tidak menjadikan dasar hukum PP Nomor 36 Tahun 2021, Undang-Undang Cipta Kerja maupun Undang-Undang Ketenagakerjaan. Demikian ini mungkin karena memang setelah putusan Mahkamah Konstitusi 91/PUU-XVIII/2020 tidak boleh ada aturan bersifat teknis yang merujuk kepada Undang-Undang Cipta Kerja.

Plot twist-nya Permenaker No. 18 Tahun 2022 berlindung dibalik Undang-Undang tentang Kementerian Negara yang mana memang peran fungsi Kementerian salah satunya adalah untuk membuat kebijakan sesuai dengan bidangnya yang dalam konteks ini adalah bidang ketenagakerjaan.

Lalu, cacatkah Permenaker No.18 Tahun 2022 ini?

***

Terlepas dari polemik yang timbul karena Permenaker tersebut, alangkah baiknya kita mengintip kembali tujuan diterbitkannya peraturan tersebut yaitu agar ketimpangan antardaerah tidak terlalu tinggi dan mengembalikan daya beli masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi.

Tujuan yang mulia terkhusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang selalu mendapatkan predikat dengan UMP selalu di bawah daerah lain. Dengan demikian tujuan pemerataan ekonomi bisa saja tercapai karena kita tahu bahwa lebih banyak orang yang merantau ke Ibu Kota Jakarta untuk mencari penghidupan yang layak.

Walaupun peraturan yang dibuat oleh Menteri Ketenagakerjaan ini masuk kedalam pusaran kontroversial baik secara isinya maupun ketentuan hierarki peraturan perundang-undangnya akan tetapi tujuannya yang mulia tidak boleh dikesampingkan.

Penulis: Arviyan Wisnu Wijanarko
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Buruh Minta Naik Upah Melulu karena Masalah Dasarnya Memang Itu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2022 oleh

Tags: Kenaikan upahomnibus lawperaturanpermenaker
Arviyan Wisnu Wijanarko

Arviyan Wisnu Wijanarko

HRD yang suka ngitungin upah.

ArtikelTerkait

Pengesahan RUU Kesehatan Bukan Salah DPR Saja, tapi Juga Salah Rakyat

Pengesahan RUU Kesehatan Bukan Salah DPR Saja, tapi Juga Salah Rakyat

12 Juli 2023
Suka Duka Saya Ketika Menjadi Fans DPR RI, Biasmu Siapa, Hyung? terminal mojok.co satir omnibus law UU ciptaker puan maharani Azis Syamsuddin

Surat Terbuka untuk Pak Azis Syamsuddin: Terima Kasih, Pak!

15 Oktober 2020
Curhat Seorang Fakboi yang Diputusin karena Ikut Demo terminal mojok.co RUU Ciptaker

Apa Bedanya Demo 1998 dengan Demo 2020?

15 Oktober 2020
Ava Korea Sudah Biasa Dikambing Hitamkan, Termasuk Soal Omnibus Law terminal mojok.co

Ava Korea Sudah Biasa Dikambing Hitamkan, Termasuk Soal Omnibus Law

7 Oktober 2020
Tolak Demo dengan Demo Adalah Wujud Istimewanya Aspirasi yang Offside terminal mojok.co

Tolak Demo dengan Demo Adalah Wujud Istimewanya Aspirasi yang Offside

14 Oktober 2020
Solusi Untuk Mengakhiri Penolakan Omnibus Law yang Bisa Digunakan BuzzeRp

Solusi Untuk Mengakhiri Penolakan Omnibus Law yang Bisa Digunakan BuzzeRp

10 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.