Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perlintasan Kereta Pasar Minggu-Condet Jadi Jalur Neraka Akibat Pengendara Lawan Arah

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
24 Desember 2025
A A
Perlintasan Kereta Pasar Minggu-Condet Jadi Jalur Neraka Akibat Pengendara Lawan Arah

Perlintasan Kereta Pasar Minggu-Condet Jadi Jalur Neraka Akibat Pengendara Lawan Arah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kekacauan yang terjadi di perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet terjadi setiap hari…

Sudah 20 tahun saya tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seiring waktu banyak sekali yang berubah di tempat itu. Baik dari fasilitas publik, maupun pasarnya sendiri yang kian sepi. Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah dari Pasar Minggu, yaitu kebiasaan pengendaranya yang suka lawan arah.

Warga Pasar Minggu pasti menyaksikan hal ini setiap harinya. Kenapa bisa begitu? Ya karena memang kebiasaan ini sudah menjadi penyakit kronis yang sudah nggak bisa disembuhkan. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak bertanggung jawab, tapi masalah ini tetap tak kunjung selesai.

Ada beberapa titik di mana pengendara-pengendara suka melawan arah dan meresahkan masyarakat sekitar. Namun, di tulisan ini saya akan membahas satu titik saja yang paling meresahkan. Titik itu adalah perlintasan kereta api Pasar Minggu-Condet. Berikut saya jelaskan.

Kekacauan yang terjadi di pintu rel dekat pintu perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet

Ada satu jalur yang banyak dilalui oleh orang-orang dari daerah Condet, Jakarta Timur, ke Pasar Minggu atau sebaliknya. Jalur itu adalah pintu perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet. Ini adalah jalur neraka yang begitu chaos di jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

Motor-motor memenuhi jalan dengan bunyi knalpot dan klaksonnya. Melihat keadaan itu rasanya pengin meneriakkan berbagai umpatan hewan, baik dari yang garang sampai yang imut.

Salah satu penyebab kekacauan di perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet ini adalah pintu rel yang lama tertutup jika ada kereta mau lewat. Saya nggak tahu gimana prosedur yang mengatur kapan waktu terbaik untuk menutup pintu rel ketika kereta mau lewat. Namun nggak jarang saya menunggu terlalu lama hingga kesal sendiri tapi keretanya nggak lewat juga. Akhirnya yang terjadi adalah penumpukan kendaraan.

Sebetulnya hal itu nggak akan menjadi masalah serius, paling kendaraan yang bertumpuk itu akan berlalu cepat. Namun bila antrean kendaraan sudah berlebihan, umumnya terjadi kekacauan. Dan yang menjadikannya bertumpuk berlebihan adalah kendaraan-kendaraan yang seharusnya tidak ada di sana, yaitu kendaraan yang melawan arah.

Baca Juga:

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

Penumpukan ini menyebabkan kemacetan yang luar biasa, terutama di sisi Jalan Raya Pasar Minggu. Jalan tersebut tidak lebar-lebar amat dan memang didesain untuk satu arah. Tetapi banyak orang yang maksa melawan arah ke jalan tersebut untuk masuk area Pasar Minggu. Tak jarang umpatan marah terhadap para pengendara lawan arah terdengar. Namun mereka tetap saja cuek.

Warga lokal di sana mau tidak mau turun tangan menghadapi hal tersebut. Ketika kemacetan terjadi di perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet, nggak jarang kita bisa melihat ojek pangkalan membenahi kemacetan tersebut.

Tidak ada ruang aman bagi pejalan kaki

Yang nggak kalah kasihan adalah pejalan kaki. Karena perlintasan tersebut juga dekat dengan Stasiun KAI Pasar Minggu, maka akan banyak pejalan kaki di sekitar. Kehadiran pengendara yang melawan arah tentu sangat mengganggu para pejalan kaki.

Beberapa kali saya juga melihat para pejalan kaki mengalah dan mendahulukan pengendara yang lawan arah lewat terlebih dulu. Seakan semua orang sudah menyerah dengan kelakuan pengendara ini dan lebih memilih bersikap “ya sudahlah”.

Polisi lalu lintas juga sudah capek

Beberapa tahun lalu, razia di sekitar area perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet masih sering dilakukan polisi lalu lintas. Namun makin ke sini makin jarang dilakukan karena memang nggak efektif. Tilang nggak bikin pengendara nakal yang hobi lawan arah kapok atau jera.

Pengendara lawan arah hanya pura-pura tobat saat ada polisi. Ketika tak ada polisi berjaga mereka terus melakukan kesalahan sama seakan punya hak di jalan tersebut.

Saya pernah melihat bahwa ada polisi yang turun tangan untuk mengatur kemacetan akibat pengendara yang lawan arah itu. Rasanya mereka lebih memilih langsung mengatur kemacetan yang terjadi, daripada melakukan razia. Memang sudah pada capek. 

Perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet lebih baik ditutup saja

Tahun 2023 lalu sempat ada wacana dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan yang mengatakan bahwa perlintasan kereta Pasar Minggu-Condet akan ditutup. Sosialisasi pun sudah dilakukan kepada warga dan disetujui. Namun entah apa alasannya, sampai saat ini perlintasan tersebut masih dibuka. Padahal jalur alternatifnya sudah disediakan.  

Sebagai warga Pasar Minggu, saya sangat setuju jika perlintasan kereta tersebut ditutup. Soalnya pengendara yang biasa lewat sana memang kepala batu dan sulit dikasih tahu. Lebih baik perlintasan ditutup total agar kemacetan hilang dan warga sekitar bisa lebih tenang.

Penulis: Farhan Madinanta Adyatma
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2025 oleh

Tags: condetjakarta selatanPasar Minggupengendarapengendara lawan arahPerlintasan keretaperlintasan kereta apiperlintasan kereta pasar minggu-condet
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

Menjaga Kualitas Shockbreaker dengan Meminimalisir Penggunaan Standar Samping terminal mojok.co

Jenis Pengendara Kendaraan Bermotor di Jalanan Jogja

3 Agustus 2019
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Benang Layangan Melintang di Jalan, Bahaya Mematikan yang Tak Terlihat dan Sayangnya Kerap Diabaikan Mojok.co

Benang Layangan Melintang di Jalan, Bahaya Mematikan yang Tak Terlihat dan Sayangnya Kerap Diabaikan

12 Juli 2025
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026
4 Persimpangan di Kediri yang Terlihat Baik-baik Aja, tapi Aslinya Mengancam Nyawa Mojok.co

4 Persimpangan di Kediri yang Terlihat Baik-baik Aja, tapi Aslinya Mengancam Nyawa

7 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.