Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jembatan Gantung Pasar Minggu, Jalan Pintas Penghubung Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang Menyimpan Bahaya

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
8 September 2023
A A
Jembatan Gantung Pasar Minggu, Jalan Pintas Penghubung Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang Menyimpan Bahaya

Jembatan Gantung Pasar Minggu, Jalan Pintas Penghubung Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang Menyimpan Bahaya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang pernah lewat Jembatan Gantung Pasar Minggu? Gimana rasanya melintasi jembatan ini?

Sebagai warga Jakarta, saya merasakan sekali bahwa Jakarta adalah kota yang amat kompleks. Nggak usah jauh-jauh ngomongin karakter penduduknya, tata kotanya saja juga ruwet. Banyak jalan kecil di permukiman warga yang bisa membuat kita tersesat. Namun jika kita hafal dan menguasai jalan-jalan kecil itu—meskipun kayaknya mustahil menghafalnya secara keseluruhan—kita bakal aman di Jakarta. Sebab, kita bisa memanfaatkan jalan-jalan kecil itu sebagai jalan pintas agar cepat sampai di tujuan.

Bicara soal jalan pintas di Jakarta, ada satu jalan pintas yang cukup menarik. Jalan tersebut menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Selatan yang dipisahkan oleh Sungai Ciliwung. Jalan ini sebenarnya merupakan jembatan gantung. Warga biasa menyebutnya Jembatan Gantung Pasar Minggu atau Jembatan Condet-Pasar Minggu.

Jembatan ini adalah salah satu jalan pintas yang ramai dilalui orang-orang yang ingin pergi dari Jakarta Timur ke Jakarta Selatan atau sebaliknya. Lokasinya persis berada di Balekambang, Condet, sampai ke Pejaten Timur di Pasar Minggu.

Jembatan yang hanya bisa dilalui oleh pemotor dan pejalan kaki ini membuat warga nggak perlu memutar terlalu jauh ke Kalibata ataupun Jalan TB Simatupang. Selain itu, terdapat Stasiun KRL Pasar Minggu yang letaknya nggak jauh dari jembatan tersebut. Kehadiran jembatan ini tentu sangat membantu orang-orang Condet yang ingin naik KRL ke Bogor maupun daerah pusat kota.

Jembatan gantung yang menyimpan bahaya di Jakarta

Meski bermanfaat, Jembatan Gantung Pasar Minggu ini terbilang ekstrem untuk dilewati karena terdapat tanjakan dan turunan yang cukup curam di kedua sisinya. Makanya kalau lewat sini, saya sarankan untuk ekstra hati-hati, apalagi kalau kalian baru pertama kali melewati jembatan ini. Kalau telat menarik gas di tanjakan, saya pastikan sepeda motor kalian nggak bakal kuat sampai ke atas jembatan.

Bagi para pengguna sepeda motor matic, pastikan untuk menarik gas dalam-dalam sebelum naik tanjakan agar kuat melibas tanjakan yang curam. Kalau tersendat-sendat di tengah tanjakan, gunakan kaki sebagai pendorong. Sementara bagi pengguna sepeda motor manual dan kopling, gunakan gigi satu saat menaiki tanjakan Jembatan Gantung Pasar Minggu ini. Oh ya, pastikan juga sistem pengereman sepeda motor kalian berfungsi secara optimal ya mengingat turunan jembatan ini curam dan sempit.

Terus pejalan kaki yang lewat sini gimana? Tenang, Gaes, asalkan nggak membawa beban yang terlalu berat, kalian bisa melewati jembatan ini dengan aman. Mungkin bakal terasa capek saat berjalan menaiki tanjakan jembatan karena memang agak curam. Saran saya, hati-hati jangan sampai terserempet pemotor yang lewat sini.

Baca Juga:

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

Walaupun ekstrem, banyak warga yang melewati Jembatan Gantung Pasar Minggu

Nggak cuma tanjakan dan turunannya yang ekstrem, Jembatan Gantung Pasar Minggu ini nggak terlalu lebar. Tapi, jembatan ini cukup ramai dilalui sehingga kadang terjadi antrean warga yang ingin menyeberang. Makanya tadi saya bilang jangan sampai telat menarik gas dan pastikan pengereman berfungsi secara optimal, supaya kalian dapat menghadapi situasi penuhnya jembatan gantung oleh pemotor yang berlalu lalang melewatinya.

Ramainya pemotor yang melewati Jembatan Gantung Pasar Minggu sebagai jalan pintas ini menandakan bahwa jembatan ini memegang peranan penting sebagai pemangkas waktu perjalanan sekaligus pemecah kemacetan yang terjadi di Jalan TB Simatupang dan Flyover Kalibata. Tanpa jembatan ini, mungkin kemacetan di kedua titik itu bisa lebih parah.

Harus diakui kondisi jembatan saat ini jauh lebih baik dibandingkan dulu. Jembatan ini sekarang sudah dibeton dan beraspal. Dulu, sekitar tahun 2008, jembatan ini merupakan jembatan papan kayu. Jembatan Gantung Pasar Minggu memang sudah lama berdiri. Konon, jembatan ini dibangun setelah DKI Jakarta dilanda musibah banjir besar-besaran pada tahun 2007. Jadi, sebelum jembatan ini ada, orang dan pemotor yang ingin menyeberang Sungai Ciliwung harus menaiki getek.

Itulah cerita mengenai Jembatan Gantung Pasar Minggu. Meskipun jalannya cukup ekstrem dan ramai, jembatan ini jadi jalan pintas tercepat untuk pergi ke Jakarta Timur atau Jakarta Selatan. Malah kalau ke Bogor juga bisa cepat sampai, tentu saja setelah naik KRL dari Stasiun Pasar Minggu, ya Gaes.

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Menemukan Ketenangan Melebihi Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2023 oleh

Tags: jakarta selatanJakarta TimurJembatan Gantung Pasar Minggu
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

22 Juli 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

10 Juni 2026
Jakarta Timur Aneh, Malah Rasanya Kayak Lagi Ada di Bekasi (Unsplash)

Jakarta Timur, Daerah yang Aneh dan Bikin Heran: Ketika Kantor Walikota Malah Terasa Seperti Milik Bekasi

9 Oktober 2023
Tangerang dan Jakarta Barat Semakin Mirip, Makin Ribet (Unsplash)

Tangerang Kini Menjadi Adik Tiri Jakarta Barat yang Semakin Mirip: Mulai dari Budaya, Ekonomi, Hingga Kemacetan

2 Mei 2025
Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

28 Oktober 2025
Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri (Unsplash)

Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri

12 Mei 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.