Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
26 Februari 2026
A A
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalur Pantura dan sejumlah ruas penghubung memang memiliki kewenangan berbeda-beda, tergantung pada status jalannya. Ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat karena berstatus jalan nasional, ada yang di bawah kewenangan pemerintah provinsi sebagai jalan provinsi, dan ada pula yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Perbedaan status ini sering kali membuat masyarakat bingung ketika terjadi kerusakan harus mengadu ke mana, dan siapa yang seharusnya bergerak cepat.

Bagi pengguna jalan seperti Mbak Nia, yang terpenting sebenarnya bukan soal siapa yang berwenang, melainkan kapan jalan tersebut diperbaiki. Apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri, arus kendaraan dipastikan meningkat. Banyak perantau yang pulang kampung, kendaraan logistik tetap berjalan, dan aktivitas masyarakat makin padat. Jalan yang rusak tentu meningkatkan risiko kecelakaan.

BACA JUGA: Dulu Primadona, Kini Jalur Juwana-Batang jadi Neraka di Pantura

Pantura memang vital, harusnya jadi perhatian utama

Pantura sendiri dikenal sebagai jalur vital. Truk-truk besar bermuatan berat setiap hari melintas, membawa hasil industri dan kebutuhan pokok. Beban kendaraan yang tinggi memang menjadi salah satu faktor cepat rusaknya jalan. Namun tanpa perawatan rutin dan perbaikan menyeluruh, kerusakan kecil bisa berubah menjadi lubang besar yang membahayakan.

Kondisi ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan juga keselamatan dan kelancaran ekonomi. Jika kendaraan harus memperlambat laju karena jalan berlubang, distribusi barang bisa terhambat. Jika pengendara terjatuh akibat lubang yang tak terlihat, dampaknya jauh lebih serius lagi.

Mbak Nia mengaku tetap bersyukur bisa pulang ke Pati dan berkumpul bersama keluarga. Namun pengalaman di perjalanan itu meninggalkan kesan tersendiri. Ia berharap ada percepatan perbaikan, terutama di titik-titik yang sudah rusak parah. “Semoga sebelum puncak mudik, sudah ada perbaikan. Kasihan kalau banyak yang celaka cuma gara-gara jalan rusak,” katanya.

Harapan itu tentu bukan hanya milik Mbak Nia. Banyak pengguna jalan lain yang merasakan hal serupa. Mereka tidak menuntut jalan sekelas tol, hanya ingin jalur utama yang aman, rata, dan tidak penuh lubang.

Menjelang Ramadan, momen kebersamaan dan pulang kampung seharusnya diwarnai rasa tenang, bukan kecemasan di jalan. Perbedaan kondisi antara Kudus yang sudah mulus dan Demak yang masih penuh lubang menjadi pengingat bahwa pemerataan perbaikan infrastruktur sangat penting.

Baca Juga:

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Semoga ke depan, perjalanan lewat Pantura tak lagi menghadirkan rasa heran, melainkan rasa nyaman dari awal hingga tiba di kampung halaman. Karena bagi para perantau yang ingin pulang, jalan yang aman adalah awal dari kebahagiaan bertemu keluarga.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pati Bukan Sarang Penjahat dan Plat K Bukan Berarti Kriminal, Ada Hal Baik yang Bisa Diapresiasi di Sini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2026 oleh

Tags: demakjalur panturakuduspati
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Pasar Kliwon Kudus Makin Sepi: Bukan Semata karena Pergeseran ke Marketplace, tapi Juga karena Pelayanan

Pasar Kliwon Kudus Makin Sepi: Bukan Semata karena Pergeseran ke Marketplace, tapi Juga karena Pelayanan

27 September 2025
5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat (Unsplash)

5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat yang Prihatin Melihat Ada Mahasiswa Diusir Warga

1 Agustus 2023
Bus Ramayana, Bus Terbaik di Jalur Pantura (Unsplash)

Bus Ramayana, Bus Terbaik di Jalur Pantura

27 Juni 2025
Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

15 September 2023
Jalan Demak-Purwodadi Bikin Kesal, Pengendara Harus Ekstra Sabar Lewat Sini

Jalan Demak-Purwodadi Bikin Kesal, Pengendara Harus Ekstra Sabar Lewat Sini

24 Februari 2024
Seserahan Bikin Pemuda Plat K Trauma Nikah, karena Gengsi dan Jumlah Seserahan Jauh Lebih Penting ketimbang Cinta dan Kesiapan

Seserahan Bikin Pemuda Plat K Trauma Nikah, karena Gengsi dan Jumlah Seserahan Jauh Lebih Penting ketimbang Cinta dan Kesiapan

23 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.