Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Perdebatan ASN vs Non-ASN, Perdebatan Paling Tidak Bermutu, padahal Semuanya Bisa Jadi Korban Efisiensi Anggaran!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
13 Februari 2025
A A
Perdebatan ASN vs Non-ASN, Perdebatan Paling Tidak Bermutu, padahal Semuanya Bisa Jadi Korban Efisiensi Anggaran!

Perdebatan ASN vs Non-ASN, Perdebatan Paling Tidak Bermutu, padahal Semuanya Bisa Jadi Korban Efisiensi Anggaran!

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu efek efisiensi anggaran yang bikin saya begitu sedih. Alih-alih mengutuk pihak yang bertanggung jawab, yang ada justru konflik antarkorban: ASN vs non-ASN.

Sejak pengumuman efisiensi anggaran keluar, mulai banyak orang yang mengeluarkan pendapat bahwa ini sebenarnya langkah yang baik. Tentu itu tidak masalah, hak untuk berpendapat memang harus ditegakkan dan dijaga. Sekalipun pendapat itu jelek dan bodoh, ya nggak apa-apa. Orang memang harus berangkat dari titik itu, agar bisa makin berkembang.

Hanya saja, jika pendapat bodoh itu dipaksakan, dan malah berkembang jadi konflik tak perlu, itulah yang jadi masalah. Persis yang terjadi hari ini.

Banyak orang malah menjadikan ini seakan-akan usaha untuk menghina ASN yang selama ini kerap dianggap jadi beban negara. Menyunat dana kementerian dianggap suatu hal yang lumrah, karena dana gemuk yang mereka terima itu (dianggap) nggak pernah tepat sasaran. Daripada nggak jadi apa-apa, mending dihilangkan saja sekalian. Malah bisa dialihkan ke sasaran lain.

Keliatan masuk akal kan? Iya, keliatan doang.

Efisiensi anggaran paling nggak masuk akal

Saya setuju bahwa dana yang diterima kementerian itu begitu besar. Sangat besar malah. Efisiensi anggaran sebenarnya memang jadi salah satu cara mengetahui kebutuhan sebenarnya. Tapi kata kuncinya adalah efisiensi. Nyatanya yang terjadi adalah pemotongan ugal-ugalan.

Ini masih jadi perdebatan panjang sebenarnya. Tapi saya coba bahas dulu.

Pemotongan ugal-ugalan ini justru tidak mencerminkan efisiensi anggaran sama sekali. Ada kementerian atau badan yang sebaiknya jangan pernah disentuh, seperti BMKG dan Basarnas. Ini logika dasar saja: menyunat anggaran badan yang ngurusin cuaca dan bencana di negara penuh potensi bencana alam itu jelas bukan langkah pintar.

Baca Juga:

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

Padahal ada hal yang bisa dilakukan untuk efisiensi. Misal, misalnya banget, dana pensiun untuk anggota dewan yang kerja cuman 5-10 tahun. Atau, menghilangkan fasilitas mewah yang tidak esensial yang diterima oleh pejabat. Apa pun itu, asalkan tidak mengorbankan ASN yang jabatannya kroco, hingga banyak yang dirumahkan. Kan aneh yak, ngomongin efisiensi, tapi pokok masalahnya malah tidak disentuh.

Itu baru satu contoh saja, masalah efisiensi anggaran ini masih banyak. Tapi malah direduksi jadi ASN vs non-ASN. Kalau level perdebatan cuma begitu terus, enak betul oligarki yang ada di atas sana. Mau bikin kebijakan berbahaya kek mana pun, akan aman-aman saja karena ada aja hal nggak esensial yang diributin.

Ngomong-ngomong, bakal banyak beasiswa dipotong dan UKT naik gara-gara efisiensi anggaran. Terus kalian masih milih adu bacot? Ya Allah.

ASN dan si paling swasta, berhenti adu bacot

Yang paling saya benci sih di peperangan ASN vs non-ASN ini adalah si paling swasta. Bikin opini kalau efisiensi anggaran itu biasa di swasta, 1 orang di swasta bisa ngerjain 5 kerjaan sekaligus, dan opini sok keras sejenisnya.

Sebenarnya opini tersebut ada benarnya. Tapi, nggak semua yang benar itu bisa dipakai dan tepat untuk dipakai.

Coba lihat masalah dengan lebih luas ngono lho. Masalahnya itu bukan 5-6 orang ngerjain satu pekerjaan atau gimana, tapi perkara pemerintah tidak tepat dalam bikin kebijakan. Oke, bahwa ada kerja-kerja tidak efisien dalam kementerian, misalnya. Tapi, solusinya bukan anggaran vital dipotong dan ASN pada dipecatin. Itu namanya akrobat logika. Kan bisa dibikin sistem yang lebih efektif, dan dilihat siapa yang sebenarnya benalu. Nah, yang dicabut itu aja, kagak semua dipenggal kepalanya. Kalau gitu mah, goblok namanya.

Asal tau aja ya, nggak hanya pekerja swasta yang mengerjakan banyak job desc dalam satu waktu. ASN pun juga. Pengin contoh nyata? Guru itu lho. Administrasinya bejibun, masih kudu ngajar, masih kudu memperhatikan siswa, masih dituntut untuk membentuk siswa jadi malaikat lagi. Kalau kayak gitu nggak kamu anggap job desc dobel-dobel, ada yang salah di caramu berpikir.

Kalau misalnya emang mau efisiensi anggaran, bisa dengan membaca tulisan Mas Ahmad Arief tentang ASN deadwood. Orang-orang kek ginilah yang bikin citra ASN terjun bebas, padahal pegawai negeri muda yang berdedikasi itu banyak. Kenapa orang berdedikasi kalian bacotin dan kena imbas masalah yang dibikin para deadwood?

Menang jadi arang, kalah jadi abu

Di saat-saat kayak gini, para si paling swasta harusnya justru jadi bekingan para ASN. Mereka kan tahu bahwa dipecat sewayah-wayah itu nggak enak, harusnya bersimpati. Bukannya malah ikutan tepuk tangan. Justru ini saat paling tepat bagi rakyat, terlepas apa statusnya untuk bersatu.

Ingat, mayoritas rakyat Indonesia itu bisa jatuh miskin dengan mudah. Bukan karena goblok dalam literasi finansial, bukan karena tiap hari beli kopi, tapi karena pemerintah yang ugal-ugalan. Jadi, ngapain kalian saling bunuh?

Perdebatan ASN vs non-ASN ini baiknya dihentikan. Di saat kalian saling bacok, ada kementerian yang mengangkat selebriti jadi stafsus. Sana lanjut bacok-bacokan lagi, jelas-jelas menang jadi arang, kalah jadi abu, dasar ora mutu!

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA ASN Mau Baik atau Brengsek Adalah Cerminan Masyarakatnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2025 oleh

Tags: asnefisiensi anggaranpegawai swasta
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Repotnya Jadi ASN di Tahun Politik, Pose Foto Nggak Leluasa Seperti Dulu Mojok.co

Repotnya Jadi ASN di Tahun Politik, Pose Foto Nggak Leluasa Seperti Dulu

17 November 2023
Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

30 Oktober 2025
7 Tipe ASN yang (Sepertinya) Cocok Kerja di IKN

7 Tipe ASN yang (Sepertinya) Cocok Kerja di IKN

10 Maret 2023
Daftar CPNS bagi Gen Z adalah Tanda Kedewasaan Diri Mojok.co

Bagi Gen Z, Daftar CPNS adalah Salah Satu Tanda Kedewasaan Diri. Banyak Hal yang Secara Sadar Mereka Korbankan

25 Oktober 2023
Penyesalan Saya yang Terlalu Manja karena Orang Tua Berstatus PNS (Unsplash)

Penyesalan Saya yang Terlalu Manja karena Orang Tua Berstatus PNS

10 Januari 2023
Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

26 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.