Pengalaman Ikut ASN Academy, Sebuah Wadah bagi Aparatur Muda Mengembangkan Skill Kepemimpinan – Terminal Mojok

Pengalaman Ikut ASN Academy, Sebuah Wadah bagi Aparatur Muda Mengembangkan Skill Kepemimpinan

Artikel

Munawir Mandjo

Sebulan lewat, seorang kawan mengirimkan sebuah pesan ke dalam grup WhatsApp perihal sebuah program bernama ASN Academy yang akan dilaksanakan oleh Pemimpin.id. Program tersebut diperuntukkan bagi aparatur muda yang ingin mengembangkan skill kepemimpinan agar menciptakan ekosistem yang lebih baik di dalam tubuh pemerintahan.

Merasa tertarik, atas saran kawan, saya pun mendaftarkan diri ke dalam program yang akan digelar via daring ini. Proses pendaftarannya nggak ribet-ribet amat, hanya mengisi beberapa pertanyaan, upload curriculum vitae serta surat rekomendasi dari atasan ke dalam Google Form, dan terakhir tinggal tunggu hasil pengumuman.

Dua minggu kurang lebih berselang, setelah dinyatakan lulus ke tahap berikutnya, saya dan peserta lain kemudian diwajibkan membuat video singkat berdurasi maksimal tiga menit yang berisi pemaparan peserta perihal perannya sebagai agen perubahan di pemerintahan dalam menciptakan ekosistem kepemimpinan yang baik untuk Indonesia. Lengkap dengan menggunakan tampilan seragam institusi tempat peserta bekerja.

Berbekal ponsel pintar, aplikasi VN Video Editor Maker VlogNow, tutorial di YouTube, serta kemampuan seni yang cukup bisa saya andalkan, saya berusaha membuat video seestetik mungkin. Gayung bersambut, usaha saya pun terbayar tuntas. Dari hasil pengumuman 71 peserta yang dinyatakan lolos, nama saya ikut terselip di antaranya. Saya cukup bangga terhadap pencapaian itu. Pasalnya, saya adalah satu dari tiga aparatur muda yang mewakili daerah saya, Sulawesi Selatan, untuk ikut dalam kegiatan ini.

Baca Juga:  Masih Ngebet Jadi PNS? Pikir-pikir Lagi

Banyak hal baru yang saya peroleh saat mengikuti program ASN Academy. Dari sesi diskusi misalnya, saya mendapatkan cerita-cerita yang secara pribadi kerap juga saya alami: bagaimana pegawai baru mendapatkan beban kerja lebih banyak dibanding pegawai lama meskipun pekerjaan itu di luar tupoksi, hanya karena mereka dianggap giat dan mampu menyelesaikan tugas; pimpinan yang cuek terhadap kinerja bawahan; budaya senioritas yang masih berlaku, dan seterusnya, dan sebagainya.

Tak kalah menariknya dalam program ini, ada sesi khusus yang memberikan kesempatan bagi seluruh peserta yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengidentifikasi masalah yang dialami di tempat kerja masing-masing, kemudian mencari solusi untuk ke luar dari kondisi-kondisi itu. Tentunya setiap peserta dituntut untuk mampu berpikir secara kritis agar sanggup keluar dari permasalahan yang dihadapi di lingkungan kerja masing-masing.

Selain itu dalam program ASN Academy, materi yang disuguhkan tak kalah menarik: self knowledge, emotional intelligence, creative problem solving, design thinking for innovation, empowering leader, coaching skill, dan seterusnya adalah beragam materi yang sanggup memantik rasa keingintahuan. Pun dibawakan oleh pemateri yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan seru dan menyenangkan.

Setelah mengikuti program ini, saya merasa banyak manfaat baru yang saya peroleh: jejaring baru dari lintas kementerian, mendapatkan insight baru seputar kondisi lingkungan birokrasi di Indonesia, lebih memahami arti kepemimpinan, memperoleh ruang untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman serta bisa menyampaikan unek-unek perihal pengalaman kurang mengenakkan selama saya menjadi ASN.

Baca Juga:  Masih Ngebet Jadi PNS? Daftar Aja!

Selain itu, lewat program ASN Academy saya lebih memahami peran saya sebagai aparatur negara, yang meminjam istilah Hegel dalam karyanya Philosophy of Right, harus menjadi “jembatan” penghubung antara negara (the state) dan masyarakat (the civil society).

Tentunya dengan peran sebagai penghubung ini, ASN harus mampu memposisikan dirinya sebagai civil servant atau pelayan masyarakat, bukan sebagai penguasa yang kerap membuat mereka terperangkap dalam praktik keliru yang bisa berujung pada penurunan kualitas pelayanan publik yang mereka berikan.

Apalagi sudah jelas dalam pasal 10 huruf b UU ASN, yang dengan tegas menyebutkan bahwa salah satu tugas ASN adalah memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Harapannya, bisa bermuara pada kepuasan masyarakat akan layanan yang diberikan.

Jadi, bagi para aparatur muda yang pengin ikut berpartisipasi dan memberi manfaat bagi negeri, sangat cocok mengikuti program ASN Academy ini. Untuk memperoleh informasi terkait kegiatan recruitment di batch selanjutnya bisa follow dan pantau terus akun media sosial Pemimpin.id.

Lagi pula nge-follow akun ini tak bakalan rugi-rugi amat, kalian akan mendapatkan informasi penting seputar kepemimpinan dan program-program menarik lainnya.

Kepemimpinan bukan tentang gelar atau jabatan, Ini tentang satu kehidupan yang memengaruhi kehidupan lainnya, kata John C. Maxwell. Program ASN Academy setidaknya bisa membuat Anda bisa menjadi bagian kecil dari motor penggerak perubahan, agar menciptakan ekosistem kepemimpinan yang lebih baik di negeri ini.

Baca Juga:  Dampak Positif Kalau PNS Beneran Kerja Dari Rumah

Sumber Gambar: YouTube Munawir Mandjo

BACA JUGA Jangan Asal Pilih Lokasi demi Lolos Seleksi ASN, Nanti Nyesel dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
6


Komentar

Comments are closed.