Perbedaan Mendasar Longboard dan Skateboard yang Serupa tapi Tak Sama – Terminal Mojok

Perbedaan Mendasar Longboard dan Skateboard yang Serupa tapi Tak Sama

Artikel

Kalau di otak kita bisa terpatri “Apa pun makanannya, minumnya Teh Botol Onoh,” demikian pula isu yang satu ini, “Apa pun itu papan yang ada rodanya, pasti skateboard namanya.” Padahal ada yang namanya longboard.

Saya sendiri juga awalnya mengenal papan berroda yang sering dimainkan orang-orang mau itu buat jalan biasa sampai ngetrik, ya skateboard. Meskipun saat dilihat sekilas ada perbedaannya.

Waktu itu saya dikenalin sama temen yang sering main papan. Otak saya auto “Oh, skateboard, ya.” Eh, tapi ternyata bukan. Dia menjelaskan kalau papan yang dia mainin itu bukan skateboard, melainkan longboard. Saya yang waktu itu masih nggak ngerti banget ya mana tahu bedanya. 

Di kesempatan berikutnya, saya ikut-ikutan dia dan teman komunitasnya main papan. Setelah lihat longboard yang dimaksud, saya langsung cengo dan auto, “Ohhh, ini toh.” Pantesan kok, kalau saya lihat orang mainan papan roda begitu, kayak beda-beda gitu bentuknya. 

Jadi, supaya nggak salah kaprah, ini dia perbedaan mencolok dari dua papan luncur populer yang kalian wajib pahami, Mylov~

Deck-nya berbeda

Perbedaan pertama dan paling mencolok antara longboard dan skateboard ini ada pada deck-nya. Deck yang dimaksud adalah papannya, ya. Papan yang mana? Ya, papan yang nanti bakal diinjek pake kakimu.

Ukuran pasnya variatif sih, tapi biasanya ukuran deck skateboard ada di kisaran 29-33 inci. Nah, kalau longboard sendiri sekitar 34-42 inci. Sesuai aja sama namanya, Longboard. Kayak lagunya Selena Gomez, noh.

Ah, I love you like a Longboard, beibeh

Bukan cuma panjangnya saja, tapi lebar papannya juga beda. Skateboard memang secara praktis terlihat lebih kecil. Tapi concave atau lengkungan samping dari skateboard bakal lebih terlihat.

Selain ukuran, perbedaan juga ada pada ujung deck-nya. Skateboard lebih melengkung. Sebutan anatominya itu nose dan tail. Posisi nose itu buat yang di depan, dan tail itu di belakang. Ketika dipakai, sebenarnya tergantung kenyamanan kita masing-masing aja. Mau dibolak-balik posisinya pun nggak ada masalah.

Berbeda dengan longboard yang lekungan ujungnya cenderung lebih datar. 

Wheels-nya yang berbeda

Baca Juga:  Tulisan dan Memori yang Terbatas

Wheels longboard lebih besar dari pada skateboard. Karena wheels yang besar ini lah, saat dipakai pun kecepatan dan keseimbangannya lebih daripada skateboard. 

Tapi ukuran wheels yang besar ini menurut saya ya merujuk ke ukuran deck serta tujuan dari masing-masing dua benda tersebut. Longboard dapat memunculkan sensasi stabil karena memang umumnya bisa digunakan buat transportasi misalkan ke minimarket komplek.

Nah sementara skateboard yang memang biasa buat main trik, punya wheels yang lebih kecil.

Meski demikian, bukan berarti longboard nggak bisa dipake buat ngetrik. Banyak hal yang bisa dieksplorasi dari kedua benda ini.

Kalau masih bingung, ya gini aja, deh. Longboard itu udah pasti keliatan gede dan ujungnya nggak terlalu melengkung. Bobotnya juga cenderung lebih berat karena berdasarkan pengalaman, saya merasakan sensasi ringan waktu mencoba main skateboard.

Jadi, kalau misalkan kamu lihat video mbak-mbak Korea yang nari di atas papan berroda, atau orang yang terlihat meluncur turun dari jalanan tinggi hampir bisa dipastikan kalau mereka itu pakai longboard ya, Cuy. 

Kalau ada temen-temen yang masih penasaran dan kebetulan domisilinya di Bandung, boleh kok join bareng kami di Sport Jabar Arcamanik. Kadang kami main di Braga, tapi kadang juga nggak main. Hahaha. Cek aja IG @triaveller ya, Mylov.

Sumber gambar: Pexels.com

BACA JUGA Nyobain Charm Cooling Fresh, Pembalut dengan Sensasi Semriwing Kebangetan dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Baca Juga:  4 Tipe Pendaki Toksik yang Ulahnya Bikin Geregetan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.