Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Serba Serbi Car Free Day: Berolahraga, Tempat Nongkrong, dan Isu Kristenisasi

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
28 Juli 2019
A A
car free day

car free day

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah hampir 20 tahun kita melaksanakan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di banyak wilayah di Indonesia. Dari penelusuran saya yang salah satunya dari Wikipedia, di Indonesia kali pertama mengadakan CFD di kota Surabaya, tepatnya pada tahun 2000 sebagai bentuk kampanye peningkatan kualitas udara kota.

Setelah dianggap berhasil, beberapa tahun kemudian kegiatan itu diimplementasikan di beberapa kota besar lainnya. Seperti Jakarta, Bogor, dan beberapa kota lain.

ADVERTISEMENT

Biasanya CFD sendiri diselenggarakan pada hari minggu dengan rentang waktu dari pukul 06.00-09.00 atau 06.00-11.00, tergantung pada lokasi dan kebijakan setempat. Sebagai masyarakat yang baik, tentu saya beberapa kali ikut serta meramaikan acara yang biasa diselenggarakan setiap sekali dalam seminggu tersebut. Ya, hitung-hitung olahraga.

Apalagi tujuan diadakannya CFD itu terbilang baik, salah satunya adalah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Meski yang berdomisili di pedesaan seperti saya harus juga menggunakan motor saat pergi ke lokasi CFD di kawasan kota. Kemudian, motor diparkir di tempat parkir umum atau yang memang sudah disediakan di sekitar lokasi CFD.

Pada saat mengikuti Hari Bebas Kendaraan Bermotor, intinya sih tinggalkan kendaraan bermotor dan jika ingin berolahraga apalagi membawa kendaraan tanpa mesin seperti sepeda, papan skateboard, dan lain sebagainya tentu diperbolehkan. Mengingat tujuan lain diadakannya CFD adalah sebagai bentuk usaha untuk mengurangi polusi udara.

Maka tidak heran saat CFD berlangsung, sejenak kebisingan yang berasal dari klakson juga mesin kendaraan bermotor hilang dan terganti oleh suara keceriaan anak-anak yang bermain juga mereka yang antusias dalam berolahraga. Kemudian entah hanya perasaan saya saja atau memang benar adanya, meski terkena panas cahaya matahari udara tetap terasa segar karena berkurangnya polusi di sekitar lokasi CFD walau hanya berlangsung 3 sampai 5 jam.

Tidak hanya yang berniat ingin berolahraga, pada saat Car Free Day banyak pula orang yang datang untuk membeli camilan. Sebetulnya hal itu tidak mengejutkan, karena di waktu yang bersamaan banyak sekali orang yang berjualan di kawasan CFD. Mulai dari aneka minuman, camilan tradisional, bahkan makanan berat sekalipun ada, seperti nasi goreng dan nasi uduk, misalnya.

Bahkan, banyak pula pedagang yang menjual pernak-pernik sampai dengan beragam pakaian. Maka rasanya wajar jika kemudian saya melihat kawasan CFD seperti pasar tumpah atau pasar dadakan. Walaupun biasanya tetap akan ditertibkan oleh pihak berwenang yang sedang bertugas. Tidak diusir, lebih kepada diatur tata lokasinya agar orang lain yang memang berniat untuk olahraga bisa tetap nyaman melakukan kegiatannya.

Baca Juga:

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

Tidak sedikit pula para remaja menjadikan Car Free Day sebagai ajang untuk bergaya, foto-foto, bahkan berkumpul dengan teman-teman yang lain. Sudah biasa rasanya saya mendengar celotehan teman yang berkata, “mereka datang ke kawasan CFD itu mau olahraga atau nongkrong, sih? Kok pake celana jeans sama outfit ke mal?”.

Sebetulnya pertanyaan tersebut bersifat retoris—bertanya sendiri dan dijawab dengan sendirinya—tanggapan saya sih, ya suka-suka orang yang datang ke CFD, dong. Mau dia sekadar main, olahraga, reunian, hanya mencari camilan, mau memakai outfit ke mal atau pakaian tidur, terserah orang lain selama tidak menganggu ketertiban juga kenyamanan umum.

Toh, dari awal juga sudah disosialisasikan oleh pemerintah setempat bahwa, tujuan diadakannya Car Free Day itu sebagai bentuk mengurangi polusi serta penggunaan kendaraan bermotor. Bukan untuk mengurangi populasi remaja alay yang sedang aktif dalam mencari jati diri.

Jadi, apa pun tujuan mereka dan seperti apa pakaian yang dikenakan saat datang ke CFD, selama tidak mengganggu baiknya tidak perlu dipermasalahkan apalagi jadi bahan cibiran. Toh, tanpa sepengetahuan kita bisa jadi malah kita yang dianggap aneh dan mendapat cibiran dari orang lain.

Selain itu, sempat beredar isu kristenisasi di beberapa CFD beberapa waktu silam. Terlepas dari benar atau tidaknya info tersebut, acara yang dilakukan satu minggu sekali itu tetap perlu diadakan sebagai hiburan bagi banyak orang termasuk para keluarga. Disamping juga memberi manfaat untuk lingkungan dengan cara mengurangi efek buruk polusi yang sumbernya dari kendaraan bermotor.

Soal isu kristenisasi, kenapa harus khawatir jika memang kita yakin dengan keimanan yang dimiliki? Selain menjadi pilihan, itu kan menjadi tanggung jawab masing-masing.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: anak mudacar free dayhari bebas kendaraan bermotorkristenisasiolahragatren pergaulan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Olahraga Jogging di Stadion vs di Tempat Terbuka, Mana yang Lebih Baik? terminal mojok.co

Olahraga Jogging di Stadion vs di Tempat Terbuka, Mana yang Lebih Baik?

13 Februari 2021
Joki Strava, Bukti Olahraga Lari Kini Semakin “Kejam” Mojok.co

Joki Strava, Bukti Olahraga Lari Kini Semakin “Kejam”

8 Juli 2024
Masih Muda malah Pilih Jadi Pengemis

Masih Muda Malah Pilih Jadi Pengemis, Terlalu

11 Maret 2020
3 Hal yang Bikin Saya Resah Saat Jogging di CPI Makassar

3 Hal yang Bikin Saya Resah Saat Jogging di CPI Makassar

22 Oktober 2023
persahabatan

Hal-hal Sepele yang Membedakan Antara Hubungan Pertemanan dan Persahabatan

3 September 2019
Biliar juga Olahraga! Tidak Bikin Keringetan, tapi Mengasah Strategi dan Konsentrasi  Mojok.co

Biliar juga Olahraga! Tidak Bikin Keringetan, tapi Mengasah Strategi dan Konsentrasi  

1 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate Mojok.co

MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate

25 Juli 2026
yang emosian jangan turun di Stasiun Pasar Turi Surabaya deh izin (Unsplash)

Stasiun Pasar Turi Surabaya bukan stasiun tapi wahana ujian mental buat para penumpang kereta api

23 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.