Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Olahraga Pagi Sambil Menyusuri Saluran Air Kuno Magelang Seru di Awal Saja

Fatoni Rahman oleh Fatoni Rahman
30 November 2023
A A
Olahraga Sambil Menyusuri Saluran Air Kuno Magelang Boog Kotta-Leiding Mojok.co

Olahraga Sambil Menyusuri Saluran Air Kuno Magelang Boog Kotta-Leiding (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menyusuri saluran air kuno di Magelang, Boog Kotta-Leiding, merupakan rute saya dan istri untuk olahraga pagi. Saluran irigasi warisan Belanda itu cocok untuk olahraga santai seperti jalan kaki dan jogging. Sepanjang perjalanan kalian akan disajikan pemandangan bangunan kuno dan bersejarah. Tentu olahraga kalian akan semakin menyenangkan kalau memahami kisah sejarah di baliknya. 

Kami memulai olahraga santai dari titik awal saluran air legendaris ini. Hulunya berada di sebuah pintu air kecil di sisi kanan saluran irigasi Kali Manggis, Kelurahan Kedungsari. Dari hulu kami berjalan ke arah Menowo. Di lokasi ini sebenarnya ada semacam jogging track. Rutenya membentang dari atas taman kota sepanjang Jalan Ahmad Yani Kebonpolo sampai sebelah kantor PDAM Kota Magelang. 

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, kami memilih melanjutkan jalan santai dengan menelusuri saluran air ke arah selatan. Jalanan relatif mulus dan bersih. Pohon-pohon besar di sepanjang saluran yang selama ini memberikan kesan gelap dan singup sudah dirapikan. Di kanan dan kiri saluran terlihat beberapa rumah tua model kolonial yang masih terjaga keaslian dan kebersihan bangunannya.

Selepas samping kantor PDAM Kota Magelang kami tak bisa lagi menyusuri saluran air ini karena terhalang tembok kompleks Balai Diklat Depkeu dan PT Telkom. Perjalanan harus dilakukan dengan memutar melewati trotoar samping Panti Mandala dan lanjut sebelah belakang bangunan Masjid Agung Kauman. 

Kondisi yang memprihatinkan 

Mulai dari titik itu, saluran air berbelok ke belakang Bank Jateng. Di situlah kondisi saluran air mulai terlihat memprihatinkan. Saluran tidak terisi air mengalir, justru sampah dan limbah rumah tangga mengapung disana-sini. Selain pemandangan yang kurang menyenangkan, bau tidak sedap menyebar dan menyengat. Otomatis saya dan istri mempercepat langkah agar daerah ini segera terlewati.  

Saluran yang sangat bersih di hulu ternyata semakin buruk di sisi selatan. Itul yang kami lihat ketika menyusuri Plengkung ke-3 di daerah Ngarakan, belakang pecinan Magelang. Di sana banyak kami temui bangunan semi permanen didirikan di atas saluran. Pokonya, kondisinya semakin tidak kondusif untuk berjalan kaki. Akhirnya kami memutuskan mengakhiri kegiatan di selatan Plengkung ke-3.

Saluran air kuno Magelang yang sangat disayangkan 

Pemandangan selama menyusuri Boog Kotta-Leiding sebenarnya sangat seru. Tentu saja pemandangan saluran air itu sebelum semakin ke selatan ya. Banyak sekali bangunan tua dan bersejarah. Misalnya saja, kami melihat menara sirine yang terbuat dari plat baja. Ada sebanyak 3 menara sirine yang kami temui sepanjang jalan, tepatnya di sekitar Potrobangsan, Poncol, dan Kemirikerep. Konon, pada masa penjajahan Belanda dahulu, sirine ini berfungsi sebagai tanda bahaya untuk mengantisipasi antisipasi bencana Gunung Merapi. Namun pada masa penjajahan Jepang, sirine diatas menara-menara ini dialihfungsikan sebagai tanda pemberlakuan jam malam dimulai.

Sebenarnya saya sangat menyayangkan kondisi di beberapa titik saluran air legendaris di Magelang begitu tidak terawat. Bahkan, menyebabkan bau menyengat yang mengganggu. Coba kalau sepanjang jalur itu terawat, pasti sangat nyaman untuk berolahraga santai seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda. Bukan tidak mungkin jalur ini menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara olahraga besar yang sedang populer saat ini. Lho, siapa tau, toh jalur ini sebenarnya punya pemandangan menarik dan nilai sejarah.  

Baca Juga:

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

Penulis: Fatoni Rahman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Magelang yang Menyenangkan, Sekaligus Mengecewakan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2023 oleh

Tags: Boog Kotta-Leidingjalan pagimagelangolahragarute joggingsaluran air kuno magelangsejarah
Fatoni Rahman

Fatoni Rahman

Part time banker, full time rocker.

ArtikelTerkait

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

21 September 2023
Daerah Sukamiskin Bandung Bukan Berarti Rakyatnya Senang Kemiskinan terminal mojok

Daerah Sukamiskin Bandung Bukan Berarti Warganya Senang Kemiskinan

9 November 2021
Pemulangan Prasasti Pucangan: Batu kok Dipulangin, Pentingnya Apa?

Pemulangan Prasasti Pucangan: Batu kok Dipulangin, Pentingnya Apa?

8 November 2022
Kisah Pangeran Harry dan Meghan Markle adalah Versi Reverse Balada Rama-Sinta terminal mojok.co

Kisah Pangeran Harry dan Meghan Markle adalah Versi Lain Balada Rama-Sinta

4 Oktober 2020
Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

13 Januari 2024
Seandainya Indonesia Tidak Dijajah Bangsa Eropa, Inilah yang Terjadi terminal mojok.co

Seandainya Indonesia Tidak Dijajah Bangsa Eropa, Inilah yang Terjadi

1 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.