Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perbedaan Bahasa Ngapak dengan Bahasa Jawa Bandek yang Perlu Diketahui

Risky Priadjie oleh Risky Priadjie
13 Oktober 2020
A A
Perbedaan Bahasa Ngapak dengan Bahasa Jawa Bandek yang Perlu Diketahui terminal mojok.co

Perbedaan Bahasa Ngapak dengan Bahasa Jawa Bandek yang Perlu Diketahui terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bahasa ngapak atau bisa disebut juga bahasa banyumasan, merupakan bahasa ibu yang sering digunakan masyarakat Jawa Tengah bagian barat. Contohnya, Kebumen, Cilacap, Tegal, Pemalang, dan masih banyak daerah lainnya. Jika menemukan orang yang dialeknya mirip bahasa ngapak, tapi ketika ditanya bukan berasal dari daerah yang disebutkan di atas, kemungkinan orang tersebut berasal dari daerah Indramayu. Pasalnya, beberapa kosakata ngapak digunakan di sana.

Mungkin kalian sudah tidak asing dengan bahasa ini, karena di tayangan TV sudah banyak yang menggunakannya. Biasanya kekhasan bahasa ini dipakai oleh pemeran pembantu di FTV atau sinetron. Kalimat yang nempel dan sering muncul yaitu, “nyong”, “kowe”, “cingire”, dan “gagal maning”. Banyak juga artis atau pelawak yang memopulerkan bahasa ngapak ini seperti Parto Patrio, Kartika Putri, Indro Warkop, dan Vicky Shu.

Di tanah rantau, kebanyakan dari mereka masih menggunakan bahasa ini untuk kehidupan sehari-hari. Namun, saat berbincang dengan orang lain yang bukan “wong ngapak” mereka menggunakan bahasa Indonesia, meskipun logat ngapaknya masih kentara dan terkesan lucu. Justru karena kekhasan itu mereka bisa menemukan teman baru sesama perantau karena bisa terdengar dari logatnya yang sangat melekat di telinga.

Di daerah perkotaan, bahasa ini bisa dianggap keren, tapi juga kuno. Dialeknya juga sering dijadikan bahan lelucon oleh orang yang bukan wong ngapak. Oleh karena itu, anak muda perantau yang menggunakan bahasa ini menjadi enggan untuk menunjukkan identitasnya. Padahal menurut saya lebih baik ditampol dibalas lagi saja dengan candaan dan jangan terlalu dipikirkan. Buktinya, banyak orang dengan bahasa Jawa bandek yang masih diterima di lingkungannya. Seharusnya wong ngapak juga bisa seperti itu. Lantaran pepatah kuno pernah mengatakan, “Semakin jarang suatu bahasa digunakan, semakin cepat bahasa itu punah.”

Tunggu sebentar, tadi ada bahasa ngapak, sekarang ada bahasa Jawa bandek, emang beda ya? Yo jelas beda, toh. Bingung, ya? Saya akan coba jelaskan sedikit supaya kamu bisa pdkt sama wong jowo kamu mengerti perbedaannya.

Apa bedanya bahasa Jawa ngapak dengan bahasa Jawa bandek (Jogja, Solo)?

Kosakata yang digunakan kebanyakan masih sama hanya berbeda sedikit, yang sangat terlihat berbeda adalah dalam hal pengucapannya. Bahasa ngapak penyebutannya dengan berakhiran “a”. Sedangkan bahasa Jawa wetanan penyebutannya dengan berakhiran “o”. Misalnya, ketika kita menanyakan seseorang ingin pergi ke mana, dalam bahasa ngapak, “Arep lunga mengendi?” Sedangkan dalam bahasa Jawa bandek, “Meh lungo mengendi?”

Ada lagi kosakata yang berbeda tapi artinya sama. Contohnya, dalam bahasa ngapak “kepriwe” tapi dalam bahasa Jawa bandek “piye” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “Bagaimana”.

Baca Juga:

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

Tambahan informasi juga, konon bahasa ngapak merupakan bahasa asli masyarakat Jawa pada zaman dahulu. Sedangkan bahasa Jawa bandek, awalnya digunakan untuk komunikasi para pengabdi di keraton. Oleh sebab itu, banyak yang menyebut bahasa ngapak sebagai bahasa yang lebih dekat dengan rakyat, dan juga karena wilayahnya yang jauh dari Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta sehingga tidak terpengaruh dengan bahasa lainnya. Bahasa Jawa Kawi atau disebut dialek ngapak adalah bahasa Jawa tertua dan juga akar dari dialek lain di Jawa Tengah.

Jadi, generasi muda ngapak jangan malu untuk menunjukkan identitasnya. Apalagi kalau ada orang Cilacap yang marah-marah. Mungkin kamu pernah nonton tayangan 86, di tayangan itu pernah ada yang mengatakan “Cilacap Santuy” yang menandakan bahwa warga Cilacap semuanya santai, termasuk juga wong ngapak lainnya.

Santai saja menanggapi candaan tentang bahasa ngapak. Kalau kamu marah, itu bisa membenarkan stereotip masyarakat tentang “wong ngapak” adalah orang yang ndeso dan mudah terpancing emosinya. Pasalnya, sudah cukup banyak orang yang mengatakan hal-hal seperti itu.

Terakhir, semoga seluruh generasi muda berani untuk menunjukkan identitasnya. Tidak melulu menggunakan bahasa “lo, gue” sebagai bahasa sehari-hari agar tidak dibilang ndeso. Percuma, walaupun sudah menggunakan bahasa “gaul”, logatmu masih bisa diidentifikasi.

Matur suwun nggo dulur sing wis maca, ngapurane nek ana salah-salah kata. Moga-moga ora nana bahasa daerah sing ilang.

BACA JUG Dialek Orang Wonosobo Itu Beda, Bukan Ngapak dan Bukan Bandek dan tulisan Risky Priadjie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2020 oleh

Tags: Bahasabandekngapak
Risky Priadjie

Risky Priadjie

Nongkrong adalah jalan ninjaku

ArtikelTerkait

Siasat Menaklukan TOEFL, Hal-hal Teknis Juga Perlu Diperhatikan Mojok.co

Siasat Menaklukan TOEFL: Tidak Hanya Jago Bahasa Inggris, Strategi Tes Juga Diperlukan

3 Agustus 2024
5 Alasan Orang Banyumas Susah Bikin Move On terminal mojok.co

Lima Bahasa yang Wajib Dipelajari Kaum Ngapak

31 Oktober 2020
Stop Bertanya Ngapak ya? ke Semua Orang yang Mengaku Berasal dari Cilacap. Ngapak Bukan Satu-satunya Identitas yang Dimiliki Cilacap!

Stop Bertanya “Ngapak ya?” ke Semua Orang yang Mengaku Berasal dari Cilacap. Ngapak Bukan Satu-satunya Identitas yang Dimiliki Cilacap!

8 Agustus 2023
15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya

15 Kosakata Bahasa Sunda yang Susah Diartikan ke Bahasa Indonesia. Orang Sunda Juga Bingung Menjelaskannya

25 November 2023
arti regulasi dan legislasi yang sering tertukar istilah hukum mojok.co

Arti Legislasi dan Regulasi, Dua Istilah yang Sering Tertukar

18 Agustus 2020
8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah (Unsplash)

8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah

3 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

28 Februari 2026
Lontong Kupang Kuliner Red Flag Jawa Timur, tapi Banyak yang Suka Mojok.co

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

3 Maret 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme biar Kalian Beli Semuanya, padahal Nggak Benar-Benar Butuh

4 Maret 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125

Honda Vario 125 Generasi Keenam, Motor dengan Desain Gagah tapi Kualitasnya Ampas

4 Maret 2026
Alasan Saya Jatuh Cinta pada Suzuki Karimun Kotak SL410R Mojok.co

Daripada Beli Motor Baru, Mending Beli Suzuki Karimun Kotak, Justru Lebih Menguntungkan

2 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua
  • Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat “Pertigapuluhan” di Yogyakarta
  • Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan
  • Di Balik Camilan “Mainstream” saat Lebaran, Ada Nilai Sentimental yang Mencairkan Suasana Kumpul Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.