Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Saya Sekolah di SD yang Punya 6 Musim

Imamul Muttaqin oleh Imamul Muttaqin
16 Juli 2020
A A
musim permainan di sd anak 2000an tren remaja anak-anak di indonesia mojok.co

musim permainan di sd anak 2000an tren remaja anak-anak di indonesia mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang sejak kecil rumahnya di pinggir jalan, saya punya privilese bisa lebih awal menyaksikan kemunculan tiap fenomena terbaru. Entah itu tren motor thailook, awal kemunculan ojek online, motor matic sultan, rombongan konvoi bocil pakai hoodie AHHA KW, hingga tren gowes yang belakangan ekskalasinya signifikan.

Dari situ saya sadar, manusia dan tren bagaikan saudara tak terpisahkan. Ingatlah sendal Homyped yang di masa jayanya berhasil bikin anak-anak ’90-an merengek tiap jelang Lebaran? Begitu juga celana jeans melorot ala Pasha Ungu yang jadi OOTD andalan ABG tahun 2004, plus dompet yang rantainya dicantolin ke pinggang. Itu semua bukti setiap orang pernah diobok-obok tren yang kadang bikin merinding kalau dikenang.

Sejak serbuan teknologi komunikasi beberapa tahun belakangan, perubahan tren nggak lagi melibatkan hal-hal fisik. Tampaknya ini sedang dialami oleh bocah yang bermarkas di tambal ban samping rumah saya. Saya ingat betul tahun lalu bacotan mereka cuma berkutat di dunia Mobile Legends. Sekarang, suara berat khas akil balig mereka justru kedengaran lebih banyak ngebahas top-up diamond buat beli skin FF.

Ingatan saya tiba-tiba kembali ke masa SD, tepatnya di paruh kedua era 2000-an. Jauh sebelum ini semua, kami mengenal sebuah sistem perputaran tren yang lebih ngawur dan sulit ditebak. Kami sepakat menyebut tatanan itu sebagai “musim”. Dari masuk hingga tamat, setidaknya ada enam musim yang pernah saya lalui.

#1 Musim kelereng

Musim kelereng masuk kategori sebagai musim yang cukup rutin hadir tiap tahun. Entah dari siapa awalnya, tiba-tiba secara misterius banyak orang jongkok bikin garis di lapangan sebelum bel masuk jam 7 pagi. Indikator lainnya juga dari bunyi kresek-kresek di kantong celana para siswa pas lagi lari.

Kalau sudah begitu, biasanya saya langsung sadar kalau musim kelereng sudah dimulai.

#2 Musim layangan

Sama halnya dengan kelereng, layangan terpantau cukup sering nangkring dan jadi trending SD saya saat itu. Masuknya musim tersebut ditandai dengan makin eksotisnya kulit siswa, ditambah efek bercak putih jilatan matahari. Bukan cuma itu, obrolan di kelas pun sibuk debatin merek benang gelasan paling mutakhir. Mulai dari cap semut, cap gajah, cap kobra, sampai cap raja setan.

3# Musim bulu tangkis

Musim badminton ini menggema di tahun 2008, tepat ketika Indonesia jadi tuan rumah Thomas & Uber Cup. Kala itu semua orang keranjingan ngebawa raket ke sekolah. Kalau nggak punya, syukur-syukur ada yang minjemin. Di masa itu jugalah saya pertama kalinya nyadar kalau perbedaan kelas sosial itu eksis.

Baca Juga:

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Soalnya ada temen yang bawa Yonex ori, ada yang cuma bawa raket KW biasa. Bahkan ada yang nekat main pakai buku gambar atau potongan kardus Indomie. Anehnya dulu itu nggak ada yang insecure.

#4 Musim Piala Dunia

Meskipun kami selalu main bola waktu jam olahraga, tapi musim Piala Dunia tetap menghadirkan aura berbeda. Perbedaan ini terlihat dari kawan saya yang bahas bola melulu. Beberapa mengklaim kalau mereka begadang nonton pertandingan semalam, padahal saya tahu mereka ketiduran alias ngorok di samping bapaknya.

Piala Dunia 2010 itu juga jadi pembuktian mereka beneran ngerti bola atau cuma ikut-ikutan. Level teratas, mereka yang tahu nama pemain dan biasanya dukung kandidat juara kayak Brasil, Inggris, dll. Ada juga yang baru-baru tahu bola dan milih dukung Afrika Selatan karena tuan rumah. Dasar klasemen dihuni anak cewek yang keykeuh mau dukung Indonesia. “Bela negara dong, kalian gimana sih,” begitu katanya.

5# Musim stik es krim

Tren ini salah satu yang paling absurd sepanjang ingatan saya. Musim tersebut bermula dari masuknya siaran kartun Upin & Ipin di layar kaca Indonesia. Ketika itu ada episode yang menampilkan para pemuda Tadika Mesra itu adu stik es krim. Hmmm… beberapa hari berselang, seantero sekolah sibuk gebrak meja main impit-impitan stik es krim. Butuh beberapa bulan sampai suara berisik itu akhirnya musnah dan menghilang.

6# Musim kartu Naruto

Global TV adalah pihak yang berperan besar di balik terjadinya musim ini. Naruto yang ketika itu nampil tiap sore sampai magrib, sukses membawa gelombang narutoisasi di Indonesia. Dari tas, baju, kotak pensil, sampai sempak semuanya dibikin ada unsur Naruto.

Hal yang sama juga terjadi pada industri abang-abang mainan yang dengan jeli menerbitkan secarik kartu karakter Naruto. Gambarnya lengkap dibubuhi level kekuatan para remaja Konoha jago gelut tersebut. Alhasil, mayoritas siswa di SD ketika itu mesti rela nggak beli bakwan dan tahu goreng cuma buat beli kartu sakti itu.

Ya, begitulah enam musim yang menemani masa SD saya. Saya nggak jemawa menasbihkan masa itu sebagai era paling klasik dan asyik. Karena bisa jadi lebih seru jadi anak-anak jaman sekarang yang bisa mabar sambil sesekali menggarap skenario TikTok cringe pakai slomo. Bisa jadi lho ya….

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA 6 Cara untuk Menghilangkan Hawa Dingin ala Orang Jaman Dulu dan tulisan Imamul Muttaqin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2020 oleh

Tags: AnakmusimpermainanRemajaSDSekolahtren
Imamul Muttaqin

Imamul Muttaqin

Mahasiswa UIN, lebih suka ujian tulis daripada take home.

ArtikelTerkait

rafathar hidup anak dalam reality show protes diprank the truman show richie rich mojok.co

Rafathar Sudah Mulai Protes Terlalu Sering Di-prank, Raffi-Gigi Kapan Mau Tobat?

5 September 2020
4 Hal tentang Perpustakaan Sekolah yang Patut Diragukan Kebenarannya

4 Hal tentang Perpustakaan Sekolah yang Patut Diragukan Kebenarannya

20 Oktober 2023
Rindu Acara Radio yang Fasilitasi Galau dan Patah Hati para Remaja terminal mojok.co

Rindu Acara Radio yang Fasilitasi Galau dan Patah Hati para Remaja

2 Februari 2022
anak muda jawa nasihat jawa ora ilok duduk di pintu mojok

Jangan Buat Anak Penasaran dengan Kata ‘Ora Ilok’

13 Mei 2020
Ilmu Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur! anwar zahid

Parenting menurut K.H. Anwar Zahid: Menuntun, Bukan Menuntut

15 April 2023
Sepeda Listrik, Kendaraan Ramah Lingkungan yang Membawa Maut bagi Anak-anak

Sepeda Listrik, Kendaraan Ramah Lingkungan yang Membawa Maut bagi Anak-anak

29 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.