Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Saya Menjadi Kuli Bangunan Selama Satu Hari

Dzulfiqar Galih Devara oleh Dzulfiqar Galih Devara
9 September 2020
A A
buruh pabrik kuli bangunan ideologi kiri buruh mojok

buruh pabrik kuli bangunan ideologi kiri buruh mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Bre, besok pagi kosong nggak?”

Pesan WA itu saya terima dari seorang teman lama pada malam kemarin. Sejak pertama kali kita ketemu lagi, dia cerita kalau belakangan ini dirinya lagi sibuk dalam dunia bangun-membangun rumah. Rumah dia sendiri tentunya yaa. Saya kira, sibuknya dia seperti pada umumnya orang mengontrol rumahnya yang lagi dibangun. Ternyata tidak, dia sering turun tangan sendiri bantuin para pekerjanya!

Beberapa kali dia nawarin saya untuk ikut mencoba, sekaligus meyakinkan kalau pekerjaan yang bakal kita lakuin itu bagian ringan-ringannya aja. Saya mengiyakan sejak cukup lama, namun belum sempat ada waktunya. Saya pikir lumayan juga, saat nanti udah sukses saya bisa bilang dulu pernah kerja nguli buat nambah-nambah uang jajan. Nah akhirnya, kita ketemu waktu yang tepat pada hari itu. Hari yang bersejarah, saya akan mencoba menjadi kuli bangunan untuk pertama kalinya!

Menjadi kuli bangunan atau pekerja konstruksi bagi saya adalah pekerjaan paling menyakitkan di dunia. Tapi maksudnya bukan gitu yahh. Mereka harus melihat rumah tersebut dibangun dari nol dan bekerja keras setiap harinya. Eh tapi pas rumahnya udah selesai dibangun, mereka justru harus pulang dan nggak bisa menikmati hasil pekerjaannya. Nah, mungkin perasaan itu yang ingin teman saya rasakan kali yaa. Dia ingin tahu bagaimana rasanya menikmati hasil kerja kerasnya sendiri.

Di pagi harinya, teman saya ngejelasin bahwa yang bakal dikerjakan hari ini adalah mindahin batu dan pasir dari lantai satu ke lantai dua, pakai katrol pastinya, Kalau nggak, ya atuhlah bakal capek banget dong. Nah, saya kebagian menyerok batu dan pasir itu ke ember dengan sekop, sementara dia bertugas menarik ember itu keatas dengan katrol. Sebelum kita mulai, dia juga nyiapin Nutrisari dingin, makanan ringan, dan buah-buahan buat kita istirahat nanti. Layaknya kuli bangunan beneran deh, sumpah seru!

Kita mulai jam sembilan pagi, saya mulai dengan batu terlebih dahulu. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada serokan pertama. Jari-jari belum terbiasa, lengan seketika melemah, dan pijakan kaki yang ternyata salah benar-benar mengejutkan saya. Saat itu saya mulai mikir; tadi baru serokan pertama, gimana 100 atau bahkan 1000 serokan selanjutnya? Mungkin saya salah mengambil pekerjaan ini. Seperti memperkuat pikiran yang muncul di kepala saya itu, saya juga istirahat setiap sepuluh menit pada satu jam pertama. Emang cemen banget anak satu ini.

Pikiran tadi ternyata salah. It gets better over time. Tangan saya semakin pede sama grip sekopnya. Lama-kelamaan, saya juga menemukan teknik yang dapat mengurangi rasa sakitnya. Oh iya lupa bilang, sekopnya lumayan berat dan bikin tangan saya tergores di beberapa bagian. Saking menikmati serunya, saya baru sadar bahwa ada luka saat waktu istirahat, dan batu sudah semuanya diangkat keatas. Tapi semuanya aman sih, karena sakitnya belum terlalu terasa saat itu.

Setelah istirahat, saya pindah haluan ke gundukan pasir. Ngeliatnya aja udah males, banyak bener cuy. Tapi tetap dikerjain sampe beres kok, kan itu bagian dari pekerjaan juga. Nah, meskipun sama-sama bikin tangan sakit, kalau pasir nggak terlalu berat. Jadi nggak terlalu kerasa, dan karena saya juga menikmati tiba-tiba kelar aja gitu. Padahal waktu udah menunjukkan jam tiga sore, lama juga kita nguli ya. Tapi pokoknya, saya nggak nyesel udah nerima pekerjaannya. Pengalaman yang saya dapet beneran engga bisa dilupain.

Baca Juga:

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

Capek, pake banget. Itulah kesan pertama yang diberikan pekerjaan ini kepada saya. Dari awal mulai, sampai pulang dan menulis tulisan ini, saya masih terbayang bagaimana capeknya. Badan sakit semua, benar-benar dari atas sampai bawah. Mungkin karena ini baru kedua kalinya saya menerima pekerjaan yang mengandalkan kekuatan fisik. Ditambah juga, saya emang orangnya cemen. Jadi, mungkin agak wajar untuk ngerasa seperti ini.

Pengalaman satu hari itu membuat saya dapat lebih menghargai profesi mereka. Saya juga membayangkan betapa kuatnya kuli bangunan yang sesungguhnya, secara fisik dan mental tentunya. Mereka harus mengerjakan berkali-kali lipat daripada apa yang saya kerjakan hari itu setiap harinya. Tapi toh semuanya tetap dijalani dengan sepenuh hati. Ternyata benar ya, kalau hati sudah digerakan oleh tanggung jawab, pasti bakal sulit untuk dihentikan.

Di awal tulisan, saya sempat bilang bahwa pekerjaan ini menyakitkan karena mereka nggak bisa menikmati hasil dari kerja kerasnya. Tapi, kalimat itu keluar dari seorang yang baru merasakan berada di posisi mereka hanya selama satu hari. Sepertinya, mereka udah cukup senang karena proyek yang telah lama dikerjakan akhirnya selesai. Mungkin juga, mereka merasa bahwa untuk bersyukur dengan keadaan, mereka tak perlu banyak menikmati ini itu terlebih dahulu. Salut deh sama kalian, wahai para kuli bangunan!

BACA JUGA Nasib Renovasi Rumah yang Ditinggal Pamit Kerja Semua Kuli Bangunan dan tulisan Dzulfiqar Galih Devara lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2020 oleh

Dzulfiqar Galih Devara

Dzulfiqar Galih Devara

Suka olahraga, main game, nonton film, dan dengerin musik, tapi jelas lebih suka dia.

ArtikelTerkait

3 Tips biar Nggak Dikit-dikit Romantisisasi Sebuah Kota

3 Tips biar Nggak Dikit-dikit Romantisisasi Sebuah Kota

12 Juni 2022
5 Provinsi dengan Persentase PNS Tertinggi di Indonesia terminal mojok

5 Provinsi dengan Persentase PNS Tertinggi di Indonesia

20 Desember 2021
Medok Sebagai Identitas Bahasa Ibu, Bukan untuk Diremehkan MOJOK.CO

Medok Sebagai Identitas Bahasa Ibu, Bukan untuk Diremehkan

17 Juli 2020
Kisah Cinta Tak Sampai Pelaminan, Dituduh Pakai Pelet, dan Berakhir Platonis terminal mojok.co

Kisah Cinta Tak Sampai Pelaminan, Dituduh Pakai Pelet, dan Berakhir Platonis

1 Desember 2020
Membandingkan Warteg dengan Warung Makan di Kota Solo

Membandingkan Warteg dengan Warung Makan di Kota Solo

28 Juli 2023
tokoh figuran Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab terminal mojok.co

Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab

5 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.