Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kasus Novel Baswedan Hanyut Terbawa Banjir Jakarta

Surya Aditya oleh Surya Aditya
30 Januari 2020
A A
Kasus Novel Baswedan Hanyut Terbawa Banjir Jakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta pada awal tahun 2020 ini merupakan salah satu banjir terbesar yang pernah merendam Ibukota. Benda-benda yang diterjang banjir pun hanyut tanpa pandang bulu, mulai dari sampah plastik, kenangan, popok bayi, bahkan mobil sekalipun. Saking besarnya banjir, sampai-sampai kasus besar yang lagi fenomenal pun ikut hanyut tersapu banjir Jakarta kali ini.

Siapa tak tahu tentang kasus penyiraman air keras kepada Penyidik Senior KPK Novel Baswedan? Setelah publik harus menunggu lama hampir seribu purnama tiga tahun sejak April 2017 untuk tahu siapa dibalik aksi keji itu, akhirnya pada akhir tahun 2019 sang penyiram berhasil terungkap juga, yaitu RB dan RM yang merupakan anggota polisi aktif. Kasus pun kembali berlanjut, setelah mandek cukup lama hingga terakhir dibentuknya Tim Teknis oleh Kepolisian.

Dua tersangka ini ada yang bilang mereka ditangkap, ada juga yang bilang merekalah yang menyerahkan diri kepada polisi. Lhah kan emang mereka polisi. Entahlah hanya pak polisi dan Tuhan yang tahu pasti. Menurut kesaksian salah satu tersangka ia tidak suka dengan Novel karena dianggap seorang pengkhianat. “Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia pengkhianat,” ujar dia di Polda Metro Jaya, Sabtu (28/12/19).

Berdasarkan apa yang dilakukan kedua tersangka ini bila memang motifnya ketidaksukaan tentu cukup unik, karena kasus ini sendiri bukan kasus kolang-kaling kaleng-kaleng. Pasalnya, kasus ini dipercaya juga menyeret jenderal di tubuh Kepolisian seperti apa yang pernah dikatakan Novel Baswedan sendiri. Sehingga tentu kesaksian dari kedua tersangka ini harus benar-benar digali apakah mereka hanya pelaku lapangan, atau mereka malah otak sekaligus pelaku lapangan, atau malah mereka merupakan aktor peran FTV. Hmmmm patut dinanti.

Apalagi sebelum berita banjir Jakarta memenuhi timeline media sosial, netizen banyak yang menaruh kecurigaan akan kedua tersangka ini yang cukup aneh. Ditambah para netizen banyak menyorot benda menonjol yang ada di saku celana mereka, apakah itu alat komunikasi, atau malah rokok merk Sukun. Siapa tau kan hehe

Di tengah lagi gencar pemberitaan tentang kasus ini, banjir pun menerjang Jakarta pada awal tahun 2020, yang juga menghanyutkan kasus Novel bersama mobil pajero yang ikut hanyut. Publik seakan dialihkan dengan lebih terfokus pada banjir Jakarta yang malah sibuk soal lempar lempar tanggung jawab antara pusat dan daerah, perbandingan banjir era Anies sama Ahok, sampai Bu Risma yang disuruh jadi Gubernur Jakarta. Yang satu sibuk cari pembenaran, yang satu sibuk ngorek kesalahan, malah nggak fokus UN, eh fokus ngatasi banjir. Maksudnya, biar cepet surut.

Belum sempet banjir surut total, publik kembali disuguhkan dengan kasus yang tak kalah heboh, yakni kasus Jiwasraya yang mengalami kerugian luar biasa besarnya dan gagal bayar polis pada para nasabah. Kasus ini pun menjadi headline berita di mana-mana mengingat kerugian yang diderita tak main-main yakni sebesar 13,74 Triliun per September 2019. Bayangin kalau buat beli boba dapet berapa?.

Balik lagi pada kasus Novel Baswedan, ya walaupun pemberitaan saat ini tak gencar dan bahkan memudar, pihak berwajib harus benar-benar konsen mengungkap secara gamblang kasus ini. Mengingat publik masih menunggu akhir dari kasus yang bombastis ini. Bahkan kalau dicermati para pelaku hanya dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan subsider pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kan kalau penegak hukum mau sedikit meluangkan waktu lihat CCTV di sekitar area penyiraman, itu kan emang udah direncanakan mateng banget. Tentu sangat mungkin bisa ditingkatin jadi pasal percobaan pembunuhan berencana, tinggal gimana sih besok kelanjutannya.

Baca Juga:

Ironi Pembangunan Kota Malang: Sukses Meniru Jakarta dalam Transportasi, tapi Gagal Menghindari Banjir

Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

Yah walaupun lagi banyak banget perhatian publik sama kasus lain, Polisi harus bener ngungkap nih kasus. Jangan sampai bukan cuma pemberitaannya yang hanyut terbawa banjir, tapi kasusnya juga hilang hanyut di tengah jalan. Atau malah polisi lagi sibuk sweeping kerajaan-kerajaan yang lagi rame nih? Semoga aja kasus ini emang bener didalami jangan sampai cuma berakhir di aktor lapangan saja. Pasalnya kan kasus Novel Baswedan ini koheren banget kalau mau disambungkan dengan kasus-kasus korupsi besar yang ditangani oleh Novel sebelum dia disiram air keras. Tentu pak polisi harus melihat kasus ini secara komprehensif, tidak hanya melihat kasus ini pada penyiramannya saja. Hmmmm hmmmm.

Apalagi ada framing-framing Novel Baswedan cuma merekayasa penyiramannya sendiri. Sampai ada yang ngelaporin Novel ke polisi. Hadeeeh. Udah nahan sakit yang luar biasa rasanya, udah nunggu kasusnya sampai bertahun-tahun, eehh masih ada juga yang nuduh Bang Novel. Sabar ya, Bang. Ya semoga kasus ini nggak dilupakan untuk diungkap lah! Nggak hanyut entah ke mana. Udah hampir tiga tahun masak mau mandek lagi?

BACA JUGA Kasus Novel Baswedan Memang Bisa Saja Direkayasa atau tulisan Surya Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2022 oleh

Tags: banjir jakartakpkNovel Baswedan
Surya Aditya

Surya Aditya

Seorang mahasiswa yang hobi makan lotek.

ArtikelTerkait

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

28 November 2023
Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah

Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah

2 Januari 2020
kpk dan anti korupsi

KPK dan Masa Depan Anti Korupsi yang di Ujung Tanduk

9 September 2019
Pengalaman Pertama Saya Jadi Korban Banjir di Kota Metropolitan Jakarta terminal mojok.co

Pengalaman Pertama Saya Jadi Korban Banjir di Kota Metropolitan Jakarta

22 Februari 2021
kasus suap benih lobster korupsi hukuman ringan mojok

Dari Kasus Suap Benih Lobster, Kita Belajar bahwa Hukum Bisa Didiskon

24 April 2021
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Putusan Sidang Kode Etik Wakil Ketua KPK: Mengharap Rasa Malu dalam Drama yang Belum Berlalu

4 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.