Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kasus Novel Baswedan Memang Bisa Saja Direkayasa

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
7 November 2019
A A
Kasus Novel Baswedan Memang Bisa Saja Direkayasa MOJOK.CO
Share on FacebookShare on Twitter

Dua tahun lalu, salah seorang komisioner KPK diserang seusai salat subuh di masjid. Saat itu, beliau akan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ada dua orang yang berboncengan mengggunakan sepeda motor menyiram Novel dengan air keras.

Sudah dua tahun, tapi kasus ini belum juga sepenuhnya tuntas. Kasus ini menambah deretan panjang daftar kasus pelanggaran HAM yang belum diselesaikan oleh negara. Pak Jokowi berkali-kali mengeluarkan pernyataaan akan menuntaskan kasus ini. Tapi sayang, belum ada titik terang hingga hari ini.

Novel Baswedan adalah penyidik KPK yang betul-betul militan dalam menuntaskan permasalahan korupsi di negeri ini. Tidak heran jika orang-orang melihat kasus ini sebagai upaya perlawanan dari mereka yang tidak suka dengan kinerja beliau di KPK. Mungkin beliau dianggap sebagai ancaman. Makanya ingin dibikin kapok.

Penyiraman ini menyebabkan mata kiri Novel Baswedan mengalami rusak, tidak lagi berfungsi dengan baik. Mengherankan, hari ini muncul orang-orang yang begitu yakin menganggap kasus Novel Baswedan ini adalah rekayasa semata. Tak lebih dari sebuah lakon sinetron. Tuduhan yang betul-betul kejam.

Lebih miris lagi ketika tuduhan-tuduhan tersebut tidak didasarkan pada bukti ilmiah. Hanya berdasarkan asumsi-asumsi dan nalar liar yang tidak berdasar. Tak lebih baik dari cocokologi antara segitiga dan iluminati. Padahal semua tuduhan mereka sudah dijawab dengan fakta dan data yang jelas. Tapi mereka tidak peduli. Sepertinya mereka sudah terlanjur benci. Nalar sehat pun tidak ada lagi, sudah mati.

Orang-orang yang menuduh kasus ini hanyalah rekayasa mempertanyakan wajah Novel Baswedan yang terlihat baik-baik saja. Kenapa hanya matanya saja yang rusak? Padahal kan air keras itu juga merusak kulit? Tuduhan tersebut sudah terjawab. Silahkan dicek kebenarannya di berbagai portal berita, dijelaskan dengan sangat ilmiah dengan ilmu medis. Air keras yang digunakan untuk menyerang Novel Baswedan tidak memiliki konsentrasi yang tinggi, sehingga tidak membuat kulit terbakar. Hak tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh Kapolri waktu itu, Pak Tito Karnavian.

Tuduhan lain juga diberikan. Ada sebuah video yang direkam oleh wartawan NET TV menunjukan kalau mata Novel Baswedan terlihat baik-baik saja. Bahkan terlihat putih bening. Padahal video tersebut diambil belum lama saat Novel Baswedan diserang. Tuduhan tersebut lagi-lagi terbantahkan. Tempo sudah melakukan pengecekan fakta dan dijelaskan dengan memaparkan data yang akurat. Silahkan dibaca.

Tuduhan paling tidak mendasar adalah mengatakan kalau Novel Baswedan selama ini hanya memakai lensa mata yang membuat seolah-olah matanya rusak. Tuduhan tersebut disertai lengkap dengan gambar berbagai macam jenis lensa mata. Dan anehnya, masih banyak orang yang percaya.

Baca Juga:

Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

Tuduhan-tuduhan dengan berbagai macam teori ini tidak main-main. Bahkan sudah ada yang berani melaporkan Novel Baswedan ke kepolisian. Entah bukti apa yang dimilikinya.

Mari berpikir dengan sederhana saja. Kasus ini sudah dua tahun berjalan, sudah cukup lama sekali. Banyak yang diresahkan dengan kasus ini. Bahkan sampai Pak Jokowi juga angkat bicara soal ini. Kalau kasus ini rekyasa, berarti orang satu negara lagi-lagi terkena prank. Dan saya bilang, ini jauh lebih hebat dari kasus Ratna Sarumpaet yang dulu.

Kalau benar ini rekyasa, rakyat Indonesia berarti mengkonsumsi hoaks yang meresahkan selama dua tahun lebih. Sudah banyak tenaga dan materil yang dihabiskan untuk menangani kasus ini. Dan kalau ini rekayasa, semua itu sangat sia-sia.

Hanya ada dua kemungkinan kasus ini adalah rekayasa. Pertama, Novel Baswedan sangat cerdik sehingga mampu merekayasa kasus ini. Karena kalau kasus ini hanyalah kebohongan, berarti beliau sudah berhasil menipu dokter yang memeriksa beliau. Novel Baswedan juga berhasil mengelabui semua aparat yang menangani kasus ini. Bahkan sekelas Kapolri saja bisa tertipu. Entah trik apa yang digunakan Novel Baswedan hingga mampu memanipulasi keadaannya sendiri.

Dengan logika sederhana, kita bisa sepakat kalau hal tersebut tidak mungkin terjadi. Tapi kalau benar seperti itu, saya berani bilang kalau orang-orang yang menangani kasus ini cukup bodoh bisa tertipu oleh Novel Baswedan. Dan ini bisa menunjukkan kalau aparat kita tidak begitu kompeten dalam menyelesaikan sebuah kasus.

Kedua, kasus ini adalah sebuah konspirasi. Jika kemungkinan pertama salah, maka hanya ada satu kemungkinan lagi, banyak yang terlibat dalam merekayasa kasus ini. Kalau kita berasumsi dokter yang memeriksa Novel Baswedan tidak mungkin salah dan aparat yang menangani kasus ini tidak mungkin tertipu, berarti kasus ini adalah sebuah konspirasi. Kemungkinannya, semua yang terlibat dalam kasus ini bekerja sama menciptakan hoaks tersebut.

Kemungkinan kedua itu pun hanyalah teori liar. Sangat tidak mungkin kalau kasus ini adalah sebuah konspirasi. Dengan begitu, tinggal tersisa satu kemungkinan, kasus ini memang benar adanya. Tudingan-tudingan tersebut adalah fitnah.

Kalau mau tau kasus ini rekayasa atau bukan, tidak usah berbelit-belit. Perintahkan saja dokter terpercaya untuk kembali memeriksa mata Novel Baswedan. Kalau memang Novel Baswedan berbohong, penjarakan. Tapi kalau sebaliknya, perkarakan semua orang yang menebar fitnah keji ini.

BACA JUGA Yang Ajaib dari Kasus Novel Baswedan atau tulisan Muhammad Ikhdat Sakti Arief lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2019 oleh

Tags: kpkNovel Baswedanrekayasa
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

19 Februari 2022
OTT KPK

Bupati Minta Kisi-Kisi OTT KPK Itu Nalarnya di Mana?

15 November 2021
aksi mahasiswa

Aksi Mahasiswa Belum Selesai, Tergantung Sebebal Apa DPR dan Pemerintah

25 September 2019
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

3 Cara Memupuk Nasionalisme selain Menyanyikan ‘Indonesia Raya’

24 Mei 2021
Sedikit Travel Guide bagi KPK yang Akan Berkunjung ke Jogja terminal mojok.co

Sedikit Travel Guide bagi KPK yang Akan Berkunjung ke Jogja

5 Desember 2020
7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

28 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.