Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pendengar Curhat yang Baik Adalah Mereka yang Tiap Curhat Nggak Kalian Dengerin

Lestahayu oleh Lestahayu
21 September 2019
A A
pendengar curhata
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seseorang yang pemalu sekaligus malu-maluin dan nggak tahu malu saya sering dianggap nggak pernah punya masalah hanya karena nggak pernah Curhat. Dan kayaknya saya perlu untuk meluruskan ini semua… Jadi gini, jangan mentang-mentang saya nggak pernah curhat tentang masalah saya lalu kalian menganggap saya nggak punya masalah. Justruu, yang saya hadapi itu sebaliknya. Saya-juga-punya-masalah-dan-sangat-amat-butuh-curhat-tentang-masalah-masalah-saya, tapi…

…gara-gara tiap saya curhat, saya jarang betul-betul didengarkan, akhirnya ya saya jadi malas sendiri untuk curhat tentang masalah saya.

Saya—juga seperti kebanyak perempuan lainnya tentu butuh untuk curhat. Karena dengan curhat lah perasaan kami bisa jadi sedikit lebih plong meskipun sebenarnya nggak dikasih solusi/saran apa-apa sama si pendengar.

Mengingat eratnya persahabatan perempuan, sebenernya cukup gampang untuk bisa curhat. Tinggal cari waktu, keberanian, dan pengertian dari teman-teman atau calon pendengar curhat kita. Waktu tentu berkaitan dengan apakah mau curhat saat itu atau nggak. Keberanian berkaitan dengan kesiapan emosional kita dan keyakinan apakah orang yang akan mendengarkan curhat kita itu orang yang bisa dipercaya apa nggak, ember bocor atau bukan. Dan pengertian, berkaitan tentang apakah orang yang bakal ngedengerin curhatan kita ini bakal ngasih perhatian penuh apa nggak. Apakah dia bakal nyimak atau nggak.

Nah, masalah pengertian ini yang sering saya rasakan. Pas saya curhat, teman saya ini malah bermain ponsel terus, lalu dengan santainya bilang, “Lanjut aja. Aku dengerin terus, kok.” Padahal ujung-ujungnya dia bolak-balik nanya, minta ceritanya diulang-ulang.

Atau, setiap kali saya lagi curhat, dia selalu motong, “Ke intinya aja deh, nggak usah muter-muter. Setahun juga nggak bakalan selesai kalau kamu ngomongnya kayak gini.” Padahal ujung-ujungnya, dia yang akhirnya curhat ngalor-ngidul nggak jelas apa intinya 🙁

Makanya, gara-gara pengalaman-pengalaman buruk itu, saya akhirnya memilih untuk mengalah dan memutuskan untuk jadi tempat curhat orang lain saja, alias jadi pendengar setia curhatan mereka. Soalnya percuma, tiap kali saya mau mulai ngomong, pasti udah kepotong. Baru buka mulut, terpaksa harus ditutup lagi. Setelah saya pikir-pikir, curhatan saya mungkin nggak menarik minat dan antusiasme mereka ketimbang curhatan yang sering mereka sampaikan ke saya.

Tapi yang menyebalkan adalah, ketika saya udah menyerah dan nggak menaruh minat buat curhat lagi, teman-teman saya ini malah dengan enteng bilang. “Sekarang, gantian kamu yang curhat.”

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Facebook Adalah Seburuk-buruknya Tempat Curhat Soal Kulit dan Minta Rekomendasi Skincare

“Lah, mau curhat apaan?”

Sebenernya sih bukan karena nggak punya masalah yang perlu dicurahkan dan dicari solusinya bareng-bareng. Tapi karena udah biasa nggak diberi ruang sama si penodong curahan hati a.k.a teman-teman saya ini, lama-lama kan jadi bosen juga ditawari kayak gitu. Lama kelamaan jadi kebiasaan mendem masalah sendiri—yang mungkin juga bakal dianggap terlalu sepele dan nggak penting-penting amat oleh mereka.

Bagi saya, pernyataan, “Sekarang, gantian kamu yang curhat,” sekarang rasanya cuma kayak basa-basi doang biar mereka nggak sungkan karena hanya mereka yang curhat terus lalu ngerasa jadi sahabat yang buruk. Belum lagi, kesannya kok saya harus nunggu ada waktu sisa dulu cuma buat ngeluarin unek-unek doang. Padahal kan unek-unek saya juga seringnya datang tanpa tahu waktu, tempat, situasi, maupun kondisi. Seolah-olah saya mesti nunggu disuruh dulu, baru boleh mencurahkan isi hati. Seakan-akan hati saya se-remoteable itu. Wkwk.

“Ya terserah, kan kamu yang punya cerita,” kata dia.

“Lagi nggak pengin curhat.”

“Nggak asik, ah. Masa, dari tadi aku mulu yang curhat? Sekali-sekali kamu curhat juga.”

Lho, lho kok kesannya perasaan saya bisa diatur sebegitu gampangnya? Seolah-olah saya cuma butuh curhatnya saat disuruh dan dia lagi “pengen dengerin” doang.

Aslinya sih di dalam hati udah balas, “Males ah, dari kemarin-kemarin dipotong mulu sih.” Tapi yang ke luar malah, “Kan emang lagi nggak ada yang mau dicurhatin. Jadinya bingung mau cerita apa.”

Mungkin awalnya emang gitu. Pendengar dan penyimak curhat yang baik berasal dari mereka yang sama sekali tak didengarkan; yang tak menemukan itu pada orang lain makanya menciptakannya dalam dirinya sendiri. Dan, karena inilah kami sadar bahwa tempat terbaik untuk mencurahkan isi hati adalah sajadah, dengan Dia sebagai pendengar, penyimak, serta pemberi solusi. Eaaaa.

Jadi, teruntuk kalian-kalian yang nyaman curhat sama seseorang tapi orang itu enggan curhat sama kalian, hati-hati aja. Bisa aja kasus saya dan orang itu sama. Hahahaha.

BACA JUGA Hal-hal Sepele yang Membedakan Antara Hubungan Pertemanan dan Persahabatan atau tulisan Lestahayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: CurhatPersahabatan
Lestahayu

Lestahayu

Sebagian orang memanggil saya Hayu, tapi lebih banyak yang memanggil Septi. Pernah pacaran satu kali. Suka menulis cerita fiksi, makanya pengin jadi sahabat PUEBI dan KBBI.

ArtikelTerkait

makhluk halus

Pledoi untuk Makhluk Halus yang Selalu Terpojokkan

16 Agustus 2019
pelacur

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!

5 Agustus 2019
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
diajak susah

Logika Terbalik Lelaki: Ingin Dapat Pasangan yang Bisa Diajak Susah

8 Agustus 2019
mental health itu nyata

Mental Health: Ancaman yang Nyata di Sekitar Kita

16 Agustus 2019
rasis

Rasis: Akibat dari Sekolah yang Belum Tuntas

20 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.