Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pemecatan Pangeran Adalah Bukti Kraton Jogja sebagai Monarki Tanpa Kritik

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
21 Januari 2021
A A
Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya Kraton Jogja sedang lucu-lucunya. Hanya dalam waktu sepekan, ada saja yang bisa dikomentari dan dinyinyiri. Sepertinya Kraton Jogja tidak mau kalah sensasi dari mas-mas influencer yang kemarin dapat vaksin itu.

Ada dua peristiwa menarik yang terjadi dalam sepekan. Pertama adalah somasi dari masyarakat Jogja terhadap Pergub Nomor 1/2021. Kado tahun baru ini dipandang bermasalah dan menunjukkan Jogja membredel penyampaian pendapat di muka umum. Tapi, ini nanti dulu ya. Ada yang lebih menarik dari somasi ini.

ADVERTISEMENT

Peristiwa kedua adalah pemecatan dua pangeran adik Sri Sultan HB X. GBPH Yudhaningrat (Gusti Yudha) dan GBPH Prabukusumo (Gusti Prabu) dipecat dari jabatan di Kraton Jogja. Gusti Yudha dijabel alias dicabut dari jabatan sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parwabudaya. Selanjutnya jabatan ini dipegang GKR Mangkubumi sang putri mahkota

Sedangkan Gusti Prabu dijabel dari jabatan sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nityabudaya. Selanjutnya jabatan ini dipegang GKR Bendara yang juga putri Sultan HB X.

Mungkin Anda akan bingung dan keselip lidah saat membaca jabatan yang dicopot dari dua pangeran ini. Sederhananya, Parwabudaya mengurusi pelaksanaan kebijakan di bidang agama, adat, dan kebudayaan. Sedangkan Parwabudaya adalah departemen pendukung kebudayaan, dengan fungsi melaksanakan kebijakan di bidang kebudayaan.

Gusti Prabu segera bersuara. Pangeran yang aktif di bidang keolahragaan ini menyatakan tidak ada kesalahan yang menyebabkan blio pantas dipecat. Gusti Prabu tidak menerima keputusan tersebut karena tidak berbuat kesalahan yang besar dan layak untuk dipecat.

Gusti Prabu juga memandang surat pemecatan itu tidak sah. Alasannya adalah gelar Bawono yang disematkan pada nama Sultan dan GKR Mangkubumi. Patut dicatat, dalam Sabda Raja Sultan telah mengganti gelar yang salah satunya mengubah Buwono menjadi Bawono.

Pihak Kraton mengklarifikasi bahwa pemecatan ini bersifat struktural. Gelar kebangsawanan kedua pangeran ini tidak dicopot. Posisi manggalayuda alias panglima yang dijabat Gusti Yudha juga aman dari penjabelan. Sebenarnya tanpa klarifikasi, kita semua sudah paham maksud pemecatan ini kan?

Baca Juga:

Panduan Singkat Memahami Keraton Solo, Biar Nggak Nanya “Kenapa Bukan Gusti Bhre yang Jadi Raja?”

Stop Kagum Berlebihan dengan Konten Romantisasi Abdi Dalem Kraton Jogja yang Melarat!

Tapi, klarifikasi kedua lebih penting. Sejak 2015 kedua pangeran yang dipecat ini tidak aktif bertugas di Kraton Yogyakarta. Oleh karena dipandang mangkir dari jabatan selama lima tahun, Sultan memutuskan untuk memecat kedua adik tirinya.

Gusti Prabu membenarkan hal tersebut. Blio tidak aktif bertugas di Kraton sebagai simbol penolakan atas Sabda Raja pada 2015. Selain mengubah gelar yang dipandang menyalahi tradisi alias paugeran, Sabda Raja juga menimbulkan polemik perkara suksesi kekuasaan. Sabda Raja ini juga mengarah pada pengangkatan putri sulung Sultan, GKR Pembayun, menjadi putri mahkota bergelar GKR Mangkubumi.

Poin kedua ini memang menjadi isu sensitif, baik di dalam maupun di luar kraton. Para pangeran adik Sultan menolak keputusan mengangkat putri sulungnya sebagai putri mahkota. Terutama karena Sultan masih memiliki adik laki-laki yang dipandang lebih layak menggantikan posisi raja di Kasultanan Yogyakarta ini.

Dari latar belakang yang berujung penjabelan ini, saya menemukan kecenderungan yang berkorelasi antara dua peristiwa yang saya sebutkan. Bahkan menjadi bukti bahwa Jogja sebagai monarki yang kebal kritik.

Perkara somasi, banyak yang kecewa dengan keputusan Sultan untuk membatasi lokasi demonstrasi. Terutama pelarangan untuk demo di area Malioboro. Dalam area yang jadi ikon wisata ini, terdapat kantor DPRD serta Kantor Gubernur DIY. Pembatasan ini membuat masyarakat kesulitan menyampaikan aspirasi langsung ke telinga wakil rakyat.

Pergub ini dipandang sebagai sikap kraton yang anti kritik. Meskipun dikesankan bahwa demo tidak pantas dilakukan di lokasi wisata, tapi kantor wakil rakyat Jogja berada di Malioboro.

Lalu apa korelasinya dengan pemecatan kedua pangeran tadi. Salah satu alasan dipecatnya Gusti Yudha dan Gusti Prabu adalah mangkirnya mereka dari tugas di Kraton Jogja. Tapi, mangkirnya mereka tidak dilandasi rasa malas yang sepele. Mangkirnya mereka adalah bentuk protes atas kebijakan Sultan yang melanggar paugeran yang seharusnya dilestarikan.

Kedua pangeran ini dikenal sebagai suara vokal yang menolak Sabda Raja dan Sabdatama. Kedua sabda Sultan ini dipandang sebagai cara Sultan memuluskan suksesi kekuasaan kepada putrinya. Sultan dipandang telah ingkar pada adat istiadat Kraton Jogja yang telah terjaga 264 tahun.

Tapi, respon kesultanan sangat keras. Aksi protes dengan mangkir dari tugas ini dijawab dengan pemecatan. Tidak ada negosiasi sebelum penjabelan ini. Ujug-ujug jabatan kedua pangeran ini dicabut dan diserahkan pada putri Sultan.

Jangankan demo oleh aktivis progresif, protes para pangeran yang simbolis ini saja dibredel. Padahal protes keduanya jauh dari kata rusuh dan pengrusakan. Bukannya didengar dan diapresiasi, malah dicopot jabatannya.

Inilah realitas Jogja yang istimewa karena monarki. Sabda Pandita Ratu tan kena wola-wali. Apa yang diucapkan raja tidak boleh mencla-mencle dan harus dilaksanakan. Apa pun itu, termasuk sabda yang dianggap melawan tradisi Jogja.

Mungkin, kali ini Gubernur Jogja harus menemui Sultan HB X. Tentu untuk mengingatkan keputusan penjabelan kedua adik Sultan ini. Pak Gubernur pasti bisa menyarankan metode yang lebih demokratis daripada sekadar memecat adik yang bandel.

BACA JUGA Sejarah Minol di Jogja: Dari Kedai Pemabuk Sampai Lahirnya Minuman Oplosan dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2021 oleh

Tags: antikritikkraton jogjamonarki
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Perbedaan Dawuh Dalem dan Pergub: Apakah Seluruh Keputusan Gubernur Jogja Bersifat Monarkis?

6 September 2020
Stop Kagum Berlebihan dengan Konten Romantisasi Abdi Dalem Kraton Jogja yang Melarat. Menjijikkan!

Stop Kagum Berlebihan dengan Konten Romantisasi Abdi Dalem Kraton Jogja yang Melarat!

15 Juli 2025
Sri Sultan HB IX, Sultan Paling Sakti Sekaligus Raja Sakti Terakhir Tanah Jawa

Sri Sultan HB IX, Sultan Paling Sakti Sekaligus Raja Sakti Terakhir Tanah Jawa

12 Februari 2024
hormat tiga jari demonstrasi anak sekolah mojok

Arti Hormat Tiga Jari oleh Demonstran di Thailand ala ‘The Hunger Games: Mockingjay Part I’

23 Oktober 2020
Kepompong Emas Rahasia Kecantikan Putri Kraton Terminal Mojok

Kepompong Emas: Rahasia Kecantikan Putri Kraton

24 Oktober 2022
5 Kafe Dekat Kraton Jogja, Cocok Buat Kerja hingga Nugas Terminal Mojok

5 Kafe Dekat Kraton Jogja, Cocok Buat Kerja hingga Nugas

14 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.