Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pelecehan Seksual Tak Pernah Bisa Dibenarkan, kecuali Kamu Idiot dan Bebal

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
11 Juni 2021
A A
Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Skorsing Sekaligus Izin Belajar Lanjut Doktoral, Ini Sanksi Apa Hadiah MOJOK.CO

Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Disanksi Skorsing Sekaligus Izin Belajar Lanjut Doktoral, Ini Sanksi Apa Hadiah MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Harapan akan dunia yang lebih baik mengisi udara selalu dibarengi kenyataan bahwa dunia ini diisi oleh orang jahat. Pertarungan akan kedua hal yang bertolak belakang ini akan selalu ada. Contoh paling mudah ditemukan adalah, ketika kita mulai aware terhadap pelecehan seksual, pada waktu bersamaan masih ada orang yang mewajarkannya.

Bayangkan ada orang yang menganggap pelecehan seksual itu wajar.

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh figur publik yang belakangan sedang jadi pergunjingan ini tak hanya membuka tabir aib si figur tersebut, tapi juga masalah-masalah yang tak kunjung selesai. Orang-orang masih banyak yang menganggap bahwa pelecehan seksual terkadang hanyalah salah paham antara pelaku dan korban, dan seringnya merundung korban dengan banyak tuduhan.

Orang-orang yang mewajarkannya, tak jarang dari orang yang terdidik dan terpapar akses pengetahuan. Anggapan bahwa orang yang mewajarkan hal tersebut tak lagi punya orang-orang yang tak terdidik. Melihat hal tersebut, pertanyaan-pertanyaan tentang pelecehan seksual jadi kembali ke pertanyaan paling dasar, kenapa masih ada orang yang mewajarkan tindakan tersebut?

Saya selalu yakin bahwa orang-orang yang mewajarkan hal tersebut—terutama bagi orang yang terdidik—adalah karena mereka memilih untuk bebal. Catat, memilih untuk bebal.

Ada bedanya orang yang memilih untuk bebal dan tidak tahu. Tidak ada orang terlahir bebal, waktu akan memberi kesempatan manusia untuk melawan pikirannya sendiri. Tapi, orang yang memilih untuk bebal, adalah orang-orang yang memilih menutup kepalanya dari informasi yang bisa memberi perspektif baru.

Orang-orang yang memilih untuk bebal itu bisa banget untuk mencari informasi tentang pelecehan seksual. Seperti, bagaimana cara bersikap jika kita tahu kasus tersebut? Bagaimana mencari informasi yang bisa dipercaya? Apa pasal yang berlaku? Bagaimana cara kita mendampingi korban?

Alih-alih mencoba mencari tahu, mereka memilih jalan pintas paling tolol: mewajarkannya dan menyalahkan korban.

Baca Juga:

3 Hal yang Bisa Ditangisi Bu Mega selain Badan Kurus Presiden Jokowi

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai

Orang-orang yang memilih bebal itu tahu bahwa mereka bisa saja mencari info, atau berpikir dari berbagai perspektif. Contoh perspektifnya, bagaimana jika pelecehan tersebut terjadi pada keluarga mereka? Hal tersebut harusnya cukup untuk bikin mereka tak mendukung perilaku tersebut. Dunia mungkin jahat dan begitulah adanya, tapi kita harus melindungi orang yang kita sayang dari dunia yang buruk.

Namun, orang-orang yang memilih bebal tersebut mengabaikan hal tersebut. Mereka memilih untuk mendukung, mewajarkan, menyalahkan korban, dan membiarkan pelaku melenggang bebas menikmati hidup.

Mereka lebih memilih untuk menyerang pribadi korban. Mereka memilih untuk menyerang baju korban. Mereka lebih memilih untuk memaklumi pelaku yang dalam kondisi mabuk,

Apakah ada hal yang lebih tepat untuk menggambarkan sikap orang tersebut kecuali memilih untuk bebal?

Orang-orang yang memilih bebal itu juga ingin terlihat melawan arus. Melawan arus, belakangan menjadi tren. Berdiri di seberang seakan menjadi hal yang menawan. Orang-orang yang melawan arus menganggap dirinya adalah unsur yang diperlukan di dunia, agar semuanya seimbang. Opini tak boleh dibiarkan tanpa lawan, bila itu terjadi, jadilah dogma.

Celakanya adalah, ada beberapa hal yang tak memerlukan opini yang berlawan untuk menghindarkan hal tersebut menjadi dogma. Pelecehan seksual adalah hal yang tak memerlukan orang di sisi seberang. Perilaku tersebut harus dimusnahkan, titik. Pelaku pelecehan seksual harus diadili, titik. Ketika ada yang melawan hal tersebut, alias mencoba melawan arus, yang keluar justru kebodohan.

Contoh, liat fans Gofar yang membela tindakannya. Lihat argumennya baik-baik. Yang terjadi adalah mereka berusaha keras melawan arus. Mereka berusaha untuk terlihat edgy. Kalau contoh tersebut kurang, sekarang lihat twit Coki Pardede. Coki adalah contoh terbaik seperti apa orang yang berusaha terlalu keras melawan arus.

Dan yang akan kalian temukan dari kedua contoh tersebut adalah argumen tak berbobot. Yang penting nyocot dulu, lawan arus dulu. Padahal, logikanya jelek saja belum.

Bagi saya, mewajarkan tindakan pelecehan seksual dengan dalih apa pun sama saja dengan mencoba melawan kewarasan. Tidak ada yang lebih goblok ketimbang membenarkan orang menyentuh organ intim orang lain. Hanya orang idiot yang menyalahkan baju korban. Hanya orang-orang tolol yang memaklumi pelaku.

Pelecehan seksual tidak boleh dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Dan jika kalian masih menemui orang yang berusaha dengan keras memberikan argumen pembenaran perilaku tersebut, saya sarankan guyur orang tersebut dengan air comberan. Sebab, opini orang tersebut sama seperti air comberan: menjijikkan.

BACA JUGA 4 Pembelajaran dari Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Gofar Hilman  dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2021 oleh

Tags: bebalGofar Hilmanidiotpelecehan seksual coki pardedePojok Tubir Terminal
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

jerinx musik hardcore rock post hardcore punk mojok

Jerinx, Nora, dan Kemarahan yang Salah Sasaran

23 Juni 2021
Berhenti Bandingkan Ponsel Advan dengan Ponsel Bikinan Luar Negeri Lainnya! terminal mojok.co

Berhenti Bandingkan Ponsel Advan dengan Ponsel Bikinan Luar Negeri Lainnya!

28 Mei 2021
Balita yang Jago Main TikTok Itu Tanda Kemajuan Generasi atau Malah Sebaliknya_ terminal mojok

Balita Jago Main TikTok, Tanda Kemajuan Generasi atau Malah Sebaliknya?

4 Juni 2021
influencer beli followers instagram, Tren Instagram Stories Terbaru Bikin Banyak Orang Gede Rasa! Penghapusan Jumlah Like di Instagram dan Kebiasaan Pamer Kehidupan

Influencer Melahirkan Ketimpangan Sosial, dan Saatnya Berhenti Memakluminya

3 Juni 2021
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Apa pun Alasannya, Penilapan Duit Bansos Itu Nggak Bisa Dibenarkan!

5 Agustus 2021
Video Klarifikasi Felicia Tissue untuk Mas Kaesang dan Contoh Konkret Sebuah Sikap bagi Para Wanita yang Dighosting terminal mojok

Video Klarifikasi Felicia Tissue untuk Mas Kaesang dan Contoh Konkret Sebuah Sikap bagi Para Wanita yang Dighosting

27 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.