Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tuhan Menciptakan Pekalongan untuk Kamu yang Lebih Suka Tersenyum ketimbang Membenci

Aghistna Moh Ibrahim Sulaiman Al Warist oleh Aghistna Moh Ibrahim Sulaiman Al Warist
21 Januari 2025
A A
Pekalongan Diciptakan Tuhan untuk kamu yang Suka Tersenyum (Pexels)

Pekalongan Diciptakan Tuhan untuk kamu yang Suka Tersenyum (Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

Tuhan menciptakan Bandung ketika Dia tersenyum. Sementara itu, Jogja, konon katanya, berhasil membuat Tuhan tersenyum. Nah, untuk kamu yang lebih suka tersenyum ketimbang membenci, Tuhan menciptakan Pekalongan.

Sudah 24 tahun saya tinggal di Pekalongan. Selama itu, saya tidak pernah sekali saja merantau. Dan selama itu pula, saya hampir tidak pernah melihat kekerasan terjadi di kota ini.

Iya, saya menggunakan kata “hampir” karena tidak mungkin benar-benar bersih. Namun, jika boleh membandingkan dengan daerah lain, tingkat kekerasan di Pekalongan sangat rendah. Rasanya selalu adem dan ayem di kota ini.

Jadi, tidak heran jika Ki Cempaluk memilih daerah Kesesi sebagai tempat menyepinya setelah purna tugas dari Mataram. Daerah ini memang sedamai itu.

Geografis Pekalongan yang menyenangkan

Secara geografis, Pekalongan memiliki gunung dan laut. Gunung di daerah selatan dan laut di utara. Namun, keduanya termasuk ke wilayah kabupaten. Yang sedang saya tulis adalah bagian kotanya. Yah, anggap saja, secara batiniah, kabupaten dan kota masih satu kesatuan. Aku wong Kalongan, koe wong Kalongan.

Yang menyenangkan bagi anak-anak muda adalah di Pekalongan ada banyak tempat menepi. Pengin ke pantai, tinggal datang ke Slamaran, Pantai Sari, Wonokerto, atau Siwalan. Mau lihat ijo-ijo, tinggal ke Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, dan masih banyak yang lainnya.

Budaya dan masyarakat yang mencerminkan kedamaian

Kita sama-sama mengenal Pekalongan sebagai kota batik. Nah, aktivitas membatik sendiri lekat dengan ketenangan. Melihat ibu-ibu pembatik canting dengan lembut, sebelum menggoreskannya ke kain, pranggok-pranggok yang mengepul, membuat mata ini jadi adem.  

Selain kota batik, Pekalongan punya atribusi baru, yakni kota salawat. Status ini muncul seiring dengan menjamurnya majelis-majelis salawat. Tentu yang terbesar ada di Gedung Kanzus Sholawat, asuhan Habib Luthfi bin Yahya.

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Energi menenangkan di Pekalongan

Di pelosok-pelosok, barzanji, diba’, simtudduror, dan burdah sudah akrab di telinga kami. Apalagi kalau bulan maulid tiba. Hampir setiap hari, kitab-kitab yang menerangkan Nabi Muhammad SAW itu terbaca di berbagai majelis maupun musala.

Menurut para ulama, yang saya tahu, energi salawat adalah sebagai energi yang menenangkan. Berbeda dengan wirid yang katanya bisa membuat badan panas atau bahkan mudah emosi jika dibaca melebihi dosisnya apalagi tak ber-sanad.

Oleh karena itu, tak heran jika di Pekalongan, hal-hal berbau kekerasan sulit berkembang. Wong secara historis, geografis, sampai budaya saja mendukung ke arah ketenangan, kok.

Walhasil saya berkesimpulan. Tuhan menciptakan Pekalongan untuk kamu semua yang lebih suka tersenyum, bukan membenci.

Penulis: Aghistna Moh Ibrahim Sulaiman Al Warist

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Hidup di Kota Pekalongan Itu Menyenangkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2025 oleh

Tags: BandungHabib Luthfi bin Yahyajawa tengahJogjakota batikkota sholawatpekalonganpekalongan kota batik
Aghistna Moh Ibrahim Sulaiman Al Warist

Aghistna Moh Ibrahim Sulaiman Al Warist

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan!

4 Mei 2025
Tips Cari Rumah Kontrakan untuk Pasutri Muda Terminal Mojok

5 Alasan Tinggal di Kontrakan Jauh Lebih Enak ketimbang Ngekos di Jogja

29 Oktober 2022
Daftar Kesaktian Sri Sultan HB X yang Tiada Tanding, Jelas Bakal Bikin Presiden Indonesia Iri! sultan jogja

Daftar Kesaktian Sri Sultan HB X yang Tiada Tanding, Jelas Bakal Bikin Presiden Indonesia Iri!

23 Februari 2024
Purwokerto Timur, Kecamatan Paling Maju di Kabupaten Banyumas dan Nggak Mungkin Disaingi Kecamatan Lain

Purwokerto Timur, Kecamatan Paling Maju di Kabupaten Banyumas dan Nggak Mungkin Disaingi Kecamatan Lain

2 Mei 2024
KRL Jogja Solo, Karanganyar-Stasiun Tugu, Punya Banyak Masalah (Unsplash)

KRL Jogja Solo, dari Karanganyar ke Stasiun Tugu, Menyimpan Banyak Masalah dan Ini Bukan Pekerjaan Rumah bagi PT KAI Saja!

20 November 2023
3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

15 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.