Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pasar Setono Betek Kediri, Pasar Tradisional yang Gagal Bertransformasi Jadi Pasar Semi Modern

Bima Prakosa oleh Bima Prakosa
4 November 2023
A A
Pasar Setono Betek Kediri, Pasar Tradisional yang Gagal Bertransformasi Jadi Pasar Semi Modern Mojok.co

Pasar Setono Betek Kediri, Pasar Tradisional yang Gagal Bertransformasi Jadi Pasar Semi Modern (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pasar Setono Betek salah satu pusat perdagangan paling sibuk di Kediri. Pasar tradisional yang mulai beroperasi sejak 1956 itu tidak pernah berhenti beraktivitas. Iya, aktivitas tawar menawar terjadi selama 24 jam penuh. 

Pasar Setono Betek memang bukan sekadar pasar tradisional biasa. Di sini, kalian dapat menemukan berbagai jenis bahan masakan yang dibutuhkan. Selain itu, di pasar ini pelanggan juga bisa membeli daging sapi, ayam, kambing, hingga ikan. Namun, untuk mendapatkan daging yang segar dan kualitasnya bagus, disarankan berangkat selepas subuh. Kalau berangkat agak kesiangan, kemungkinan besar daging yang dijual hanya tinggal sisa-sisa.

Saat dini hari, pasar ini sudah sangat ramai dengan orang-orang yang sibuk menggiling daging untuk dijadikan bahan baku pentol. Di bagian belakang, sebelah timur pasar ini, berjejer kios tukang kunci dan penjual sparepart kendaraan bekas. Sedangkan di bagian belakang sebelah barat dijadikan tempat berkumpulnya para pecinta burung dan penjual burung. 

Pokoknya, pasar ini betul-betul lengkap. Apapun yang kalian cari pasti ada. Tidak salah Pasar Setono Betek menjadi pasar andalan warga kediri. 

Pembaruan pasar pernah dilakukan

Sayang seribu sayang, kelengkapan yang ditawarkan pasar ini tidak diiringi dengan perbaikan fasilitasnya. Sebenarnya, pada tahun 2018, pemerintah Kota Kediri sempat melakukan pembaruan terhadap Pasar Setono Betek. Proyek pembaharuan tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp27 miliar. Hasil dari pembangunan itu adalah pendirian bangunan dua lantai dengan kios-kios di dalamnya. 

Melalui pembangunan tersebut, Pasar Setono Betek diharapkan tidak lagi menjadi pasar yang kumuh. Pasar diharapkan bisa berkembang, tidak hanya menjajakan bahan baku memasak saja, tapi juga memberi tempat pada penjual pakaian dan oleh-oleh. Semua demi mendatangkan pengunjung yang semakin banyak

Setelah diperbarui kios lama yang dulu ditempati para pedagang apakah dihilangkan sepenuhnya? Ternyata tidak, kios lama yang berbahan dasar kayu tetap dipertahankan, hanya saja posisinya bergeser ke belakang bangunan baru. Saat ini, kios kayu itu ditempati penjual daging, ikan, dan penggilingan daging. Sementara pada bangunan baru, di lantai satu di tempati oleh pedagang bahan memasak. Sedangkan kios di lantai dua ditempati penjual pakaian dan beberapa kedai kopi kekinian.

Pasar Setono Betek gagal jadi pasar semi modern

Harapan Pasar Setono Betek menjadi pasar semi modern ternyata tidak berhasil. Memang sih, kini posisi kios-kios sudah tertata rapi dan akses  tidak lagi becek. Namun, bagi para penjual pakaian dan kedai kopi kekinian yang ada di lantai dua, perubahan ini tidak begitu memberikan dampak yang signifikan.

Baca Juga:

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

Alasan Saya Lebih Nyaman Belanja di Pasar Manis Purwokerto daripada Pasar Tradisional Lain

Ada beberapa faktor yang sejak awal kurang menguntungkan bagi penjual di lantai dua. Pertama, Pasar Setono Betek sudah identik dengan pasar tradisional. Siapa pun yang ke pasar ini kebanyakan tujuannya untuk membeli bahan baku memasak. Kedua, Pasar Setono Betek belum dilengkapi dengan eskalator. Banyak orang malas naik ke lantai dua untuk sekedar melihat-lihat penjual yang ada di sana. Ketiga, bau amis daging dan ikan sangat mengganggu bagi orang yang mau menikmati kopi dan bersantai di lantai dua. 

Hari ini, kebanyakan penjual yang bertempat di lantai dua Pasar Setono Betek sudah meninggalkan kiosnya. Begitu pula dengan kedai kopi yang ada di sana, semuanya sudah tutup total sebab tidak mendapatkan keuntungan yang signifikan. Sementara itu, aktivitas jual beli di lantai satu yang meliputi penjual bahan-bahan memasak, daging, sayur mayur tetap berjalan lancar. Walau gedungnya sudah diperbarui, pasar ini tetap terasa seperti pasar tradisional pada umumnya.

Pasar Setono Betek tetap ramai, tapi gagal menjadi pasar semi modern seperti yang dicanangkan. Bagi Pemerintah Kota Kediri, kalau ingin tempat ini sukses menjadi pasar semi modern, coba lakukan pembaharuan kembali. Tolong, buatkan eskalator ke lantai dua dan atur ulang penempatan pedagang ikan agak berjauhan dengan gedung baru, sehingga bau amis tidak begitu menyengat dan pengunjung lebih nyaman.

Penulis: Shelfin Bima Prakosa
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2023 oleh

Tags: kediripasar semi modernpasar setono betekpasar tradisional
Bima Prakosa

Bima Prakosa

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi Islam di Kediri.

ArtikelTerkait

6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

27 Juli 2022
3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi

3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi

11 September 2023
Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri Mojok.co kabupaten kediri kediri kuno kini jakarta

Kediri Kuno Kini, Festival Rakyat yang Cuma Bikin Warga Trauma dan Kecewa Tiap Tahun

1 Juni 2025
Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

6 November 2023
Pasar Sendangmulyo Semarang, Pasar Underrated Penyelamat Warga Komplek Mager seperti Saya Mojok.co

Pasar Sendangmulyo Semarang, Pasar Underrated Penyelamat Warga Komplek seperti Saya

15 Oktober 2025
4 Persimpangan di Kediri yang Terlihat Baik-baik Aja, tapi Aslinya Mengancam Nyawa Mojok.co

4 Persimpangan di Kediri yang Terlihat Baik-baik Aja, tapi Aslinya Mengancam Nyawa

7 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tiket Go Show Tidak Sama dengan Tarif Khusus, dan Istilah Kereta Api Lain yang Sering Dianggap Sama, padahal Beda KAI

Jangan Sampai Zonk di Stasiun! 3 Kiat Berburu Tiket Go Show KAI Tanpa Drama Telantar

19 Juni 2026
Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
40 Jam Disiksa Bus Putra Remaja dari Jogja Sampai Jambi (Unsplash)

Pengalaman Naik Bus Putra Remaja dari Jogja Menuju Jambi: Seni Bertahan Hidup Selama 40 Jam di Atas Kursi Rusak yang Menyiksa

16 Juni 2026
Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.