Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan untuk Mahasiswa Baru dalam Memilih Organisasi Mahasiswa

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
25 Agustus 2020
A A
Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan organisasi kampus terminal mojok.co

Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun ajaran baru akan tiba, yang berarti mahasiswa baru mulai masuk dan merasakan belajar di kampus. Tapi, ya, sayangnya untuk tahun ini sepertinya tidak ada dulu belajar di kampus. Sebab, protokol dari pemerintah sendiri juga masih belum memperbolehkan kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Walhasil, mahasiswa baru akan terus merasa baru karena belajar via daring dan tidak bertemu langsung. Kuliah saja masih tertunda, apalagi masuk organisasi mahasiswa. Yang sabar ya, adek-adek maba.

Saya sebenarnya ingin memberikan saran soal memilih organisasi, tapi masih lama masuk bertemu mukanya kan. Tapi biarlah, nggak apa-apa juga. Setahu saya, organisasi mahasiswa itu walaupun pandemi tetap nyari kader karena mereka butuh mahasiswa baru yang segar untuk regenerasi. Oleh sebab itu, saya tetap akan menulis sebuah panduan bagi para mahasiswa baru yang memang berniat masuk ke organisasi.

Dari hati, bukan yang lain

Dalam memilih organisasi mahasiswa mana yang mau dipilih, jangan memilih karena dipaksa, diajak, atau ditekan. Sebab nanti ada aroma nggak ikhlas saat menjalaninya. Seyogyanya, bahkan seharusnya, memilih organisasi itu benar-benar dari hati. Sebab, kalau bukan dari pilihan hati sendiri, ya, ngapain atuh? Ibarat pacaran tapi nggak cinta, hambar.

Jangan hanya karena diajak senior, merasa nggak enak lalu ikut masuk. Setelah itu malah nggak aktif dan malas-malasan di organisasi tersebut. Pertama, terkesan cuman main-main dan organisasinya dilabeli lumbung massa. Kedua, kalian yang rugi karena diajak hanya untuk politik kampus doang ujung-ujungnya. Itu, disuruh nyoblos dari organisasi yang sama. Buat apa kalau hanya untuk begitu?

Lihat latar belakang

Latar belakang jadi faktor penting untuk memilih organisasi yang akan dituju. Sebelum memilih organisasi sebaiknya dilihat dulu apa latar belakang organisasi tersebut. Kalau kamu dari keluarga besar NU, bisa masuk PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang menganut aswaja sebagai landasan organisasi. Kalau kamu Muhammadiyah, pilih IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Kalau nggak mau di dua-duanya, ada HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sebagai organisasi mahasiswa Islam tertua yang nggak berafiliasi kemana-mana.

Ini penting loh, ya. Jangan asal sembarang masuk organisasi. Misalnya kamu seorang muslim, ya, masa tiba-tiba pengin masuk ke GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia). Servernya beda, Bung.

Pastikan apa niat kamu masuk

Semua pekerjaan, semua hal di muka bumi ini tentu haruslah dilaksanakan dengan niat. Tanpa niat tidak akan terjadi, tanpa niat nggak akan tercipta. Pokoknya harus niat dulu, baru dilakukan. Begitu pula dengan masuk organisasi, apa niat dan tujuanmu? Kalau hanya sekadar nyari teman, nggak masuk organisasi juga bisa.

Pastikan lagi niatnya apa, dan mengapa masuk organisasi mahasiswa. Sebab, takutnya masuk organisasi eh kedepannya merasa nggak dapat apapun. Makanya diperiksa lagi niatnya apa. Berorganisasi seperti halnya naik kendaraan, kalau nggak tahu tujuan dan niatnya gimana mau sampai?

Baca Juga:

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

Pastikan itu organisasi, bukan MLM

Kalau kalian mengira ini hanya lucu-lucuan, kalian salah. Saya tau cerita macam ini dari teman saya sendiri. Ceritanya begini. Teman saya bertemu dengan seseorang—anggap saja seniornya—untuk bergabung dengan sebuah organisasi. Awalnya biasa saja, tidak ada yang mencurigakan.

Ealah, taunya saat diajak ke tempat “organisasinya” malah yang ada materi sukses, cepet kaya, bonus membership, jargon-jargon nan dahsyat. Shock nggak tuh, ujung-ujungnya teman saya diajak gabung “organisasi” tersebut sampai dimintai uang member. Mau masuk organisasi, eh taunya diprospek.

Yang perlu diingat, organisasi mahasiswa bukan tujuan utama tapi akademis. Ingat, akademis nomor satu dan jangan dilupakan. Buat apa aktif di organisasi, masalah akademis tidak diurus sampai nggak kuliah-kuliah. Lalu ujung-ujungnya terbengkalai sampai (naudzubillah) DO. Buat apa? Kasian, apalagi yang masih dibiayai orang tua. Organisasi adalah pelengkap dalam kehidupan, kuliah dan akademis kan tujuan utama serta tugas kita sebagai mahasiswa.

Yaudah, sekarang selamat memilih organisasi. Semoga cocok ya, Gaesss~

BACA JUGA Nex Carlos ‘Pesugihan Online’ Terbaik Mengalahkan Ludah Pocong dan Rebusan Celana Dalam atau artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2020 oleh

Tags: KampusMahasiswaorganisasi mahasiswa
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Mahasiswa UTM, sawang sinawang

Inilah Alasan Mahasiswa UTM Layak Disebut sebagai Mahasiswa Tahan Banting

8 April 2020
mahasiswa tingkat akhir

Ragam Jenis Mahasiswa Tingkat Akhir

11 Mei 2019
Lifestyle Mahasiswa Bidikmisi agar Tidak Jadi Bahan Rasan-rasan terminal mojok.co

Lifestyle Mahasiswa Bidikmisi agar Tidak Jadi Bahan Rasan-rasan

28 Desember 2020
anak mama

Dilema Anak Mama yang Pergi Merantau untuk Pertama Kalinya

3 Juli 2019
Kenapa sih Mahasiswa Selalu Memilih Bali sebagai Tujuan KKL? Emangnya Nggak Ada Tempat Lain?

Kenapa sih Mahasiswa Selalu Memilih Bali sebagai Tujuan KKL? Emangnya Nggak Ada Tempat Lain?

4 Oktober 2023
kampus bengawan

Romantisme Kampus Bengawan dari Ke-uwu-an Sampai Ke-cidro-an

8 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Budak Elite di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta (Unsplash)

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

20 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham Mojok.co

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

21 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.