Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Supriyadi oleh Supriyadi
13 Januari 2026
A A
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun (Ani Susilowati via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Angkringan adalah salah satu penemuan sosial paling genius di negeri ini. Dengan modal gerobak, arang, dingklik panjang, dan tikar seadanya, ia mampu mempertemukan banyak kepala. Di situlah terjadi banyak cerita dengan sekian gelas teh hangat bersama nasi kucing dan bakwan. Di Jogja sendiri, mahasiswa, buruh, guru, pekerja kantoran, hingga pengangguran profesional duduk sejajar di dingklik panjang yang ada di angkringan. Jika di situ sudah penuh, meluber ke tikar.

Akan tetapi, justru karena suasananya yang terlalu akrab dan terlalu santai itu, angkringan sering disalahpahami. Banyak orang merasa bahwa begitu duduk di sana, semua aturan sosial boleh dilonggarkan. Padahal meski tanpa papan bertuliskan “tata tertib”, angkringan Jogja punya etika tak tertulis yang jika dilanggar, cukup bikin orang lain menghela napas panjang, bahkan berpandangan sinis.

Untuk itu, ada hal-hal yang sekiranya perlu saya sampaikan di sini agar ketika kita ngangkring—bahasa umum menikmati makanan dan minuman di angkringan—orang-orang memandang kita sebagai orang yang sewajarnya saja.

Berikut ini beberapa panduan tidak resmi makan di angkringan Jogja agar kita tetap dianggap manusia oleh sesama penikmat hidangan angkringan.

Datang ke angkringan Jogja niatnya makan, bukan sekadar duduk

Angkringan Jogja memang tempat nongkrong, tapi bukan berarti datang cuma untuk duduk sambil pesan satu teh tawar lalu bertahan sampai tengah malam. Apalagi kalau dagangan sudah hampir habis dan penjual mulai terlihat lelah. Angkringan bukan co-working space gratis dengan fasilitas arang dan lampu redup.

Oleh karena itu, kita harus bisa membedakannya dengan warung kopi atau kafe. Angkringan bukan tempat nongkrong dengan durasi lama. Perlu kita pahami, angkringan itu tidak jarang hanya ada di pinggir jalan dengan tempat yang sempit. Jika kita berlama-lama di situ, kasihan pengunjung lainnya yang tidak kebagian tempat.

Baca juga: 5 Angkringan Jogja yang Perlu Dihindari biar Nggak Menyesal.

Angkringan Jogja bukan studio podcast

Ngobrol itu sah, tertawa juga wajar. Tapi ketika volume suara kita lebih keras dari bunyi bara arang yang menyala, itu sudah masuk kategori gangguan sosial.

Baca Juga:

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

Angkringan Jogja adalah ruang bersama, bukan panggung monolog. Tidak semua orang ingin ikut mendengar kisah hidup kita dari lahir sampai cicilan terakhir. Dengan demikian, kita tidak perlu berbicara dengan volume yang disetel full power.

Duduk sewajarnya, jangan menguasai wilayah

Dingklik angkringan itu kecil dan jumlahnya terbatas. Menaruh tas di dingklik kosong, kaki selonjor ke area orang lain, atau duduk melebar seperti sedang rapat direksi, adalah bentuk penjajahan halus. Ingat, angkringan Jogja adalah ruang publik dengan luas yang sangat terbatas. Jangan jadi kolonial di sana.

Bayar dengan sadar, bukan dengan amnesia sosial

Harga makanan angkringan Jogja memang murah, tapi bukan berarti bisa dibayar dengan ingatan selektif. “Kayaknya tadi cuma makan dua,” padahal tusuk satenya sudah seperti pagar rumah. Menghitung dengan jujur adalah bentuk kesadaran sosial paling sederhana, juga paling dibutuhkan. Penjaja angkringan itu juga bekerja dan mencari nafkah, janganlah kita mengambil haknya.

Hati-hati dengan asap rokok kalian

Di angkringan Jogja memang tidak ada larangan merokok. Di sana tida ada plang bertuliskan “No Smoking”. Akan tetapi, udara yang bersih dan segar serta bebas asap—selain asap dari arang yang memanaskan air di dalam ceret—adalah hak setiap pengunjung angkringan. Tidak semua orang perokok. Oleh karena itu merokok di angkringan itu sah-sah saja tetapi juga harus memperhatikan sekitar.

Baca juga: Bagi Saya, Angkringan Jogja Itu (Kini) Overrated, Tidak Perlu Dipuji Sampai Setinggi Itu.

Gorengan yang disentuh adalah gorengan yang harus diambil

Satu hal yang begitu menyebalkan yang dilakukan oleh penikmat gorengan di angkringan Jogja adalah memilih-milih gorengan dengan cara memegangnya terlebih dahulu. Dan ketika tidak dipilih, tidak jadi diambil dan malah mengambil yang lain. Tidak semua orang merasa nyaman dengan hal itu. Sebagian orang, seperti saya misalnya, terkadang merasa jijik jika harus makan makanan bekas “sentuhan” tangan orang lain.

Oleh karena itu ketika kita memegang, itulah yang kita ambil. Bukan malah menaruhnya lagi dan mengambil yang lain. Memangnya kenapa, sih, harus memilih-milih gorengan seperti itu? Apakah ukurannya berbeda? Berbeda juga tidak tampak, kok.

Angkringan Jogja memang bukan restoran, tapi juga bukan rumah sendiri. Di sanalah kita belajar berbagi ruang, waktu, dan kesabaran. Murah bukan berarti murahan. Santai bukan berarti semaunya.

Mungkin, di tengah segala kompleksitas hidup modern, angkringan Jogja justru menjadi tempat belajar etika publik paling jujur. Dari segelas teh hangat dan sebungkus nasi kucing, kita diajari satu hal sederhana: menjadi manusia itu bukan soal merasa paling bebas, tapi soal tahu batas agar orang lain tetap nyaman. Dan kalau itu bisa kita lakukan di angkringan, seharusnya di tempat lain pun kita bisa.

Penulis: Supriyadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2026 oleh

Tags: angkringanAngkringan jogjaes teh angkringanharga makanan angkringanmenu angkringannasi kucingteh angkringanUsaha Angkringan
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Angkringan dan Wedang Ronde Terenak di Sekitar UNDIP

5 Rekomendasi Angkringan dan Wedang Ronde Terenak di Sekitar UNDIP

8 September 2022

Yang Terjadi Jika Burjo Sami Asih Ditutup Seperti McD Sarinah

13 Mei 2020
4 Dosa Tersembunyi Penjual Angkringan yang Tidak Disadari Pelanggan

4 Kesalahan yang Mengurangi Kesyahduan Makan di Angkringan

3 Maret 2022
Kasta Minuman di Angkringan yang Paling Diburu sampai yang Dianggap Angin Lalu Terminal Mojok

Kasta Minuman di Angkringan yang Paling Diburu sampai yang Dianggap Angin Lalu

19 November 2022
3 Rekomendasi Angkringan Enak di Sekitaran UIN Raden Mas Said kenbaikan harga beras rokok eceran

Gara-gara Negara, Harga Angkringan Tak Lagi Terjangkau, Makan Tuh All In!

24 Februari 2024
nasi jinggo pindah ke bali arak bali kkn ruu minuman beralkohol mojok

Nasi Jinggo, Kuliner Hemat yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Bali

3 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.