Ngopi di Angkringan Itu Lebih Hangat daripada di Coffee Shop – Terminal Mojok

Ngopi di Angkringan Itu Lebih Hangat daripada di Coffee Shop

Artikel

Avatar

Ngopi adalah kebiasaan hampir semua orang di dunia. Ibaratnya kalau nggak ngopi ya nggak gaul dan kece. Tapi, kita selalu memandang sebelah mata ngopi di angkringan pinggir jalan yang sederhana dan terlalu mengagungkan coffee shop dengan segala kemewahannya.

Kebanyakan orang, khususnya para kawula muda pencinta kopi dan mahasiswa selalu nongkrong dan menghabiskan waktu di coffee shop. Kalau bukan untuk mengerjakan tugas, ya ngegibah soal Edhy Prabowo yang kini diciduk KPK.

Namun, tanpa kita sadari ternyata sifat-sifat hedonisme muncul dari tempat tongkrongan tersebut. Walaupun menu yang dihadirkan beragam, internet yang gratis, hal itu malah berdampak negatif pada kantong dan rekening kita semua.

Berbeda ketika ngopi di angkringan pinggir jalan. Memang, tidak ada Vietnam drip atau free wifi, tapi kita belajar tentang kesederhanaan dari situ. Kita pasti dipaksa berinteraksi dengan masyarakat dengan berbagai kepribadian. Ada yang cuek, ada yang diem-diem ngupil, ada yang pinter, ada yang pura-pura pinter.

Selain itu, sifat-sifat hedonisme pun akan hilang jika kita ngopi di angkringan. Sebab, kopi yang disajikan pun cukup sederhana. Tapi, jangan salah, ada kopi yang ampasnya gampang turun, bahkan yang sulit turun. Ada juga kopi yang suka bagi-bagi hadiah. Dan, kopi-kopi itu cukup eksis di televisi, mana ada kopi di coffee shop yang muncul di sinetron. Nggak ada!

Memang tidak ada barista yang penuh dengan teknik meramu kopi di angkringan. Tapi, tidak jarang, kita temui si penjaga angkringan itu adalah cewek cantik nan menawan yang bikin kita betah duduk lama.

Kita ambil contoh cewek yang viral di Cianjur karena disebut-sebut mirip Anya Geraldine. Nggak sedikit yang betah berlama-lama di warung milik perempuan bernama Intan Rose itu. Dan, itu sulit didapatkan di coffee shop.

Uniknya, kini si Intan jadi artis lokal, namun tetap mempertahankan kebiasaannya menjaga warung yang berada di kawasan Kelurahan Muka tersebut. Saya pun beberapa kali bertemu dengannya, tapi mukanya malah lebih mirip Cita Citata dibandingkan dengan Anya Geraldine. Hihihi.

Jika di coffee shop kita ditawarkan camilan yang cukup mengundang rasa lapar dan mengundang pemborosan, di angkringan kita ditawarkan rasa yang familiar dari masa ke masa. Mulai dari pisang goreng, gorengan, kue basah, dan lain sebagainya. Kita pun nggak perlu keluar uang banyak, dengan Rp20 ribu pun bisa kenyang sampai malam.

Jika kita ngopi di coffee shop, kita akan kesepian kalau nggak ngajak temen. Mana ada sesama pengunjung yang tiba-tiba nanya kabar dan pekerjaan? Susah! Sekalinya ada itu pasti sangat langka.

Berbeda ketika ngopi di angkringan, kita bisa saja bertemu teman baru dengan latar belakang yang unik. Ada yang pengusaha, penagih kredit, dan lain sebagainya. Dan, ini sangat cocok buat kamu yang pengin jadi pejabat, itung-itung belajar blusukan.

Kehangatan yang ada di angkringan kopi pinggir jalan memang sangat langka di coffee shop mewah. Dan, kita patut acungi jempol bagi siapa pun pemiliknya, usaha kopi sederhana adalah bentuk pemulihan ekonomi paling mendasar dalam ekosistem keuangan negara.

Bagaimana tidak, saat kita harus berhemat, tentunya kita harus memilih berbagai kebiasaan yang hemat. Mulai dari ngopi di tempat yang hemat juga. Kecuali kamu seorang konglomerat yang punya banyak duit buat ngopi di coffee shop setiap akhir pekan.

Walaupun demikian, ngopi di angkringan tidak akan jauh dari berbagai gangguan. Ambil contoh pengamen, waria yang berkeliling, dan lain sebagainya. Tapi, buat kamu yang punya jiwa sosial tinggi, hal ini adalah hiburan yang sangat langka.

Secara langsung, kita bisa mengamati kehidupan masyarakat kecil yang penuh dinamika. Alhasil, siapa pun yang ngopi di angkringan akan selalu bersyukur dengan keadaan. Akan selalu memandang ke bawah.

Maka dari itu, jangan pernah memandang remeh angkringan kopi pinggir jalan. Di balik suasana yang lusuh itu, ada banyak cerita dan kehangatan yang tersaji. Nggak cuma soal kemewahan dan hype yang lagi trend, tapi soal sosial budaya yang kaya di negeri kita ini. Silakan dicoba, Lur.

BACA JUGA 3 Alasan Mengurus Ikan Hias Itu Menyenangkan 

Baca Juga:  Alasan Saya Lebih Suka Menonton Film Horor Penuh Jump Scare
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.